• Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com
Newsnoid
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Newsnoid
No Result
View All Result

Sriatun Subandi: Kejujuran Harus Menjadi Fondasi Pendidikan Anak Sejak Dini

24 Oktober 2026
in Jawa Timur, newsnoid.com, Sidoarjo, Terbaru
Bagikan

 

Sriatun Subandi: Kejujuran Harus Menjadi Fondasi Pendidikan Anak Sejak Dini

NEWSNOID.COM | SIDOARJO – Pendidikan anak usia dini tidak boleh berhenti pada pengembangan kecerdasan dan keterampilan.

Penanaman kejujuran serta pembentukan akhlak mulia harus menjadi fondasi utama agar anak tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter.

Pesan tersebut ditegaskan Bunda PAUD Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi, saat menghadiri Festival ASI BERLIAN (Anak Sidoarjo Beriman, Sehat, Riang, Terlindungi, Aktif, Kreatif, Nalar Kritis) di Lapangan Pasmar 2, Gedangan, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 5.000 anak dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK) bersama para pendidik.

Di hadapan peserta festival, Sriatun mengingatkan bahwa kecerdasan dan kecakapan dapat terus diasah melalui proses belajar dan pengalaman.

Namun, kejujuran merupakan nilai mendasar yang harus dibentuk sejak anak masih kecil melalui pendidikan yang konsisten dan keteladanan orang-orang di sekitarnya.

“Kurang cerdas masih dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman, tetapi tidak jujur sulit diperbaiki. Karena itu, saya minta kerja sama guru dan orang tua untuk memberikan pendidikan akhlak kepada anak-anak sejak usia dini,” ujarnya.

Menurut Sriatun, rentang usia 5–6 tahun merupakan fase penting dalam membangun kebiasaan dan karakter anak.

Pada masa tersebut, nilai-nilai kebaikan perlu diperkenalkan secara berulang, tidak sekadar melalui nasihat, tetapi juga melalui perilaku nyata yang dicontohkan orang tua dan guru.

Ia menekankan, anak perlu memahami bahwa kejujuran bukan hanya kewajiban untuk menghindari teguran atau hukuman. Lebih dari itu, kejujuran harus tumbuh menjadi kesadaran moral yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau sejak kecil diajarkan kejujuran, harapannya anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang berakhlakul karimah. Mereka harus jujur setiap waktu dan di mana pun berada, bukan karena takut kepada orang lain, tetapi karena takut kepada Allah SWT,” pesannya.

Sriatun berharap keluarga dan lembaga pendidikan dapat membangun sinergi dalam membentuk karakter anak.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari sikap, perilaku, dan nilai moral yang diterapkan anak dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan Anak Menentukan Masa Depan Sidoarjo

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Mohammad Ainur Rahman, yang hadir mewakili Bupati Sidoarjo, mengajak anak-anak membiasakan diri untuk rajin belajar serta menyayangi dan menghormati orang tua maupun guru.

Ia mengingatkan bahwa kebiasaan positif yang dibangun sejak dini menjadi bekal penting bagi anak untuk meraih cita-cita dan mempersiapkan diri sebagai generasi penerus.

“Siapa yang ingin jadi pemimpin? Kalau ingin jadi pemimpin maka harus rajin belajar, sayang dan hormat kepada bunda serta guru,” katanya.

Ainur juga menyampaikan pesan Bupati Sidoarjo kepada para pendidik dan orang tua agar senantiasa mengedepankan kesabaran serta keikhlasan dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

“Saya juga menyampaikan pesan Bapak Bupati, untuk para pendidik dan orang tua harus menambah kesabaran dan keikhlasan dalam mendidik. Karena anak-anak inilah yang akan meneruskan pembangunan Sidoarjo,” tambahnya.

Ia menilai, anak-anak yang saat ini menempuh pendidikan PAUD kelak akan mengambil peran dalam berbagai bidang pembangunan daerah.

Karena itu, investasi dalam pendidikan, pengasuhan, dan pembentukan karakter sejak dini menjadi bagian penting dari upaya menyiapkan masa depan Kabupaten Sidoarjo.

Upaya tersebut, lanjutnya, membutuhkan dukungan bersama dari keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat agar anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan mendukung perkembangan potensi mereka.

Festival ASI BERLIAN turut dihadiri perwakilan Pasmar 2, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas P3AKB, Kepala Dinas Kesehatan, pengurus Pokja Bunda PAUD, PGRI, IGTKI, serta Bunda PAUD dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. (Shadra)

Archives

  • Oktober 2026
  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025

Categories

  • Hukum dan kriminal
  • Jawa Timur
  • Malang
  • Musik
  • newsnoid.com
  • Olahraga
  • Sidoarjo
  • Terbaru
  • Uncategorized

Arsip

  • Oktober 2026
  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.