
newsnoid.com, Malang— Menginjak usia tiga dekade, unit punk veteran ANTIPHATY bersiap menggelar konser perayaan ulang tahun ke-30 pada Februari 2027 di Malang.
Mengusung tema besar “Semangat Eksistensi dan Konsistensi”, panggung ini bukan sekadar perayaan bertambahnya usia, melainkan sebuah monumen pembuktian napas panjang, dedikasi, dan daya tahan sebuah band di pusaran skena musik independen.
Sejak pertama kali menancapkan taringnya lewat *Demo Tape* pada tahun 1997, ANTIPHATY tidak pernah berhenti memproduksi amunisi karya lewat distorsi.
Konser ini akan menjadi retrospeksi perjalanan panjang mereka melewati berbagai era pergerakan dan dinamika zaman. Konsistensi mereka terbukti nyata dari jejak rekam diskografi yang terus berlanjut tanpa henti.
Jejak Tiga Dekade Melintasi Zaman
Selama 30 tahun, ANTIPHATY telah merekam jejak sejarah yang panjang dan solid, baik di kancah lokal, nasional, maupun lintas negara. Perjalanan panjang tersebut terangkum dalam rentetan rilisan fisik yang menjadi cetak biru pergerakan mereka:
Era Awal & Agresi (1997 – 2000): Dimulai dari Demo Tape 1997, disusul oleh Album 1: W.A.R (1998), dan Album 2: Under Control (1999). Pada era ini, mereka juga aktif berekspansi lewat Compilasi Saudara Sebotol (Malang, 1999), Split Tape x Extreme Decay (1999), hingga menjangkau Malaysia lewat Split Tape x Depress (1999). Memasuki milenium baru, mereka merilis Album 3: For The Scene (2000) dan berpartisipasi dalam kompilasi Tribute Terrorizer (2000).
Merawat Nyala (2015 – 2016): Kembali menegaskan posisinya lewat Album 4: Up The Punk (2015) yang sekaligus dirayakan melalui perjalanan panjang 4 Bulan di 28 Kota lintas negara bertajuk “Desire Tour 2015” meliputi Jawa, Bali, Lombok, Kalimantan, Sumatera, Singapore dan Malaysia, dan selanjutnya terus menjalin solidaritas skena melalui Split Tape x ErrorX dari Jakarta (2016).
Era Modern & Agresi Baru (2025): Membuktikan bahwa mesin mereka menolak mati, ANTIPHATY merilis karya teranyar berupa EP Album 5: Beast The Bastard (2025) serta Split Tape x Criminal Assholes dari Bali (2025).
“Tiga puluh tahun bukan sekadar angka. Ini adalah tentang bagaimana kami bertahan, terus berkarya, dan menjaga semangat punk itu sendiri agar tidak pernah padam. Jatuh bangun adalah hal biasa, tetapi menolak berhenti adalah pilihan,” ungkap perwakilan ANTIPHATY mengenai filosofi di balik perayaan ini.
Konser Februari 2027 mendatang dipersiapkan sebagai ruang reuni akbar bagi para pendengar lama, sekaligus jembatan untuk memperkenalkan energi murni ANTIPHATY kepada generasi pendengar baru.
Tata panggung, visual, dan setlist lagu akan dirancang khusus untuk merangkum seluruh era dari tahun 1997 hingga rilisan teranyar.
Informasi lebih lanjut mengenai lokasi, band penampil pendukung, serta penjualan tiket akan diumumkan secara bertahap melalui kanal resmi media sosial band dalam waktu dekat.
KONTAK MEDIA & INFORMASI:
0813 3974 3470 ( Benny )
Official Instagram: @antiphaty .(benny/win)
