• Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com
Newsnoid
No Result
View All Result
No Result
View All Result
newsnoid.com
No Result
View All Result
Home Jawa Timur

PUSPA Gayatri Diperkuat hingga Desa, Pemkab Sidoarjo Dorong Deteksi Dini Persoalan Perempuan dan Anak.

1 September 2026
in Jawa Timur, newsnoid.com, Terbaru
Bagikan

 

PUSPA Gayatri Diperkuat hingga Desa, Pemkab Sidoarjo Dorong Deteksi Dini Persoalan Perempuan dan Anak.

NEWSNOID.COM, SIDOARJO — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memperkuat peran Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Gayatri sebagai jejaring masyarakat yang membantu pemerintah mendeteksi lebih dini persoalan perempuan dan anak.

RelatedPosts

Semarak HUT Ke-81 RI Mimik Idayana Keliling Sidoarjo Sapa Warga dan Dorong Gotong Royong.

Wabup Mimik Resmikan Gapura Jogosatru, Simbol Identitas Desa yang Berbatasan dengan Krian.

Angkutan Pelajar Gratis Kota Malang Resmi Beroperasi, 15 Rute Siap Antar-Jemput Siswa

Penguatan dilakukan dengan mengoptimalkan jejaring yang telah terbentuk di tingkat desa.

Sebanyak 76 Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) di 15 kecamatan menjadi salah satu modal penting untuk memperluas jangkauan deteksi dan penanganan persoalan di lapangan.

Upaya tersebut dibahas dalam audiensi Forum PUSPA Gayatri bersama Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana di Rumah Dinas Wakil Bupati Sidoarjo, Senin (31/8/2026).

Pertemuan itu juga melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) serta Forum PUSPA Gayatri Jawa Timur.

Mimik mengatakan, persoalan perempuan dan anak membutuhkan penanganan sejak gejala awal muncul.

Karena itu, keberadaan jejaring hingga tingkat desa harus dimanfaatkan untuk memastikan persoalan tidak terlambat diketahui.

“Deteksi dini ini penting. Jangan sampai persoalan perempuan dan anak baru ditangani setelah menjadi masalah besar. Dengan adanya jejaring sampai tingkat desa, kita berharap persoalan bisa lebih cepat ditemukan dan dikoordinasikan dengan perangkat daerah yang memiliki kewenangan,” ujar Mimik.

Menurut dia, penguatan PUSPA tidak dimaksudkan untuk membentuk forum baru di tingkat desa. Pemerintah justru ingin memperkuat jejaring dan kelembagaan yang telah berjalan melalui koordinasi serta pendampingan.

Kolaborasi tersebut, kata Mimik, juga dapat diintegrasikan dengan Ruang Bersama Indonesia (RBI) sehingga berbagai kebutuhan masyarakat di tingkat bawah dapat lebih cepat terhubung dengan perangkat daerah terkait.

“Yang kita bangun adalah kolaborasinya. Forum PUSPA dapat menjadi bagian dari pendampingan dan membantu melihat kebutuhan di lapangan, kemudian dikoordinasikan dengan dinas terkait agar penanganannya tepat,” katanya.

Kepala Dinas PMD Sidoarjo Probo Agus Sunarno menilai desa memiliki posisi strategis dalam upaya perlindungan perempuan dan anak.

Sebagai pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat, desa dinilai memiliki akses paling awal untuk mengetahui persoalan yang muncul.

“Desa memiliki posisi yang sangat strategis karena paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, koordinasi dengan desa perlu diperkuat agar ketika ada indikator atau persoalan yang belum terpenuhi, dapat segera diketahui dan dicarikan tindak lanjut bersama,” kata Probo.

Ia menegaskan, penguatan jejaring tersebut tidak diarahkan untuk memperbanyak kelembagaan di desa.

Sebaliknya, forum dan perangkat yang telah ada perlu saling melengkapi sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

“Prinsipnya bukan memperbanyak forum, tetapi memperkuat fungsi dan koordinasi yang sudah ada,” tegasnya.

Saat ini, 76 DRPPA tersebar di Kecamatan Sedati, Buduran, Jabon, Sukodono, Waru, Wonoayu, Taman, Sidoarjo, Krembung, Balongbendo, Tarik, Tanggulangin, Tulangan, Candi, dan Krian.

Keberadaan DRPPA tersebut dinilai menjadi infrastruktur sosial yang penting untuk memperkuat deteksi dini sekaligus memastikan pemenuhan hak perempuan dan anak berlangsung hingga tingkat paling dekat dengan masyarakat.

Kepala Dinas P3AKB Sidoarjo Heni Kristiani mengatakan, perlindungan perempuan dan anak tidak cukup dilakukan ketika persoalan sudah terjadi. Pendekatan harus dimulai dari hulu melalui pencegahan, deteksi dini, hingga pendampingan.

Sejumlah persoalan seperti anak berisiko putus sekolah, masalah pengasuhan, hingga perempuan usia produktif yang belum bekerja, menurut Heni, membutuhkan perhatian bersama dan respons lebih awal.

“Ketika ada anak yang berisiko putus sekolah atau sudah tidak sekolah, misalnya, jangan sampai kita hanya mengetahui setelah masalah terjadi, forum di lapangan dapat menjadi mata dan telinga untuk melakukan deteksi dini,” ujarnya.

Dengan memperkuat jejaring yang sudah ada, Pemkab Sidoarjo berharap perlindungan perempuan dan anak tidak berhenti pada kebijakan di tingkat pemerintah daerah, tetapi hadir hingga lingkungan tempat masyarakat tinggal.

Deteksi lebih awal diharapkan membuat penanganan lebih cepat, terarah, dan sesuai kebutuhan. (Shadra)

ShareSend

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • PUSPA Gayatri Diperkuat hingga Desa, Pemkab Sidoarjo Dorong Deteksi Dini Persoalan Perempuan dan Anak.
  • Semarak HUT Ke-81 RI Mimik Idayana Keliling Sidoarjo Sapa Warga dan Dorong Gotong Royong.
  • Wabup Mimik Resmikan Gapura Jogosatru, Simbol Identitas Desa yang Berbatasan dengan Krian.
  • Angkutan Pelajar Gratis Kota Malang Resmi Beroperasi, 15 Rute Siap Antar-Jemput Siswa
  • Bukan Sekadar Festival, Kampung Tanjungrejo Disulap Jadi Dunia Tempo Doeloe Selama Tiga Hari

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025

Categories

  • Jawa Timur
  • Musik
  • newsnoid.com
  • Olahraga
  • Terbaru
  • Uncategorized
  • Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.