
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya (FIKES UB) melalui Kementerian Kajian dan Aksi Strategis BEM FIKES UB 2026 sukses menyelenggarakan kegiatan Pelantikan dan Pelatihan Peer Counselor 2026 pada tanggal Minggu-Senin (21–22/6/2026) di Gedung Keperawatan FIKES UB.
Kegiatan yang mengusung tema “Empowered to Care: Strengthening Peer Support Through Empathy and Action” ini bertujuan membekali mahasiswa terpilih dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan dalam memberikan dukungan sebaya bagi mahasiswa di lingkungan kampus.
Hari pertama kegiatan diawali pembukaan dan dilanjutkan dengan pemaparan materi yang dirancang untuk memperkuat pemahaman mengenai peran dan tanggung jawab seorang peer counselor. Materi yang diberikan meliputi pengenalan peer counselor, kesehatan mental mahasiswa di lingkungan kampus, faktor-faktor yang dapat memicu gangguan psikologis pada mahasiswa, hingga isu kekerasan yang dapat terjadi di lingkungan perguruan tinggi. Peserta juga diajak memahami batasan peran sebagai peer counselor serta mekanisme rujukan yang tepat ketika menemui kasus yang memerlukan penanganan profesional.
Anggun Rindang Cempaka, S.Gz., MS., Dietisien, sekretaris ULTKSP FIKES UB menyampaikan salah satu pesan penting dalam pelatihan bahwa seorang peer counselor harus mampu menjadi ruang aman bagi mahasiswa lain untuk berbagi cerita dan pengalaman tanpa rasa takut dihakimi.
“Seorang Peer Counselor harus menjadi wadah untuk bereksplorasi, tidak memaksa maupun menghakimi.” Ujar Anggun.
Memasuki hari kedua, peserta mendapatkan pelatihan yang lebih aplikatif melalui metode role play atau simulasi konseling sebaya. Dalam sesi ini, para peserta berlatih menghadapi berbagai situasi yang mungkin ditemui ketika mendampingi mahasiswa yang sedang mengalami permasalahan akademik, sosial, maupun psikologis.
Melalui simulasi tersebut, peserta belajar bagaimana menjadi pendengar yang aktif, menunjukkan empati, menjaga kerahasiaan, serta memberikan dukungan tanpa memberikan penilaian atau penghakiman terhadap individu yang sedang bercerita.
Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber yang berpengalaman di bidang kesehatan mental, keperawatan, dan konseling, yaitu Ns. Renny Nova, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.J, Ns. Muhammad Sunarto, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.J, Anggun Rindang Cempaka, S.Gz., MS., Dietisien, Alfrina Hany, S.Kp., M.Ng, serta Dr. Ns. Heni Dwi Windarwati, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.J. Para pemateri memberikan wawasan mengenai pentingnya dukungan sebaya dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat dan suportif, sekaligus membagikan pengalaman profesional mereka dalam mendampingi individu yang menghadapi berbagai tantangan psikologis.
Melalui rangkaian pelantikan dan pelatihan ini, diharapkan para Peer Counselor FIKES UB mampu menjadi agen pendukung kesehatan mental di lingkungan kampus serta menjadi sahabat yang hadir untuk mendengar, memahami, dan membantu mahasiswa lain menemukan akses bantuan yang tepat ketika dibutuhkan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen FIKES UB dalam mendukung terciptanya lingkungan akademik yang inklusif, aman, dan peduli terhadap kesehatan mental mahasiswa melalui penguatan sistem dukungan sebaya yang berlandaskan empati dan aksi nyata.
Program ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Good Health and Well-being melalui peningkatan kesadaran dan dukungan terhadap kesehatan mental mahasiswa, SDG 4 Quality Education melalui pengembangan kompetensi mahasiswa dalam bidang konseling sebaya dan komunikasi interpersonal, SDG 5 Gender Equality melalui edukasi terkait pencegahan kekerasan dan penciptaan ruang aman yang inklusif, serta SDG 16 Peace, Justice and Strong Institutions melalui penguatan budaya kampus yang saling menghargai, mendukung, dan membangun lingkungan yang aman bagi seluruh sivitas akademika.
Dengan semangat “Empowered to Care: Strengthening Peer Support Through Empathy and Action”, para Peer Counselor FIKES UB diharapkan dapat menjadi pelopor dalam membangun budaya kepedulian, empati, dan dukungan sebaya yang berkelanjutan, sehingga tercipta lingkungan kampus yang sehat, inklusif, dan mendukung kesejahteraan seluruh mahasiswa. (Humas UB)
