
NEWSNOID.COM | MALANG, – Ajang Mini Soccer Tournament Kedungkandang Cup 2026 menjadi wadah bagi siswa sekolah dasar untuk mengasah kemampuan bermain sepak bola sekaligus menumbuhkan jiwa sportivitas.
Dalam kompetisi yang berlangsung di Lapangan Porma Malang, Jalan Simpang Terusan Danau Sentani Nomor 12, Sabtu (24/10/2026), SDN Kedungkandang 1 berhasil memastikan langkah ke babak selanjutnya.
Turnamen yang digelar pada 24–25 Oktober 2026 ini diikuti oleh sekolah dasar (SD) se-Kecamatan Kedungkandang.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Bram Tio, mantan pemain Arema FC, serta maskot Arema yang menambah semarak suasana pertandingan.
SDN Kedungkandang 1 menjalani tiga pertandingan pada babak penyisihan dengan hasil yang menunjukkan perkembangan permainan para siswa.
Pada pertandingan pertama, SDN Kedungkandang 1 harus mengakui keunggulan SDN Kedungkandang 2 dengan skor 0-2.
Namun, para pemain mampu bangkit pada laga kedua saat menghadapi SDN Madyopuro 2. Dengan permainan yang lebih baik, SDN Kedungkandang 1 berhasil meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 2-0.
Sementara itu, pada pertandingan ketiga melawan SDN Lesanpuro 4, kedua tim bermain imbang tanpa gol dengan skor 0-0.
Hasil tersebut mengantarkan SDN Kedungkandang 1 melaju ke babak selanjutnya.
Capaian ini menjadi pengalaman berharga bagi para siswa untuk terus meningkatkan kemampuan, kekompakan tim, dan mental bertanding.
Kepala SDN Kedungkandang 1 Kota Malang, Tri Winarno, mengapresiasi semangat para siswa yang telah berjuang dalam setiap pertandingan.
Menurutnya, anak-anak menunjukkan perkembangan permainan setelah menjalani laga pertama.
“Alhamdulillah, anak-anak mendapatkan motivasi dari pembelajaran yang selama ini dilakukan di sekolah. Pada pertandingan pertama melawan SDN Kedungkandang 2, saya melihat anak-anak masih belum siap sepenuhnya. Namun, pada pertandingan kedua, mereka mulai menemukan momentum dan mampu mencetak gol,” ungkap Tri Winarno.
Ia berharap para siswa dapat tampil lebih maksimal pada pertandingan berikutnya. Menurutnya, pengalaman bertanding harus menjadi bahan evaluasi agar anak-anak semakin percaya diri dan tidak cepat berpuas diri.
“Mudah-mudahan pada pertandingan berikutnya anak-anak bisa lebih berjuang lagi. Mereka harus tetap optimistis, terus belajar, dan berlatih. Jangan mudah berpuas diri, karena masih banyak hal yang perlu ditingkatkan,” pesannya.
Tri Winarno juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh orang tua siswa yang telah memberikan dukungan terhadap keikutsertaan anak-anak dalam turnamen tersebut.
Dukungan orang tua, menurutnya, menjadi salah satu faktor penting dalam membangun motivasi siswa untuk mengembangkan bakat dan meraih prestasi di bidang olahraga.
Sementara itu, Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SDN Kedungkandang 1, Muhammad Muchlas Abidin, menjelaskan bahwa Kedungkandang Cup merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan melalui kolaborasi para guru olahraga se-Kecamatan Kedungkandang.
Menurutnya, turnamen tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk mencari dan mengembangkan bakat sepak bola siswa sejak usia dini.
“Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan Kecamatan Kedungkandang untuk mencari bakat anak-anak, sekaligus memberikan pengalaman bertanding. Turnamen ini juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan potensi olahraga yang mereka miliki,” jelasnya.
Ia menilai para siswa SDN Kedungkandang 1 telah menunjukkan upaya dan semangat yang baik selama pertandingan. Pengalaman tersebut diharapkan mampu membangun kepercayaan diri sekaligus meningkatkan kualitas permainan mereka.
Selain kemampuan teknis, Muchlas menekankan pentingnya pembentukan karakter melalui olahraga, terutama dalam hal kedisiplinan, kerja sama tim, dan sportivitas.
“Harapan kami, anak-anak ke depannya bisa menjadi lebih baik, terus mengembangkan bakatnya, dan tetap menjaga sportivitas. Semoga dari kegiatan seperti ini nantinya muncul bibit-bibit pemain sepak bola yang berpotensi menjadi pemain profesional,” harapnya.
Melalui Kedungkandang Cup 2026, para siswa tidak hanya berkesempatan menunjukkan kemampuan di lapangan, tetapi juga belajar menghadapi kemenangan dan kekalahan dengan sikap positif.
Keberhasilan SDN Kedungkandang 1 melaju ke babak selanjutnya menjadi modal penting untuk terus berjuang.
Dengan dukungan sekolah, guru, dan orang tua, para siswa diharapkan mampu mengembangkan potensi sekaligus membawa nama baik sekolah melalui prestasi olahraga. (yun)




















