
newsnoid.com, Malang – Akibat aksi pembakaran sampah tak bertanggung jawab diduga menjadi pemicu tumbangnya sebuah pohon mahoni berukuran raksasa di Jalan Watudakon, Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, pada Sabtu (1/8/2026) malam.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 18.30 WIB tersebut menimpa sejumlah kendaraan yang melintas, mengakibatkan sembilan orang mengalami luka-luka dan melumpuhkan total akses lalu lintas jalur lintas wilayah tersebut.
Pohon mahoni diperkirakan memiliki ketinggian mencapai 20 hingga 25 meter dengan lingkar batang berdiameter sekitar 3 hingga 4 meter.
Kerusakan pada bagian pangkal batang akibat paparan api yang terus-menerus disinyalir membuat struktur pohon melemah hingga akhirnya tumbang melintang di tengah jalan utama.
Saat peristiwa terjadi, material pohon berukuran besar secara mendadak roboh dan menimpa deretan pengendara yang berada di bawahnya.
Terdata tiga unit sepeda motor matik dan satu unit mobil sedan mengalami kerusakan berat, khususnya pada bagian kaca depan dan kap mesin.
Kerusakan fisik juga menimpa struktur fasilitas minimarket di sekitar lokasi kejadian akibat hantaman dahan pohon.
Dari sumber data yang di terima oleh laporan dari warga, Tim Reaksi Cepat dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang langsung diterjunkan ke lokasi untuk memimpin tindakan darurat.
Proses evakuasi melibatkan koordinasi lintas sektoral yang solid, mencakup unsur Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Timur, TNI-Polri (Polsek dan Babinsa Pakisaji), Forkopimcam, PSC 119, hingga belasan organisasi relawan dan warga setempat.
Petugas bergerak cepat melakukan tindakan medis darurat kepada para korban di lokasi sebelum mengevakuasi mereka ke fasilitas kesehatan. Sebanyak sembilan korban dilaporkan mengalami luka ringan hingga parah akibat trauma benturan.
Tujuh dari data korban di antaranya, termasuk korban anak-anak dan seorang pemuda bernama Abi (23) yang mengalami fraktur pada lengan kanan bawah, langsung dilarikan ke RSU Ben Mari Pakisaji.
Sementara itu, dua korban lainnya, yakni Sri Rahayuwati dan Hartiwi yang mengalami dugaan fraktur tulang bahu serta pendarahan akibat luka di bagian wajah dirujuk ke RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang guna mendapatkan penanganan medis intensif.
Di saat yang sama, tim SAR gabungan bahu-membahu menyingkirkan material kayu menggunakan gergaji mesin.
Luasnya sebaran dahan dan besarnya ukuran batang pohon sempat menimbulkan kemacetan panjang dari kedua arah, baik lajur utara maupun selatan.
Setelah berlangsung beberapa jam dengan skema evakuasi yang sistematis, akses jalan raya berhasil dibersihkan dan arus lalu lintas perlahan kembali normal.
Hingga berita ini diturunkan, jumlah total kerugian material masih dalam proses pendataan secara komprehensif oleh pihak berwenang.
Kejadian ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi masyarakat akan bahaya merusak atau membakar vegetasi di area tepi jalan umum. (Gih)
