
newsnoid.com, Malang– Balai Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BDK) Malang terus memperkuat inovasi dalam menyiapkan aparatur sipil negara menghadapi masa purnabhakti.
Melalui Pelatihan Persiapan Purnabhakti Kelas Eksekutif Tahun Anggaran 2026, BDK Malang menghadirkan pendekatan yang lebih komprehensif dengan menggandeng dunia usaha, salah satunya BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Malang.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Kementerian Keuangan RI untuk memastikan para pejabat yang memasuki masa purnabhakti tidak hanya siap secara mental, kesehatan, dan finansial, tetapi juga memiliki wawasan kewirausahaan sebagai bekal memasuki fase kehidupan berikutnya.
Kepala BDK Malang, Iqbal Soenardi, menegaskan bahwa persiapan purnabhakti membutuhkan pendekatan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Karena itu, BDK Malang membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar peserta memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas dan aplikatif.
“BDK Malang terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar peserta mendapatkan perspektif yang lebih kontekstual dari praktik terbaik di lapangan. Kami ingin para peserta tidak hanya siap menghadapi masa purnabhakti, tetapi juga mampu melihat berbagai peluang untuk tetap produktif, mandiri, dan terus memberikan kontribusi kepada masyarakat,” ujar Iqbal, Rabu (29/7/2026)
Menurutnya, konsep pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas. Karena itu, peserta diajak melakukan observasi langsung ke berbagai unit usaha yang dinilai berhasil membangun bisnis berkelanjutan.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Vosco Coffee sebagai representasi pengembangan industri kopi nasional berbasis pengalaman pelanggan. Peserta juga mengunjungi sentra industri Pondok Modern Kabupaten Malang bersama Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, untuk melihat sinergi antara pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan kewirausahaan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan ke Grup J99 sebagai contoh perusahaan nasional yang sukses mengembangkan diversifikasi bisnis.
Untuk memperkaya wawasan peserta, BDK Malang menghadirkan Ketua BPC HIPMI Kota Malang, Hendi Suryo Leksono, sebagai narasumber.
Dalam sesi tersebut, Hendi membagikan pengalaman membangun ekosistem bisnis, khususnya di sektor industri kopi Indonesia yang dinilainya memiliki potensi besar dalam menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja.
Ia menjelaskan bahwa peluang usaha tidak hanya berada pada proses budidaya, tetapi juga terbuka pada sektor pengolahan, distribusi, logistik, pemasaran, ekspor, hingga pengembangan merek.
“Purnabhakti bukan akhir dari perjalanan seseorang. Dengan pengalaman, integritas, dan jejaring yang dimiliki, para pejabat memiliki modal yang sangat kuat untuk tetap berkarya melalui dunia usaha maupun aktivitas produktif lainnya,” kata Hendi.
Kolaborasi antara BDK Malang dan HIPMI Kota Malang ini menjadi contoh bagaimana sinergi antara pemerintah dan dunia usaha mampu menghadirkan program pengembangan sumber daya manusia yang lebih relevan dengan tantangan masa depan.
Melalui perpaduan pelatihan di kelas, diskusi bersama praktisi, dan observasi lapangan, BDK Malang ingin membangun paradigma baru bahwa purnabhakti bukan sekadar masa pensiun, melainkan awal lahirnya peluang baru untuk terus berkarya, berwirausaha, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.(*)
