
MALANG, NEWSNOID.COM – Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang terus menghadirkan konsep penyambutan mahasiswa baru (Maba) yang inovatif dan humanis.
Setelah mengawali rangkaian kegiatan melalui Sarapan Bareng Makanan Sehat (Sabar Mase), kini UIBU melanjutkan agenda dengan Entrepreneur Heppiee di Kampus C pada 19–31 Oktober 2026.
Program ini menjadi bagian dari upaya UIBU membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga mendorong kreativitas, inovasi, dan jiwa kewirausahaan mahasiswa sejak awal perkuliahan.
Mengusung jargon World Class Entrepreneurship University, UIBU memilih pendekatan penyambutan yang jauh dari kesan ospek penuh tekanan.
Sebaliknya, mahasiswa baru diajak membangun kebersamaan, mengenali lingkungan kampus, sekaligus mengembangkan potensi diri dalam suasana yang menyenangkan.
Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru UIBU, Dr. Riyanto, M.Pd., menjelaskan bahwa Sabar Mase dan Entrepreneur Heppiee merupakan rangkaian berkesinambungan dalam program besar Sinau Heppiee.
Menurutnya, Sabar Mase yang berlangsung pada 13–17 Oktober 2026 menjadi tahap awal untuk membangun kedekatan antarmahasiswa lintas program studi.
“Melalui Sabar Mase, kami ingin mahasiswa baru merasa diterima, nyaman, dan menjadi bagian dari keluarga besar UIBU. Mereka bisa sarapan bersama, saling mengenal, serta membangun kebersamaan dalam suasana santai dan penuh kehangatan,” ujarnya.
Ia menilai, rasa aman dan nyaman menjadi fondasi penting dalam proses pembelajaran. Dengan suasana kampus yang positif, mahasiswa diharapkan lebih percaya diri untuk mengembangkan kemampuan, berkolaborasi, dan berinovasi.
Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa dari tiga fakultas, yakni Fakultas Eksakta dan Keolahragaan (FEK), Fakultas Sosial dan Humaniora (FSH), serta Fakultas Sains dan Teknologi (FST).
FEK meliputi Program Studi Pendidikan Matematika, Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, serta Pendidikan Biologi. Sementara FSH mencakup Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Ekonomi, serta Pendidikan Sejarah dan Sosiologi.
Adapun FST melibatkan mahasiswa Program Studi Teknik Kimia, Teknik Mesin, dan Teknik Elektro.
Selain membangun kebersamaan, UIBU juga menanamkan nilai kepedulian, sikap saling menghargai, dan komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman. Kampus ini menegaskan sikap tanpa toleransi terhadap perundungan (bullying) dan kekerasan seksual.
Entrepreneur Heppiee Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi
Setelah membangun fondasi kekeluargaan, mahasiswa baru kini memasuki tahap pengembangan kreativitas dan kewirausahaan melalui Entrepreneur Heppiee di Kampus C UIBU Malang
Program yang mengusung tema “Think Creative, Start Innovative, Grow Entrepreneurial” ini dirancang sebagai wadah pengembangan ide, inovasi, dan potensi bisnis mahasiswa.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa didorong untuk tidak sekadar menjadi pencari kerja setelah lulus, tetapi juga memiliki kemampuan menciptakan peluang usaha dan membuka lapangan pekerjaan.
Rektor UIBU Malang, Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si., menegaskan bahwa peralihan dari Sabar Mase menuju Entrepreneur Heppiee merupakan bagian dari strategi pendidikan yang terintegrasi.
“Kami di UIBU tidak ingin mahasiswa baru datang dengan rasa takut. Kami ingin mereka datang dengan rasa bahagia. Melalui Sabar Mase, kami buat mereka merasa menjadi keluarga.
Setelah nyaman, baru kami ajak mereka untuk Think Creative, Start Innovative, dan Grow Entrepreneurial melalui Entrepreneur Heppiee di Kampus C,” tegasnya.
Menurut Nurcholis, filosofi Heppiee yang mencakup Happy, Energic, Positif, Produktif, Inovatif, Empatik, dan Entrepreneurial menjadi landasan dalam membangun karakter mahasiswa.
Ia menilai, kreativitas dan inovasi akan lebih mudah berkembang ketika mahasiswa berada dalam lingkungan yang mendukung, aman, dan memberikan ruang untuk mencoba hal-hal baru.
“Bagaimana mungkin kita minta mahasiswa berpikir kreatif dan inovatif kalau sejak hari pertama sudah tertekan? Kreativitas hanya lahir dari rasa aman, nyaman, dan bahagia. Setelah Sabar Mase membuat mereka Heppiee, saatnya di Kampus C kita ubah ide menjadi peluang usaha,” tambahnya.
Selama rangkaian Entrepreneur Heppiee pada 19–31 Oktober 2026, Kampus C dijadwalkan menghadirkan berbagai kegiatan inspiratif. Agenda tersebut meliputi lokakarya kewirausahaan, talkshow bersama entrepreneur sukses, hingga pameran ide bisnis mahasiswa baru.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenali potensi diri, mengembangkan gagasan kreatif, serta memahami peluang usaha yang dapat dikembangkan menjadi bisnis nyata.
Rangkaian Heppiee Berlanjut hingga Desember 2026
Program penyambutan mahasiswa baru UIBU Malang menjadi bagian dari rangkaian Heppiee yang berlangsung selama beberapa bulan.
Agenda tersebut diawali dengan Ngopi Heppiee pada 17–30 September 2026, dilanjutkan Sinau Heppiee pada 1–17 Oktober, dan Entrepreneur Heppiee pada 19–31 Oktober 2026.
Selanjutnya, kegiatan akan berlanjut melalui Siakad Heppiee pada 1–12 November, Samba Heppiee pada 21 November, serta mencapai puncaknya melalui International Fun Run Heppiee pada 6 Desember 2026.
Nurcholis menegaskan, rangkaian tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman menjadi mahasiswa secara menyeluruh. Mahasiswa tidak hanya dibekali pengetahuan akademik, tetapi juga nilai kebersamaan, karakter positif, kreativitas, dan kemampuan berwirausaha.
“Melalui rangkaian yang panjang ini, kami ingin menghadirkan pengalaman menjadi mahasiswa yang utuh — tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga tumbuh dalam lingkungan kampus yang dinamis, sehat, penuh kebersamaan, membahagiakan, dan siap menjadi pencipta lapangan kerja,” pungkasnya. (Red)




















