
newsnoid.com, Malang — Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Malang menggelar Halal Bihalal dan Silaturahmi Akbar 2026 di Ballroom Swiss-Belinn Malang, Jl. Veteran No. 8A, Penanggungan, Jumat (10/4/2026).
Acara berlangsung hangat dan meriah dengan kehadiran ratusan anggota TDA, pelaku UMKM, Kepala OPD Kota Malang, serta Presiden TDA Indonesia periode 8.0, Eko Desriyanto.
Kegiatan dibuka oleh perwakilan TDA Malang, Gus Sodik, yang menyampaikan permohonan maaf lahir batin dan apresiasi kepada Pemerintah Kota Malang atas dukungannya terhadap UMKM.
“Kami memasuki akhir masa kepengurusan dan mengucapkan minal aidzin walfaidzin. Bila selama ini ada kekurangan atau belum dapat berkontribusi optimal untuk Kota Malang, kami memohon maaf,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para tamu undangan yang tetap hadir meski banyak yang sedang kurang sehat.
“Ini penghormatan luar biasa. Semoga menjadi energi bagi kita untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Presiden TDA Indonesia periode 8.0, Eko Desriyanto, tampil menyampaikan materi penuh inspirasi. Ia mengenang perjalanan panjangnya bersama TDA dari nol hingga dipercaya memimpin komunitas wirausaha terbesar di Indonesia.
“TDA bukan hanya komunitas, tetapi keluarga besar. Kita berjejaring di 149 TDA daerah dan 29 TDA wilayah. Dari sinilah TDA tumbuh,” ungkapnya.
Eko juga memaparkan sejumlah program strategis TDA nasional, antara lain:
-Foundation Workshop Series untuk pelaku usaha beromzet di bawah Rp2,5 miliar
-DAPRENEUR, kompetisi wirausaha dengan bootcamp dan mentoring
-Penghargaan Pengusaha TDA Terbaik tingkat nasional
-Pesta Wirausaha Nasional (PWN) 2026, yang diklaim terbesar sepanjang sejarah TDA
Ia mengajak TDA Malang dan Pemkot Malang berpartisipasi aktif.
“PWN 2026 akan menghadirkan 15.000 pengusaha di JICC. Saya berharap Malang bisa kirim minimal lima bus atau lima pesawat. UMKM binaan Pemkot bisa ikut dan GRATIS,” tegasnya.
Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., hadir memberikan dukungan penuh terhadap pergerakan TDA dan perkembangan UMKM di Kota Malang. Ia menegaskan bahwa UMKM terbukti menjadi pilar kekuatan ekonomi daerah.
“UMKM adalah penyelamat ekonomi Kota Malang. Ketika banyak daerah terpukul pandemi, ekonomi Malang tetap bergerak karena pelaku usaha kecil dan industri rakyat,” ujarnya.
Wahyu juga memperkenalkan program strategis “Seribu Event”, yang dirancang untuk menggerakkan ekonomi kota secara masif.
“Lewat Seribu Event, kami memfasilitasi kegiatan masyarakat, menyediakan perlengkapan, dan membuka ruang sebesar-besarnya bagi UMKM. Dampaknya terasa langsung, dari hotel, kuliner, transportasi, hingga ekonomi kreatif,” jelasnya.
Ia turut mengapresiasi perjalanan TDA yang kini berusia dua dekade dengan anggota mencapai 60.000 orang di seluruh Indonesia.
“Dari sembilan orang tumbuh menjadi 60 ribu. Ini bukti bahwa TDA memberikan manfaat nyata bagi UMKM, termasuk di Malang,” tegasnya.
Halal bihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum memperkuat komitmen TDA Malang dalam mendorong UMKM naik kelas. Menurut Gus Sodik, TDA adalah komunitas yang mengutamakan kebermanfaatan.
“Wirausaha terbaik adalah yang memberi manfaat bagi orang lain. Semoga TDA terus menjadi bagian dari kemajuan Kota Malang,” katanya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi networking antar-pelaku usaha yang semakin menguatkan jejaring bisnis di Kota Malang.(yun)