
newsnoid.com, Malang — Grup musik Arca Tatasawara tampil memukau pada hari terakhir FM11 yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (23/8/2026).
Penampilan mereka menjadi warna dari yang menghadirkan beragam karya dan pertunjukan seni
Arca Tatasawara tampil di tengah suasana Stadion Gajayana yang dipadati penonton. Kehadiran mereka mendapat sambutan antusias dari para pengunjung yang menikmati rangkaian pertunjukan musik hingga malam hari.
Disinggung terkait insiden “Malang Glory Land” Nova mengatakan bahwa pihaknya sangat menyayangkannya, Ia murni berkreatifitas berkesenian
“Menurut saya sangat di sayangkan karena efeknya banyak sekali, yang jelas itu salah satu dinamika untuk kita semua agar belajar lebih dewasa, keberadaan kami Sekedar berkarya menyampaikan dan mempertahankan budaya leluhur bangsa serta menambah seduluran, respect dan hormat kami juga kepada semua band, baik yang mundur maupun yang tetap main,” ungkap Kaji Nova panggilan akrabnya (24/8/2026)
Vokalis Arca Tatasawara, Nova, mengaku senang bisa menjadi bagian dari rangkaian penutupan FM11. Menurutnya, kesempatan tampil di tengah perhelatan kreatif seperti Festival Mbois menjadi pengalaman yang berkesan bagi Arca Tatasawara.
“Kami sangat senang bisa tampil di FM 11, apalagi ini menjadi bagian dari malam penutupan, energinya luar biasa, penonton juga sangat antusias, buat kami, ini bukan hanya soal tampil di atas panggung, tetapi juga kesempatan untuk bertemu dan berbagi energi dengan teman-teman musisi serta penonton di Kota Malang,” ujar Nova.
Nova berharap keberadaan event yang mewadahi seni budaya dapat terus menjadi ruang bagi musisi lokal untuk berkembang dan memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat luas.
“Semoga Festival yang lain terus ada dan semakin besar, mudah-mudahan semakin banyak ruang bagi musisi dan pelaku kreatif untuk berkarya, kami juga ingin terus memberikan karya terbaik dan bisa kembali bertemu dengan penonton di berbagai kesempatan,” tambahnya.
Arca Tatasawara adalah grup musik etnik world music asal Malang, Jawa Timur, yang mengusung misi melestarikan warisan leluhur dan situs candi Nusantara melalui perpaduan alat musik tradisional dan modern.
Asal-Usul dan Filosofi
Asal Nama: Terinspirasi dari pahatan relief pemusik pada abad ke-13 di Candi Jago, Tumpang, Malang, dari masa Kerajaan Singhasari.
Makna Nama: Berarti “keindahan bunyi yang kokoh tertata”. (win)