
newsnoid.com, Malang– Rencana pembukaan pintu samping Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Jagalan di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, mendapat penolakan keras dari warga sekitar.
Penolakan itu ditunjukkan warga RT 12 RW 06 dengan mengajukan surat keberatan yang ditandatangani lebih dari 50 orang, sekaligus memasang spanduk di sekitar lokasi. Spanduk bertuliskan “Kami Warga RT 12 Menolak Adanya Pembuatan Pintu Samping SPPG,” menjadi simbol protes warga yang merasa tidak dilibatkan dalam pembahasan rencana tersebut.
Ketua RT 12 RW 06 mengatakan, keberatan warga muncul karena pintu baru itu akan memanfaatkan jalan utama lingkungan yang setiap hari dilalui masyarakat.
“Yang membubuhkan tanda tangan lebih dari 50 warga. Penolakannya karena jalan itu merupakan akses utama warga RT 12 RW 06,” ungkapnya, Senin (4/5/2026).
Menurut keterangan yang diterima warga, pihak SPPG menyebut pembukaan pintu samping dimaksudkan sebagai jalur alternatif jika sewaktu-waktu ada inspeksi mendadak dari pemerintah pusat.
“Penjelasan yang kami terima seperti itu, untuk mengantisipasi kalau ada sidak dari pusat,” katanya.
Namun ia mengaku belum mendapat penjelasan mengapa renovasi dan pembukaan akses itu baru dilakukan sekarang.
“Kalau soal kenapa renovasinya baru sekarang, saya tidak tahu. Lebih tepat kalau ditanyakan langsung kepada pihak SPPG,” tegasnya.
Di tengah polemik, muncul pula dugaan dari sebagian warga bahwa pembukaan akses baru berkaitan dengan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di dapur SPPG. Hingga kini belum ada bukti maupun penjelasan resmi terkait dugaan tersebut.
Menanggapi hal itu, Hanan selaku Mitra SPPG Dapur Jagalan memastikan sistem pengolahan limbah di dapur telah sesuai ketentuan.
“Kalau soal IPAL aman. Saya melihat persoalan yang muncul lebih kepada komunikasi di lapangan yang mungkin belum tersampaikan dengan baik kepada sebagian warga,” ujar Hanan.
Ia berharap dialog dengan masyarakat terus dilakukan agar kesalahpahaman bisa diselesaikan dan tidak menghambat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Warga sendiri meminta pengelola SPPG segera memberikan penjelasan terbuka mengenai tujuan pembukaan pintu samping, agar tidak memunculkan spekulasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak pengelola SPPG Dapur Jagalan terkait polemik tersebut. (win)