
YNGWIE MALMSTEEN ROCK ON FIRE 12 SEPTEMBER 2026 LIVE ANANG KARAOKE KOTA MALANG
NEWSNOID.COM, MALANG– Dunia musik Kota Malang kembali menghadirkan sosok musisi yang konsisten menjaga eksistensi sekaligus mengembangkan kreativitasnya.
Salah satunya adalah Hariust Agung, gitaris yang dikenal dengan karakter permainan speed, shred, hingga metal, sekaligus aktif sebagai pengajar dan penggerak komunitas gitar di Malang.
Kecintaannya terhadap musik tumbuh sejak usia dini. Hariust lahir dari keluarga yang memiliki latar belakang seni.
Keluarganya dikenal sebagai seniman sekaligus pembuat alat musik tradisional seperti kulintang dan angklung.
Selain itu, keluarganya juga aktif dalam permainan musik keroncong maupun band instansi.
Memasuki masa remaja, Hariust mulai aktif mengikuti kegiatan paduan suara sekolah dan operet. Pada era 1990-an, ia mendapatkan gitar pertamanya dan mulai mempelajari dasar-dasar teori serta permainan gitar
Berbagai komposisi musisi dan grup musik seperti Koes Plus, God Bless, Bee Gees hingga Chrisye turut memperkaya referensi musiknya.
Memasuki masa SMA, Hariust sempat menjadi vokalis sebelum kemudian memilih bass sebagai instrumen yang dimainkannya. Saat itu, ia banyak membawakan lagu-lagu dari band rock dalam negeri, seperti Jamrud, Boomerang, Voodoo, hingga Power Metal.
Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, ketertarikannya terhadap musik berkembang semakin serius.
Ia mulai mendalami permainan gitar elektrik dan banyak mengeksplorasi musik rock dengan tingkat permainan yang lebih kompleks.
Sejumlah nama besar seperti Yngwie Malmsteen, Dream Theater, Edane, Helloween, Joe Satriani dan Steve Vai menjadi bagian dari referensi musiknya.
Namun, karakter permainan lead rock Hariust paling banyak dipengaruhi oleh Yngwie Malmsteen dan Edane.
Memasuki era 2000-an, Hariust aktif mengikuti berbagai kompetisi band di tingkat Jawa-Bali. Dari sejumlah kompetisi tersebut, ia berhasil meraih beberapa penghargaan, termasuk kategori The Best Bass dan The Best Guitar.
Tidak hanya tampil sebagai pemain musik, Hariust juga mulai serius menciptakan karya instrumental.
Sekitar tahun 2005, ia mulai menggarap sejumlah karya solo dengan pendekatan electric guitar dan orkestrasi.
Salah satu konsep yang dikembangkannya adalah mengaransemen lagu-lagu nasional dan daerah Indonesia menjadi komposisi rock dan orchestral guitar.
Beberapa lagu yang menjadi materi garapannya antara lain Syukur, Bendera, Tanah Airku, 17 Agustus dan Yamko Rambe Yamko.
Dalam waktu dekat, Hariust juga mempersiapkan perilisan album instrumental electric guitar orchestra yang secara khusus mengangkat lagu-lagu nasional Indonesia.
Selain itu, sejumlah karya lagu bergenre pop yang diciptakannya juga tengah dipersiapkan untuk dirilis.
Aktif Membangun Komunitas Gitar Malang
Kecintaan terhadap musik kemudian mendorong Hariust untuk tidak hanya berkarya secara personal, tetapi juga membangun ruang bagi musisi dan gitaris muda.
Pada 2012, aktif di dunia media gitar nasional, termasuk pemilik Majalah Gitar Plus serta penggagas event Gitaran Sore, Hariust ikut menginisiasi berdirinya komunitas gitar pertama di Malang, MAGIC (Malang Guitar Community).
Komunitas tersebut menjadi salah satu wadah bagi para gitaris Malang untuk berkumpul, berkarya dan terlibat dalam berbagai perhelatan musik hingga saat ini.
Perhatiannya terhadap regenerasi musisi semakin kuat pada 2015. Hariust mulai aktif melatih generasi muda Malang melalui Komunitas Malang Bergitar yang didirikannya.
Dari berbagai aktivitas tersebut, muncul banyak gitaris muda yang kemudian berani tampil dan mengembangkan karya.
Ia juga aktif di Guitarisick Malang, sebuah wadah bagi sesama musisi untuk berkarya dan bertukar pengalaman.
Sejumlah gitaris muda turut berkembang melalui intensitas kegiatan komunitas tersebut, di antaranya Yasha Andriano dari Kota Batu, Oka yang dikenal di skena metal modern Malang, serta Gisel, Joe dan sejumlah gitaris lainnya.
Bagi Hariust, keberanian tampil dan menciptakan karya menjadi bagian penting dalam proses regenerasi musisi.
Musisi, Pengajar hingga Konten Kreator
Selain aktif bermusik dan mengelola komunitas, Hariust juga menjalani berbagai aktivitas kreatif.
Ia dikenal sebagai pengajar musik, instruktur marching band, desainer 3D arsitektural hingga konseptor wisata di berbagai lokasi di Indonesia.
Di era digital, aktivitas bermusiknya juga dikembangkan melalui berbagai platform media sosial.
Dengan nama kanal Joe Guitarian, ia membuat berbagai konten seputar gitar, mulai dari lesson, teknik permainan, tips hingga berbagai materi edukasi gitar.
Hariust juga mengembangkan bisnis gitar dengan brand miliknya sendiri, HRS Guitar. Produk gitar tersebut tidak hanya dipasarkan di Indonesia, tetapi juga telah menjangkau konsumen hingga luar negeri.
Siapkan proyek Duo Rock Pop, kini, Hariust Agung tengah memfokuskan energi kreatifnya pada proyek baru.
Ia berencana membentuk sebuah grup duo dengan konsep rock pop industri yang dipadukan dengan instrumental gitar.
Meski konsep musik yang diusung akan lebih luas, karakter permainan Hariust tidak akan ditinggalkan.
Permainan cepat dengan teknik speed, shred dan sentuhan metal tetap menjadi ciri khas yang melekat dalam permainan gitarnya.
Perjalanan Hariust menunjukkan bahwa musik tidak hanya tentang tampil di atas panggung. Baginya, musik juga menjadi ruang untuk menciptakan karya, mendidik generasi muda, membangun komunitas serta memperkenalkan warna musik gitar Indonesia kepada khalayak yang lebih luas.
Dengan sejumlah karya dan proyek yang tengah dipersiapkan, Hariust Agung kini bersiap memasuki babak baru perjalanan musiknya, membawa karakter gitar rock yang telah menjadi identitasnya selama bertahun-tahun. (yun)
