
newsnoid.com, Malang- Curah hujan tinggi banyak kontur tanah bergerak yang akibatnya menyebabkan longsor, Warga Dusun Krajan, Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, masih hidup dalam ancaman keselamatan akibat longsor yang terjadi sejak 2022.
Ruas jalan utama di wilayah tersebut mengalami kerusakan parah, namun hingga kini belum ada perbaikan permanen dari pemerintah daerah.
Kerusakan jalan sepanjang 21 meter dengan kedalaman sekitar 30 meter itu menyebabkan badan jalan menyempit drastis dan rawan ambles susulan.
Jalur tersebut merupakan satu-satunya akses utama warga untuk bekerja, bersekolah, dan menggerakkan roda perekonomian desa.
Kepala Desa Klampok, Jefri, menegaskan bahwa pihak pemerintah desa tidak tinggal diam.
Sejak longsor terjadi, laporan dan proposal perbaikan telah berulang kali diajukan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) hingga komunikasi langsung dengan pemerintah kabupaten.
“Kami sudah mengajukan laporan dan proposal perbaikan sejak lama karena ini menyangkut keselamatan warga. Jalan ini jalur utama masyarakat untuk bekerja, sekolah, dan aktivitas ekonomi,” ujar Jefri.
Tingkat kerusakan tergolong berat sehingga tidak dapat ditangani menggunakan anggaran desa.
Diperlukan pembangunan konstruksi penahan tebing atau talud permanen dengan perencanaan teknis matang agar struktur tanah yang labil tidak kembali bergerak.
Warga mengaku waswas setiap kali melintas. Kendaraan roda empat harus bergantian karena lebar jalan berkurang signifikan akibat sebagian badan jalan ambles. Kondisi tersebut semakin berisiko apabila dilintasi kendaraan bermuatan berat.
“Kalau dilewati kendaraan angkutan berat itu berbahaya. Takutnya tanahnya bergerak lagi atau longsornya melebar,” ujar salah seorang warga.
Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi, menyatakan akan menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan verifikasi lapangan.
Ia mengaku perlu memastikan kembali data terkait lokasi dan status penanganannya.
“Loh masak mas ada yang dari tahun 2022? Soalnya semua yang kena bencana sudah tuntas tahun 2025,” ujarnya.
Hingga kini, akses jalan di Dusun Krajan masih difungsikan secara terbatas dengan tingkat kewaspadaan tinggi.
Pemerintah desa berharap adanya sinkronisasi data dan langkah konkret dari pemerintah kabupaten agar penanganan permanen segera direalisasikan, demi menjamin keselamatan dan kelancaran aktivitas warga.(*)
