
NEWSNOID.COM | MALANG – Kepengurusan baru DPC Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kota Malang resmi dilantik di The Alana Hotel, Kamis (15/10/2026).
Momentum ini menjadi tantangan bagi pengurus di bawah kepemimpinan Raynaldi Angga Sazali atau Pay untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus membawa karya lokal menembus pasar global.
Mengusung tema “Kreatif Berekspresi, Tangguh Berekspansi”, pelantikan tersebut dihadiri Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian, Ketua DPW Gekrafs Jawa Timur Rian Septrianto Maulana, anggota DPR RI Komisi VII H. Ma’ruf Mubarok, Wali Kota Malang Ir. Wahyu Hidayat, serta Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan, predikat Kota Malang sebagai Kota Kreatif Dunia UNESCO bidang Media Arts harus dibuktikan melalui karya berkualitas, pertumbuhan usaha kreatif, dan terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat.
Menurut Wahyu, potensi ekonomi kreatif Kota Malang sangat besar, terutama karena ditopang anak muda dan mahasiswa yang menjadi bagian penting dari ekosistem kreatif kota.
“Pemerintah Kota Malang terbuka untuk terus bersinergi dengan Gekrafs dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Kita memiliki Malang Creative Center sebagai ruang bagi komunitas untuk bertumbuh, berjejaring, dan berkolaborasi,” ujar Wahyu.
Ia mendorong pengurus Gekrafs memanfaatkan Malang Creative Center (MCC), yang memiliki tujuh lantai untuk mendukung pengembangan berbagai subsektor ekonomi kreatif, mulai dari fesyen, film, gim, hingga musik.
Wahyu juga mengingatkan bahwa status Kota Kreatif Dunia bukan sekadar kebanggaan, melainkan tanggung jawab yang harus dijaga.
UNESCO secara berkala memantau perkembangan kota-kota dalam jejaring kreatifnya.
“Predikat Kota Kreatif Dunia yang ditetapkan UNESCO harus kita buktikan dengan semakin banyaknya karya berkualitas, tumbuhnya usaha kreatif, dan terbukanya lapangan kerja,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian berharap kepengurusan baru mampu memperluas manfaat organisasi hingga ke pelaku ekonomi kreatif di tingkat akar rumput.
“Pejuang ekonomi kreatif bukan hanya yang ada di permukaan, tetapi juga mereka di tingkat bawah. Mereka harus merasakan manfaat kehadiran Gekrafs,” kata Kawendra.
Ia menambahkan, jejaring Gekrafs di 18 negara dapat membuka peluang bagi produk dan karya kreatif Malang untuk memasuki pasar internasional.
Ketua DPC Gekrafs Kota Malang Pay menyatakan, langkah awal kepengurusannya adalah memetakan potensi pelaku ekonomi kreatif sebagai dasar penyusunan program kerja yang terarah.
“Pemetaan menjadi langkah pertama agar kami mengetahui potensi ekonomi kreatif di Kota Malang dan menentukan subsektor yang perlu dikembangkan. Setelah itu, kami menyusun kerangka kerja yang tepat,” ujar Pay.
Ia juga berkomitmen menjadikan Gekrafs sebagai organisasi inklusif yang merangkul pelaku usaha, komunitas, dan mahasiswa. Kolaborasi dengan berbagai ekosistem kreatif, termasuk melalui pemanfaatan MCC, akan menjadi bagian dari upaya memperluas ruang tumbuh bagi pelaku kreatif. (Red)



