
newsnoid.com, Batu – Manajemen Mikutopia menunjukkan kepedulian terhadap pengamen penyandang disabilitas dan musisi di Kota Batu dengan menyediakan ruang ekspresi melalui live musik.
Program ini digelar pada Sabtu, 11 April 2026 dan mendapat apresiasi dari komunitas disabilitas hingga wisatawan.
Salah satu pengamen disabilitas, Eko Pramono, mengaku sangat terbantu dengan adanya wadah tersebut.
Pencipta lagu _Batu Kota Surgawi_ itu menyebut inisiatif Mikutopia mengurangi kebutuhan mengamen dari kampung ke kampung setiap hari.
“Saya mengapresiasi dan berterima kasih. Dengan adanya wadah ini, saya tidak perlu lagi mengamen ke kampung-kampung. Mikutopia ikut mengurangi angka pengangguran di Kota Batu, apalagi bagi pengamen jalanan dengan keterbatasan fisik seperti saya yang kini diberdayakan,” tutur Eko.
Kolaborasi ini juga disambut positif oleh musisi Kota Batu. Yayak, salah satu musisi yang ikut mengiringi live musik, mengaku senang bisa tampil bersama para penyandang disabilitas.
“Kolaborasi bareng teman-teman disabilitas ternyata seru dan menyenangkan. Apalagi membawakan lagu ciptaan sendiri, mantap sekali,” ujarnya.
Wisatawan Terhibur, Apresiasi Lagu Karya Disabilitas, Kehadiran live musik turut menghibur wisatawan yang berkunjung ke Mikutopia.
Michael, wisatawan asal Gresik, mengaku baru kali ini menemukan fasilitas live musik di Mikutopia.
“Keren, sekarang ada live musik. Nanti saya infokan ke teman-teman biar bisa request lagu dan nyanyi bareng,” katanya usai ikut menyumbang suara.
Hal serupa disampaikan Linda Molase, wisatawan asal Jakarta. Ia mengaku terhibur dan salut karena para penampil memiliki lagu karya sendiri.
“Saya tertarik dengan lagu _Batu Kota Surgawi_. Liriknya sarat makna tentang pariwisata, pertanian, toleransi antarumat beragama, dan sosial,” ungkap pengusaha properti itu.
Bentuk Kepedulian Mikutopia, Manager Operasional Mikutopia, Panji Akbar, menjelaskan bahwa panggung entertainment sengaja disediakan sebagai sarana berkarya bagi penyandang disabilitas dan musisi Kota Batu.
“Ini salah satu bentuk kepedulian kami agar mereka tetap bisa berkarya,” tegas Panji.
Dengan adanya panggung live musik, Mikutopia berharap dapat menjadi ruang inklusif yang mendukung ekspresi seni sekaligus memberdayakan komunitas disabilitas dan musisi lokal. (ed)
