• Latest
Rembuk Nelayan Nasional, Forum Dialog Pemerintah dan Pelaku Usaha Perikanan di Cirebon

Rembuk Nelayan Nasional, Forum Dialog Pemerintah dan Pelaku Usaha Perikanan di Cirebon

26 Oktober 2025
DPRD Sidoarjo Minta JMPI Lengkapi Data untuk Kajian Keringanan Retribusi PBG Rp2,67 Miliar

DPRD Sidoarjo Minta JMPI Lengkapi Data untuk Kajian Keringanan Retribusi PBG Rp2,67 Miliar

14 Oktober 2026
Kanopi Rp150 Juta di Balai Kota Malang Diduga Langgar Aturan Cagar Budaya

Kanopi Rp150 Juta di Balai Kota Malang Diduga Langgar Aturan Cagar Budaya

14 Oktober 2026
Selesai Damai, Polres Batu Selesaikan Konflik Pembakaran Sampah Viral Lewat Restorative Justice

Selesai Damai, Polres Batu Selesaikan Konflik Pembakaran Sampah Viral Lewat Restorative Justice

14 Oktober 2026
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi

Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi

13 Oktober 2026
Kejari Kota Malang Musnahkan 95 Ribu Pil Koplo

Kejari Kota Malang Musnahkan 95 Ribu Pil Koplo

13 Oktober 2026
Asep Kusdinar Paparkan Fondasi Malang Raya Megapolitan di Hadapan Mahasiswa Doktor UB

Asep Kusdinar Paparkan Fondasi Malang Raya Megapolitan di Hadapan Mahasiswa Doktor UB

13 Oktober 2026
Deviasi Betonisasi Gedangan–Betro Hampir 10 Persen, Subandi Desak Kontraktor Kejar Target

Deviasi Betonisasi Gedangan–Betro Hampir 10 Persen, Subandi Desak Kontraktor Kejar Target

13 Oktober 2026
Pemkab Malang Salurkan BLT DBH CHT 2026 kepada 42.300 Pekerja, Masing-Masing Terima Rp350 Ribu

Pemkab Malang Salurkan BLT DBH CHT 2026 kepada 42.300 Pekerja, Masing-Masing Terima Rp350 Ribu

12 Oktober 2026
OJK Malang Perluas Kolaborasi dengan HIPMI, Cetak Pengusaha Muda Tangguh Finansial

OJK Malang Perluas Kolaborasi dengan HIPMI, Cetak Pengusaha Muda Tangguh Finansial

12 Oktober 2026
Ola, Bek Cilik dari MHSS Malang yang Bermimpi Besar Lewat Sepak Bola

Ola, Bek Cilik dari MHSS Malang yang Bermimpi Besar Lewat Sepak Bola

12 Oktober 2026
Terinspirasi Lamine Yamal, Isyana Arsila Farzana Punya Mimpi Besar, Tembus Arema Women hingga Timnas Indonesia

Terinspirasi Lamine Yamal, Isyana Arsila Farzana Punya Mimpi Besar, Tembus Arema Women hingga Timnas Indonesia

12 Oktober 2026
HUT Kota Batu ke-25, Mikutopia Masuk Gratis Selama Tiga Hari, Catat Tanggalnya

HUT Kota Batu ke-25, Mikutopia Masuk Gratis Selama Tiga Hari, Catat Tanggalnya

12 Oktober 2026
  • Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com
Newsnoid
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Newsnoid
No Result
View All Result

Rembuk Nelayan Nasional, Forum Dialog Pemerintah dan Pelaku Usaha Perikanan di Cirebon

26 Oktober 2025
in Jawa Timur, newsnoid.com, Terbaru
Bagikan

 

Keterangan Foto Forum Komunikaai Dialog Kementrian Kelautan & Perikanan dengan Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI) & Himpunan Nelayan Purseseine Nusantara (HNPN) di Pelabuhan Kejawanan Cirebon Jawa Barat, Minggu (26/10/2025).

newsnoid.com, Cirebon, Jawa Barat- Dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-26 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), jajaran KKP menggelar syukuran dan Rembuk Nelayan Nasional 2025 sebagai forum komunikasi dialog antara pemerintah dan pelaku usaha perikanan yang berlangsung di Pelabuhan Kejawanan, Cirebon, Jawa Barat Minggu (26/10/2025).

