
newsnoid.com, Malang – Peringatan satu abad Stadion Gajayana dimeriahkan dengan laga trofeo bertajuk Tribute to 100 Tahun Stadipn Gajayana.
Peringatan satu abad Stadion Gajayana dimeriahkan dengan laga trofeo bertajuk Tribute to 100 Tahun Stadion Gajayana yang mempertemukan Barta FC melawan Persema Reborn, Jumat (16/1/2026). Pertandingan penuh nostalgia ini mengusung tema semangat perdamaian sekaligus menjadi momentum kebangkitan sepak bola Kota Malang.
Hadir dalam acara tersebut, Prof. Dr. Ir. Muhammad Bisri, M.S., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang Stadion Gajayana sekaligus upaya membangkitkan kembali gairah sepak bola yang sempat meredup di Kota Malang.
“Ini adalah rangkaian kegiatan memperingati satu abad Stadion Gajayana. Salah satunya melalui trofeo hari ini. Saya kira ini momen yang sangat baik untuk menemukan kembali semangat sepak bola di Kota Malang,” ujar Prof. Bisri.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan digelar secara rutin. Menurutnya, selain menyehatkan, olahraga sepak bola juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan persahabatan antarpelaku sepak bola.
“Ke depan, saya berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut. Sinerginya harus dijaga, mulai dari trofeo, persahabatan, silaturahmi, hingga suasana yang menyenangkan,” tambahnya.
Prof. Bisri juga mendorong generasi muda Malang agar semakin mencintai olahraga, khususnya sepak bola. Ia mengingatkan bahwa Malang memiliki sejarah panjang sebagai kota sepak bola, yang dahulu dikenal lewat kejayaan Persema berjulukan Laskar Biru.
“Saya mengajak anak-anak muda Malang untuk mulai menggemari olahraga, khususnya sepak bola. Bisa bergabung dengan klub, masuk SSB, atau sekadar datang menonton agar termotivasi. Dulu Malang sangat terkenal sebagai kota sepak bola,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Stadion Gajayana bukan sekadar fasilitas olahraga, tetapi juga saksi sejarah perjuangan dan perjalanan sepak bola nasional. Karena itu, ia meminta Pemerintah Kota Malang memberikan perhatian serius terhadap perawatan stadion legendaris tersebut.
“Stadion Gajayana ini stadion legendaris, bukan hanya di Malang tetapi juga di Indonesia. Saya menyarankan kepada Pemkot agar perawatannya benar-benar diperhatikan. Anggarannya harus cukup dan fokus, baik dari DPRD maupun pemerintah kota, supaya stadion ini benar-benar menjadi heritage dan sejarah bagi kita semua,” tegasnya.
Sementara itu, laga persahabatan antara Barta FC dan Persema Reborn berlangsung meriah dan penuh nostalgia. Sejumlah legenda sepak bola yang pernah mengharumkan nama daerah turut hadir dan tampil di lapangan, menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk meneruskan kejayaan sepak bola Malang. (yun)