
NEWSNOID.COM, SIDOARJO – Status bebas rabies tidak membuat Kabupaten Sidoarjo lengah. Pemerintah daerah tetap memperkuat langkah pencegahan dengan memberikan vaksinasi rabies gratis bagi hewan peliharaan masyarakat.
Vaksinasi yang digelar Dinas Pangan dan Pertanian (DPPP) Kabupaten Sidoarjo di Klinik Hewan atau Puskeswan Sidoarjo, Jumat (18/9/2026), menyasar sejumlah hewan yang berpotensi menjadi penular rabies, seperti anjing, kucing, dan kera.
Kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan peringatan World Rabies Day 2026. Selain vaksinasi, momentum ini dimanfaatkan pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kesehatan hewan memiliki kaitan erat dengan kesehatan manusia.
Kepala Bidang Produksi Peternakan dan Kesehatan Masyarakat DPPP Sidoarjo, Drh. Erwin Priatmoko, mengatakan kewaspadaan tetap diperlukan meski Sidoarjo dan Jawa Timur telah dinyatakan bebas rabies.
“Walaupun Sidoarjo bebas rabies, dan Jawa Timur juga bebas rabies, tapi kita tetap harus waspada bahwa rabies itu sangat berbahaya buat manusia,” ujar Erwin.
Menurut dia, pencegahan tidak cukup hanya dilakukan ketika muncul kasus. Vaksinasi terhadap hewan peliharaan menjadi salah satu langkah penting untuk mempertahankan status bebas rabies sekaligus melindungi masyarakat.
Erwin juga menekankan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia atau zoonosis.
“Kita harus tahu bahwa 60 persen penyakit pada manusia itu berasal dari hewan atau yang disebut dengan zoonosis,” katanya.
Rabies menjadi salah satu penyakit zoonosis yang mendapat perhatian serius karena dapat berakibat fatal setelah seseorang terinfeksi.
Risiko penularan terutama perlu diwaspadai melalui gigitan hewan yang terinfeksi.
Karena itu, DPPP Sidoarjo memastikan program vaksinasi hewan akan terus dilakukan secara rutin.
Tidak hanya rabies, pemerintah daerah juga menyediakan vaksin untuk mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK).
“Saat ini kami punya vaksin PMK, penyakit mulut dan kuku, dan rabies. Insyaallah kami akan tetap melakukan rutin,” kata Erwin.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan hewan sekaligus memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat.
Bagi pemerintah, mempertahankan daerah tetap bebas rabies membutuhkan kewaspadaan dan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan. (Shadra)