Dalam Rembuk Nelayan Nasional 2025 ini yang digelar Kementrian Kelautan dan Perikanan, Solidaritas Nelayan Indonesia menyoroti beberapa poin penting terkait kondisi perikanan di Indonesia saat ini.

Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI) memberikan dukungan dan support penuh pelaksanaan Rembuk Nelayan Nasional 2025 sebagai wadah dialog terbuka antara pemerintah dan pelaku usaha perikanan.

Forum diskusi ini sangat penting agar setiap kebijakan pemerintah benar-benar lahir dari aspirasi lapangan, bukan hanya dari atas meja birokrasi atau kepentingan birokrasi sepihak.

Ketua Umum Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI) Hadi Sutrisno mengatakan bahwa, mendesak agar pemerintah segera melakukan evaluasi dan kajian ulang secara menyeluruh terhadap kebijakan tersebut, dengan harapan tarif dapat diturunkan menjadi sekitar 3%, sebuah angka yang lebih adil, proporsional dan tetap menjaga keseimbangan antara penerimaan negara dan keberlanjutan usaha nelayan serta pelaku usaha perikanan.

Lanjut Hadi menerangkan, bahwa Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI) juga menolak pemberlakuan PBB laut untuk subsektor perikanan tangkap, karena sektor ini bukanlah sektor yang padat modal, melainkan padat perjuangan.

Beban tambahan justru akan melemahkan semangat dan daya saing nelayan di Indonesia.

Sementara itu, Sekjen Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI) James Then menyampaikan beberapa hal yang menjadi keberatan dalam tata kelola perikanan indonesia saat ini yakni, keberatan atas besarnya tarif persentase PNBP Sub Sektor Perikanan Tangkap yang saat ini dirasakan sangat memberatkan nelayan dan pelaku usaha perikanan.

James Then yang juga Ketua HNPN (Himpunan Nelayan Purseseine Nusantara) menjelaskan bahwa Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI) keberatan terhadap Naturalisasi Kapal Asing lantaran kondisi nelayan saat ini sedang mengalami susah karena banyak kapal yang mangkrak & rawan terjadi konflik dengan Nelayan Indonesia sesuai dengan Ekonomi Biru yang jadi Slogan KKP.

“SNI juga meminta untuk menerbitkan kembali SIKPI kapal angkut WPP RI & keberatan atas BBM Non Subsidi yang masih mahal dibanding dengan Malaysia,” sambung James Then.

Solidaritas Nelayan Indonesia juga menyakini bahwa, kebijakan yang baik adalah kebijakan yang lahir dari suara rakyat, berpihak pada nelayan, dan kebijakan yang berpihak pada keadilan, untuk bersama-sama memajukan perikanan di Indonesia.

Kegiatan bertema “Bergerak, Berdampak, Berkelanjutan” itu berlangsung serentak di seluruh unit pelaksana teknis (UPT) dan pelabuhan perikanan di Indonesia, sebagai wujud rasa syukur sekaligus refleksi atas komitmen membangun sektor kelautan yang produktif dan lestari.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Lotharia Latif mengatakan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah terus bersinergi dengan asosiasi, himpunan, dan mitra pembangunan baik dari dalam maupun luar negeri.

“Rembuk Nelayan Nasional 2025 sebagai forum komunikasi dialog yang diharapkan menjadi wadah penyampaian aspirasi dan evaluasi kebijakan, terutama terkait distribusi BBM bersubsidi dan penangkapan ikan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (Muhammad Ryan)

ShareSend

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Recent Posts

  • DPRD Sidoarjo Minta JMPI Lengkapi Data untuk Kajian Keringanan Retribusi PBG Rp2,67 Miliar
  • Kanopi Rp150 Juta di Balai Kota Malang Diduga Langgar Aturan Cagar Budaya
  • Selesai Damai, Polres Batu Selesaikan Konflik Pembakaran Sampah Viral Lewat Restorative Justice
  • Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
  • Kejari Kota Malang Musnahkan 95 Ribu Pil Koplo

Archives

  • Oktober 2026
  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025

Categories

  • Hukum dan kriminal
  • Jawa Timur
  • Musik
  • newsnoid.com
  • Olahraga
  • Terbaru
  • Uncategorized

Arsip

  • Oktober 2026
  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.