• Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com
Newsnoid
No Result
View All Result
No Result
View All Result
newsnoid.com
No Result
View All Result
Home Jawa Timur

Arema Voice Mundur dari FM11, Pilih Jaga Silaturahmi dengan Aremania

21 Agustus 2026
in Jawa Timur, Musik, newsnoid.com, Terbaru
Bagikan

 

Arema Voice Mundur dari Festival Malang Mbois11, Pilih Jaga Silaturahmi dengan Aremania (ft ist)

newsnoid.com, Malang— Arema Voice memastikan tidak akan tampil dalam gelaran Malang Mbois11. Keputusan tersebut diambil setelah vokalis Wahyoe bersama seluruh personel melakukan rembuk internal dan mencermati dinamika yang berkembang di kalangan Aremania menyusul polemik mural “Malang The Glory Land”.

RelatedPosts

“ROCK ON FIRE: TRIBUTE TO YNGWIE MALMSTEEN” HADIR 12 SEPTEMBER 2026

Jumat Berkah Rutin Kunjungi Panti Asuhan dan LKS di Karangploso, Ajak Masyarakat Luaskan Kepedulian

“Mlaku Fest” Pelajar di Kota Batu Diwarnai Aksi Siswa SD Sawer Biduan, K3S Akui Kurang Pantas

Wahyoe menegaskan, keputusan tersebut bukan bentuk penolakan terhadap Malang Mbois11 maupun pihak penyelenggara. Langkah itu murni merupakan keputusan bersama yang dilandasi pertimbangan untuk menjaga hubungan, komunikasi, dan silaturahmi yang selama ini telah terjalin antara Arema Voice dan Aremania.

Menurut Wahyoe, situasi terkait persoalan mural hingga kini masih menjadi perhatian dan tensinya dinilai belum sepenuhnya mereda.

Dalam kondisi tersebut, Arema Voice memilih mengambil sikap dengan mengedepankan persaudaraan serta kondusivitas Kota Malang.

“Yo intine, ayas ndelok kondisi Aremania masalah mural iku dino iki terus memanas. Arema Voice sendiri sejak berdiri sampai sekarang selalu membangun silaturahmi dengan Aremania. Kalau Arema Voice tetap main, rasanya sia-sia perjuangan yang selama ini kita bangun bersama,” ungkap Wahyoe.(21/8/2026)

Ia menyebut perjalanan Arema Voice sejak berdiri tidak terlepas dari dukungan dan kedekatan dengan Aremania.

Karena itu, keputusan untuk tidak tampil dinilai sebagai pilihan yang lebih bijak daripada membiarkan kehadiran mereka di atas panggung justru menambah dinamika di tengah situasi yang belum sepenuhnya kondusif.

Di sisi lain, Wahyoe berharap polemik mural “Malang The Glory Land” dapat segera menemukan penyelesaian. Ia menyambut baik adanya itikad dari pihak penyelenggara yang disebut siap mengembalikan mural di kawasan Stadion Gajayana seperti kondisi sebelumnya.

Tak hanya itu, menurut Wahyoe, terdapat pula upaya komunikasi dengan keluarga almarhum Nyek, sosok yang berkaitan dengan pembuatan mural tersebut. Bahkan, terdapat rencana untuk kembali menggambar mural pada tembok yang sebelumnya menjadi lokasi mural.

“Yo wes, sing penting mugo masalah iki ndang mari. Apomane penyelenggara di Gajayana siap mbalekno maneh mural seperti sedia kala. Juga ono itikad baik mereka nang omahe almarhum Nyek sing gawe mural Malang The Glory Land. Ndisik sing gawe mural ate gambar maneh ditembok iku,” ujarnya.

Wahyoe menekankan, keputusan Arema Voice tidak dimaksudkan untuk memperlebar persoalan. Sebaliknya, ia berharap semua pihak dapat menahan diri dan memberikan ruang bagi proses penyelesaian agar berjalan secara baik, terbuka dan bermartabat.

Ia juga mengajak Aremania serta masyarakat Kota Malang untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Bagi Wahyoe, musik dan seni semestinya menjadi medium untuk mempererat persaudaraan serta menghadirkan energi positif bagi masyarakat.

“Yang penting sekarang bagaimana masalah ini segera selesai. Kita berharap semua pihak punya itikad baik. Arema Voice tetap ingin menjaga silaturahmi dan persaudaraan dengan Aremania,” tegasnya.

Keputusan mundur dari Malang Mbois11 tersebut menjadi sikap kolektif Arema Voice setelah melalui pembahasan bersama seluruh personel.

Di tengah dinamika yang berkembang, mereka memilih menempatkan hubungan dengan Aremania dan kepentingan menjaga kondusivitas Kota Malang sebagai pertimbangan utama.

Wahyoe berharap sikap tersebut dapat dipahami secara proporsional dan tidak dimaknai sebagai bentuk permusuhan terhadap penyelenggara.

Ia menegaskan, Arema Voice tetap mendukung kemajuan seni dan industri kreatif di Kota Malang, sembari berharap polemik mural “Malang The Glory Land” segera berakhir melalui penyelesaian yang mengedepankan itikad baik, persaudaraan, dan suasana damai.(win)

ShareSend
Next Post
“ROCK ON FIRE: TRIBUTE TO YNGWIE MALMSTEEN” HADIR 12 SEPTEMBER 2026

"ROCK ON FIRE: TRIBUTE TO YNGWIE MALMSTEEN" HADIR 12 SEPTEMBER 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • “ROCK ON FIRE: TRIBUTE TO YNGWIE MALMSTEEN” HADIR 12 SEPTEMBER 2026
  • Arema Voice Mundur dari FM11, Pilih Jaga Silaturahmi dengan Aremania
  • Jumat Berkah Rutin Kunjungi Panti Asuhan dan LKS di Karangploso, Ajak Masyarakat Luaskan Kepedulian
  • “Mlaku Fest” Pelajar di Kota Batu Diwarnai Aksi Siswa SD Sawer Biduan, K3S Akui Kurang Pantas
  • Can A Rock Mundur dari Festival Mbois 11 Buntut Polemik Mural “Malang Menyala Bersama”

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025

Categories

  • Jawa Timur
  • Musik
  • newsnoid.com
  • Olahraga
  • Terbaru
  • Uncategorized
  • Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.