
newsnoid.com, Surabaya– Kontingen Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABERSI) Kota Malang mencatatkan sejarah baru. Tim lifter muda Kota Malang berhasil keluar sebagai Juara Umum pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Junior 18 Tahun 2026 yang digelar di Grand City Surabaya, 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Dominasi ini bukan kebetulan. Sepanjang tiga hari pertandingan, atlet-atlet binaan PABERSI Kota Malang tampil konsisten di hampir semua nomor yang dilombakan. Hasilnya, perolehan medali emas, perak, dan perunggu Kota Malang unggul jauh dari kontingen daerah lain di Jawa Timur.
Di sektor putri, Belva Devara Putri menjadi sorotan utama. Turun di kelas sub-52 kg, Belva menyapu bersih dua medali emas. Total angkatan yang dibukukannya mencapai 287,5 kg.
Disusul Zulfa Nur Aprilia di kelas sub-57 kg yang menyumbang dua medali perak dengan total angkatan 235 kg. Shania Agnes Dwi A. juga tampil solid di kelas sub-69 kg.
Ia mempersembahkan satu medali perak dan satu medali perunggu dengan total angkatan 227,5 kg.
Satu lagi penyumbang emas datang dari Salsabella Siti. Bertarung di kelas 76 kg, Salsabella berhasil meraih satu medali emas dan satu medali perunggu. Total angkatannya menembus 332,5 kg.
Kekuatan Kota Malang di sektor putra bahkan lebih menonjol. Risqi Maulana di kelas sub-53 kg tampil dominan dan memborong dua medali emas. Total angkatan yang dicatatkannya adalah 420 kg.
Kevin Marchelliano di kelas 83 kg juga tak mau kalah. Ia meraih satu medali emas dan satu medali perak dengan total angkatan 462,5 kg.
Prestasi terbaik putra disumbang Maulana Idrus di kelas 74 kg. Ia berhasil mempersembahkan dua medali emas sekaligus dengan total angkatan luar biasa 545 kg.
Penampilan penutup datang dari Syahansyah di kelas 93+ kg. Meski bersaing di kelas terberat, ia tetap mampu menyumbang dua medali perak untuk Kota Malang dengan total angkatan 600 kg.
Ketua Umum PABERSI Kota Malang, Sony Rudiwiyanto, mengatakan bahwa gelar Juara Umum ini sebagai bukti pembinaan usia muda yang dilakukan selama ini berada di jalur yang benar.
“Alhamdulillah, hasil ini menjadi kebanggaan bagi Kota Malang. Anak-anak bertanding dengan penuh semangat dan mampu menunjukkan kualitas terbaiknya. Gelar juara umum ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang kami lakukan berjalan di jalur yang benar,” ujar Sony Senin, (3/8/ 2026).
Menurut Sony, di balik gemilangnya prestasi para atlet ada peran besar dari pelatih senior PABERSI Kota Malang, Soewito, yang akrab disapa Pak Ambon. Mantan atlet angkat berat nasional itu telah puluhan tahun mengabdikan diri membina generasi muda.
“Gelar juara umum ini adalah hasil dari proses latihan yang panjang, disiplin, dan kerja keras Pak Ambon bersama seluruh tim pelatih,” ungkap Sony.
Ia menambahkan, prestasi tidak lahir secara instan. Semua berawal dari latihan rutin, kedisiplinan, dan komitmen pelatih yang bekerja tanpa banyak sorotan.
Dengan hasil ini, Kota Malang kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu barometer pembinaan angkat berat paling kompetitif di Jawa Timur.
Sony berharap gelar juara umum ini tidak membuat tim berpuas diri. Justru sebaliknya, harus menjadi motivasi untuk menatap kejuaraan yang lebih tinggi.
“Gelar juara umum ini bukan tujuan akhir. Kami ingin melahirkan lebih banyak atlet yang mampu mengharumkan nama Kota Malang di tingkat nasional hingga internasional. Karena itu, pembinaan harus terus berjalan dan mendapat dukungan penuh,” tegasnya.
Keberhasilan di Kejurprov Junior 2026 ini diharapkan menjadi modal penting bagi PABERSI Kota Malang untuk menghadapi Kejuaraan Nasional Junior dan ajang multi-event lainnya dalam waktu dekat.
Dengan komposisi atlet muda yang merata di putra dan putri, serta sistem pembinaan yang sudah terbukti, publik angkat berat Jatim kini menaruh harapan besar kepada Kota Malang untuk kembali mengulang prestasi di level yang lebih tinggi. (win)
