
NEWSNOID.COM, SIDOARJO – Jalan Desa Durungbedug, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (20/9/2026) pagi, tak sekadar menjadi ruang bagi warga untuk berolahraga.
Ruas jalan sepanjang sekitar satu kilometer itu berubah menjadi ruang publik sekaligus pasar terbuka yang mempertemukan masyarakat dengan pelaku usaha lokal.
Ribuan warga memadati kawasan tersebut dalam pelaksanaan perdana Car Free Day (CFD) dan Bazar UMKM yang digagas Pemerintah Desa Durungbedug.
Jalan santai dan senam bersama menjadi bagian dari kegiatan, tetapi geliat produk lokal menjadi warna lain yang menonjol sejak pagi.
Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana S.AP. melihat momentum tersebut sebagai peluang untuk menjadikan CFD desa bukan sekadar agenda olahraga mingguan, melainkan ruang yang mampu menciptakan perputaran ekonomi bagi masyarakat.
“CFD dan Bazar UMKM ini kami harapkan tidak berhenti sebagai kegiatan perdana. Masyarakat bisa berolahraga, menikmati ruang publik, sekaligus membeli produk lokal dengan harga terjangkau,” ujar Mimik.
Menurut Mimik, keberadaan ruang publik yang dipadukan dengan aktivitas perdagangan dapat membuka akses pasar yang lebih dekat bagi pelaku UMKM.
Karena itu, ia meminta keterlibatan pelaku usaha diperluas agar produk yang ditawarkan semakin beragam dan kegiatan tersebut memiliki daya tarik yang berkelanjutan.
Ia bahkan mendorong CFD Durungbedug digelar secara rutin, termasuk kemungkinan setiap Minggu.
Pelaku usaha berskala lebih besar juga diharapkan ikut mengambil bagian sehingga aktivitas ekonomi tidak hanya bergerak di antara pelaku UMKM.
“Saya mengimbau para pegiat UMKM untuk berpartisipasi secara kontinu. Kalau memungkinkan, kegiatan ini bisa digelar setiap Minggu. Pengusaha skala besar juga dapat ikut meramaikan,” katanya.
Bagi Mimik, nilai CFD tidak berhenti pada transaksi ekonomi. Kehadiran warga dalam satu ruang yang sama juga membuka kesempatan memperkuat interaksi sosial dan kebersamaan di tingkat desa.
“CFD di tingkat desa memang belum banyak. Dengan kegiatan seperti ini dan keterlibatan para pelaku UMKM, kami berharap perekonomian masyarakat semakin bergerak. Saya mengapresiasi Pemerintah Desa Durungbedug,” tuturnya.
Dukungan terhadap UMKM, lanjut Mimik, juga perlu diperkuat dari sisi permodalan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, kata dia, siap membantu pelaku usaha melalui akses kredit dengan bunga ringan bagi warga yang membutuhkan tambahan modal.
“Pemkab siap memberikan kredit dengan bunga ringan bagi UMKM yang membutuhkan modal usaha.
Pemerintah desa bisa membantu melengkapi persyaratannya agar prosesnya lebih cepat,” imbuhnya.
Lahir dari Swadaya Warga
Kepala Desa Durungbedug M. Iskak mengatakan, CFD dan Bazar UMKM tersebut lahir dari inisiatif serta swadaya masyarakat. Pemerintah desa memilih membuka ruang bagi warga untuk menghidupkan kawasan desa sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi yang dimiliki.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Ini murni swadaya masyarakat. Mudah-mudahan terus berjalan dan ke depan bisa lebih baik, termasuk dengan menambah jumlah stan UMKM,” ujar Iskak.
Ia mengatakan, bazar tersebut menjadi kesempatan bagi warga untuk memperkenalkan produk unggulan desa kepada masyarakat yang datang.
Sejumlah komoditas pertanian, seperti sayuran dan padi, turut ditampilkan.
Menurut Iskak, pemerintah desa juga tidak ingin kegiatan ekonomi berhenti pada promosi. Warga yang membutuhkan tambahan modal usaha akan dibantu memperoleh akses pembiayaan.
“Kami menyiapkan produk unggulan desa, terutama sayuran dan padi. Pemdes Durungbedug juga siap memfasilitasi warga yang ingin mengajukan kredit UMKM ke Bank Delta Artha,” katanya.
Dengan konsep tersebut, CFD Durungbedug mulai diarahkan bukan hanya sebagai agenda rekreatif di akhir pekan.
Kegiatan itu menjadi upaya menghubungkan ruang publik, aktivitas warga, promosi produk lokal, dan akses permodalan dalam satu ekosistem ekonomi desa.
Bagi Durungbedug, langkah pertama telah dimulai. Tantangannya kini adalah menjaga agar keramaian Minggu pagi itu tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi berkembang menjadi pasar yang konsisten bagi produk dan usaha masyarakat setempat. (Shadra)
