
NEWSNOID.COM | MALANG, – Upaya membangun kemandirian dan karakter generasi muda melalui pendidikan serta ketahanan pangan terus didorong di Kabupaten Malang.
Salah satunya melalui kegiatan sambang sekolah dalam rangka panen perdana swasembada pangan berbasis sekolah yang digelar di Pondok Pesantren Al-Qur’an Assa’idiyyah, Kepanjen, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Bersinergi Menuju Sekolah Gratis Berbasis Ketahanan Pangan Demi Mewujudkan Generasi Sehat, Kreatif, dan Mandiri”. Momentum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan pesantren dalam membangun generasi yang berkualitas sekaligus memiliki semangat kemandirian.
Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, hadir bersama Mayjen TNI (Purn) Sudrajat, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta pengurus yayasan dan keluarga besar Pondok Pesantren Al-Qur’an Assa’idiyyah.
Dalam sambutannya, Lathifah menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar pesantren yang telah menerima kunjungan tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya peran pesantren dalam membentuk generasi muda yang berilmu, berkarakter, dan memiliki landasan agama yang kuat.
Menurutnya, kesempatan menempuh pendidikan di pesantren merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.
Para santri diharapkan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam ilmu agama sekaligus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.
Lathifah yang juga memiliki latar belakang sebagai santriwati itu mengingatkan para santri agar senantiasa menghormati dan menaati para kyai, pengasuh, serta guru yang membimbing mereka.
“Ketika orang tua sudah memberikan kepercayaan kepada anak-anak untuk belajar di pesantren, maka tugas para santri adalah bersungguh-sungguh dalam mengaji dan belajar, serta menghormati para kyai dan guru yang telah memberikan ilmu,” pesannya.
Ia juga memberikan motivasi agar para santri tidak menyia-nyiakan kesempatan menuntut ilmu. Dengan kedisiplinan, doa dan kesungguhan, diharapkan para santri mampu meraih cita-cita serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina sekaligus pendiri dan pengarah YSPN, Mayjen TNI (Purn) Sudrajat, mengaku terkesan dengan kondisi lingkungan dan fasilitas Pondok Pesantren Al-Qur’an Assa’idiyyah.
Ia menilai lingkungan pesantren yang bersih, tertata, dan nyaman merupakan modal penting dalam mendukung proses pendidikan serta membangun kebiasaan hidup disiplin di kalangan santri.
Sudrajat juga menyoroti peran strategis pesantren dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Menurutnya, lembaga pendidikan yang dikelola para kyai dan pengasuh pesantren turut membantu memenuhi kebutuhan pendidikan yang belum sepenuhnya terjangkau oleh lembaga pendidikan pemerintah.
Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk memberikan dukungan kepada para kyai, ustadz, dan pengelola pesantren yang telah berkontribusi dalam mendidik generasi penerus bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Sudrajat juga mengingatkan pentingnya membangun kedisiplinan melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mencontohkan kebiasaan merapikan tempat tidur, menjaga kebersihan kamar, menata barang pribadi serta melaksanakan tugas secara mandiri sebagai bagian dari pembentukan karakter.
Menurutnya, kedisiplinan tidak hanya diperlukan dalam lingkungan pendidikan militer, tetapi juga penting diterapkan dalam kehidupan santri agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan mandiri.
Di sisi lain, pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al-Qur’an Assa’idiyyah Kepanjen, Gus H. Ali Musthofa Asady, S.Psi., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi lembaganya untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas pendidikan pesantren.
Ia mengatakan, pihaknya memiliki komitmen menjadikan Assa’idiyyah sebagai pesantren percontohan yang mengedepankan lingkungan asri, kebersihan, kemandirian, serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Menurut Gus Ali, upaya tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh komponen pesantren, mulai dari pengasuh, tenaga pendidik, hingga para santri.
“Harapan kami ke depan, pesantren ini bisa menjadi pesantren percontohan dalam berbagai aspek. Ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi perjuangan bersama untuk menciptakan lingkungan pesantren yang asri, bersih, mandiri, dan ramah lingkungan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, Pondok Pesantren Al-Qur’an Assa’idiyyah yang berdiri sejak 2020 terus mengembangkan program pendidikan untuk meningkatkan kemampuan santri, termasuk melalui pembelajaran bahasa Arab dan bahasa Inggris secara intensif.
Program tersebut diharapkan dapat membekali para santri dengan kemampuan yang lebih luas sehingga mampu bersaing dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.
Saat ini, jumlah santri di Pondok Pesantren Al-Qur’an Assa’idiyyah mencapai sekitar 680 orang. Mereka berasal dari berbagai daerah, di antaranya Malang Raya, Madura, Jakarta, Batam, Pontianak, hingga Bali.
Gus Ali menambahkan, pihaknya terus melakukan pengembangan secara bertahap dengan memperhatikan kesiapan lembaga dan keberlanjutan program pendidikan.
Ia berharap, melalui dukungan pemerintah dan berbagai pihak, pesantren mampu memberikan kontribusi nyata dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas, mandiri, serta memiliki akhlakul karimah.
Pelaksanaan panen perdana swasembada pangan berbasis sekolah diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan kemandirian di lingkungan sekolah dan pesantren.
Melalui program berbasis ketahanan pangan, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga diharapkan dapat belajar mengenai proses produksi pangan, tanggung jawab, kedisiplinan, dan pentingnya menjaga lingkungan.
Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan pesantren diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung lahirnya generasi sehat, kreatif, produktif, dan mandiri.
Dengan demikian, pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan pengembangan keterampilan yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari serta masa depan bangsa.(yun)




















