
newsnoid.com, Malang– Bersiap kembali ke masa lalu! Sebuah kampung di Tanjungrejo, Kota Malang, bakal berubah wajah menjadi kawasan penuh nostalgia dalam Festival Tanjung Tempo Doeloe, 3–5 September 2026.
Bukan sekadar festival seni atau bazar biasa. Selama tiga hari, masyarakat akan diajak merasakan kembali atmosfer kehidupan kampung tempo doeloe yang identik dengan keakraban, kebersamaan, gotong royong dan berbagai aktivitas sederhana yang kini mulai jarang ditemui.
Mengusung tema “Menghidupkan Kembali Semangat Kampung Tempoe Doeloe”, festival ini digelar di Poros Gang 9 Tanjungrejo RW 03 (Bala Sarbin).
Acara berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB dan menariknya, gratis untuk masyarakat umum.
Begitu memasuki kawasan festival, pengunjung akan disuguhi suasana yang sengaja dikemas dengan sentuhan masa lalu. Dekorasi dan atmosfer kampung menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan.
Namun, yang membuat Festival Tanjung Tempo Doeloe berbeda adalah keterlibatan langsung masyarakat. Warga RW 03 tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi bagian dari pertunjukan dan kemeriahan acara.
Sejumlah penampilan seni juga telah disiapkan untuk menghidupkan suasana. Di antaranya Budi Ayuga Dancer, Wisanggani Percussion, dan Sanggar Tari Wijaya Kusuma Malang.
Perpaduan seni, musik, tari dan kreativitas warga tersebut dipastikan membuat suasana kampung semakin semarak ketika sore mulai berganti malam.
Bagi pecinta kuliner, festival ini juga menghadirkan bazar UMKM dan aneka kuliner. Pengunjung bisa menikmati sajian makanan sambil menyaksikan pertunjukan dan merasakan atmosfer kampung yang dibuat berbeda dari biasanya.
Lebih jauh, festival ini membawa pesan tentang pentingnya menjaga ingatan terhadap perjalanan sebuah kampung.
Di tengah kehidupan modern yang semakin cepat, Festival Tanjung Tempo Doeloe menjadi pengingat bahwa ada nilai-nilai lama yang tetap relevan hingga sekarang: gotong royong, saling mengenal, saling membantu dan menjadikan kampung sebagai ruang bersama.
Festival ini juga menjadi jembatan antargenerasi. Generasi muda dapat mengenal cerita dan budaya kampung dari para orang tua serta sesepuh, sementara generasi yang lebih tua memiliki ruang untuk kembali mengenang masa ketika kehidupan kampung begitu dekat dan penuh interaksi.
Tiga hari pelaksanaan bukan hanya tentang hiburan. Ada cerita, kenangan dan kebersamaan yang ingin dihidupkan kembali.
Karena itu, Festival Tanjung Tempo Doeloe layak menjadi salah satu agenda yang dinantikan warga Malang awal September mendatang.
Catat tanggalnya: 3–5 September 2026, mulai pukul 16.00–22.00 WIB di Poros Gang 9 Tanjungrejo RW 03 (Bala Sarbin). Gratis untuk umum.
Mari tinggalkan sejenak hiruk-pikuk kehidupan modern dan kembali menikmati suasana kampung yang hangat.
Datang, nikmati dan rasakan sendiri kemeriahan Kampung Tempo Doeloe!
(win)
