
NEWSNOID.COM | MALANG – SMP Negeri 1 Kepanjen, Kabupaten Malang, menggelar kegiatan sambang sekolah dalam rangka panen perdana program swasembada pangan berbasis sekolah, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Bersinergi Menuju Sekolah Gratis Berbasis Ketahanan Pangan Demi Mewujudkan Generasi Sehat, Kreatif, dan Mandiri.”
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menanamkan kemandirian, kreativitas, serta kepedulian terhadap ketahanan pangan kepada para siswa sejak dini.
Melalui program ini, siswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan budidaya tanaman dan perikanan.
Ketua Dewan Pembina sekaligus pendiri dan pengarah Yayasan YSPN, Mayjen TNI (Purn) Sudrajat, yang hadir dalam kegiatan tersebut, turut memberikan motivasi kepada para siswa mengenai pentingnya penguasaan teknologi digital, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), serta pembentukan karakter dalam menghadapi tantangan masa depan.
Dalam arahannya, Sudrajat menegaskan bahwa generasi muda harus mampu mengikuti perkembangan teknologi.
Namun, penggunaan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Menurutnya, AI dapat membantu manusia memperoleh informasi dan menyelesaikan berbagai persoalan.
Kendati demikian, hasil yang diberikan teknologi tersebut tidak boleh diterima begitu saja tanpa proses pemeriksaan dan pemikiran kritis.
“AI bukan segala-galanya. Kalian harus bisa memimpin AI. AI hanya memberikan petunjuk, tetapi setiap informasi yang disampaikan harus kalian cerna dan tanyakan kembali,” pesannya kepada para siswa.
Ia juga mengingatkan agar para pelajar tidak mudah mempercayai informasi yang diperoleh melalui media sosial maupun internet.
Informasi perlu diperiksa kembali melalui sumber lain agar siswa mampu membedakan informasi yang benar dan keliru.
Sudrajat menilai kemampuan berpikir kritis atau metakognitif, yakni kemampuan mengevaluasi proses berpikir sendiri, menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Selain itu, ia mengingatkan adanya sisi negatif dari penggunaan teknologi digital, mulai dari penipuan hingga kejahatan siber.
Karena itu, siswa perlu memahami cara menggunakan teknologi secara bijak serta menjaga keamanan data pribadi.
Ia juga berpesan agar para siswa mampu membatasi penggunaan gawai dan tidak melupakan kesehatan fisik akibat terlalu lama berada di depan layar.
“Yang paling penting adalah kepribadian kalian. Kalian harus jujur, disiplin, dan betul-betul bisa menggunakan teknologi untuk kebaikan. Teruslah belajar dan jangan sampai kalah bersaing dengan negara lain,” tegasnya.
Sementara itu, anggota Dewan Pembina Yayasan YSPN, Yuni Asri Srinarjo, turut mendorong para siswa untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing sebagai bekal melanjutkan pendidikan dan menghadapi persaingan global.
Ia menyarankan para pelajar untuk menguasai bahasa Indonesia dengan baik, bahasa Inggris, serta mulai mempelajari bahasa Mandarin.
Menurut Yuni, kemampuan berbahasa asing dapat membuka peluang lebih luas bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Ia bahkan menyampaikan peluang bantuan beasiswa ke China bagi siswa yang memiliki minat dan kesungguhan untuk belajar, khususnya dalam penguasaan bahasa Mandarin.
“Bahasa Indonesia harus baik, bahasa Inggris harus dikuasai, dan satu lagi bahasa Mandarin. Kalau nanti kalian lulus dan ingin belajar ke China, silakan hubungi kami. Kami akan menunggu siswa yang ingin belajar di sana,” ujarnya.
Ia berharap kesempatan tersebut dapat menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan diri, dan berani meraih cita-cita hingga tingkat internasional.
Kepala SMPN 1 Kepanjen, Sugeng Gianto, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa program swasembada pangan berbasis sekolah memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mengenal dan merawat tanaman serta mengembangkan budidaya perikanan.
Sejumlah tanaman yang dibudidayakan di lingkungan sekolah di antaranya tomat, cabai, dan terong.
Selain itu, sekolah juga mengembangkan kegiatan budidaya ikan sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik.
Menurut Sugeng, kegiatan tersebut memiliki manfaat penting karena siswa dapat belajar mengenai proses pertumbuhan tanaman, cara merawatnya, hingga memahami pentingnya menjaga keberlanjutan sumber pangan.
“Program ini sangat bermanfaat karena anak-anak sejak dini sudah memiliki pengalaman tentang bagaimana merawat tanaman maupun mengelola budidaya dengan sebaik mungkin,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan program tersebut mulai ditindaklanjuti sekolah sejak adanya instruksi dan edaran pada Juni 2026.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya memahami ketahanan pangan secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Panen perdana tersebut sekaligus menjadi langkah untuk memperkuat pendidikan karakter melalui praktik nyata, menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, serta membangun kebiasaan hidup mandiri.
Dengan memadukan pendidikan ketahanan pangan, penguasaan teknologi digital, dan peningkatan kemampuan bahasa asing, SMPN 1 Kepanjen diharapkan dapat berkontribusi dalam menyiapkan generasi muda yang sehat, kreatif, mandiri, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (yun).




















