
NEWSNOID.COM | MALANG – Persaingan industri jasa boga di Kota Malang yang semakin kompetitif menuntut adanya ruang kolaborasi yang lebih kuat. Kekuatan industri ini tidak hanya bertumpu pada produksi dan pelayanan makanan, tetapi juga pada kualitas SDM, ketersediaan bahan baku, standar keamanan pangan, hingga kemampuan memperluas pasar.
Berangkat dari tantangan tersebut, Hananta Wiratama membawa arah baru setelah terpilih sebagai Ketua DPC Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Kota Malang. Ia ingin menjadikan APJI bukan sekadar organisasi administratif, melainkan penghubung ekosistem industri pangan yang memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha.
Ditemui pada Selasa (3/11/2026) malam, Hananta menegaskan potensi industri jasa boga di Kota Malang sangat besar jika dikelola dengan kerja sama terstruktur.
“Yang ingin kami bangun adalah kebersamaan dalam satu ekosistem. Pengusaha catering tidak bisa berjalan sendiri. Mereka membutuhkan supplier, distributor, tenaga profesional, ahli gizi, hingga dukungan dari dunia pendidikan. Semua harus terkoneksi agar industri ini semakin kuat,” ungkapnya.
Targetkan 285 UMKM di 57 Kelurahan
Visi tersebut diterjemahkan ke dalam sejumlah program prioritas. Salah satunya adalah pembinaan UMKM pangan hingga tingkat kelurahan.
Bersama DPD APJI Jawa Timur, Hananta menargetkan pembinaan 285 UMKM atau lima UMKM di masing-masing 57 kelurahan di Kota Malang. Program ini difokuskan untuk meningkatkan kualitas produk, kapasitas usaha, standar keamanan pangan, serta akses pemasaran.
“Kami ingin UMKM menjadi bagian penting dari pertumbuhan industri jasa boga. Mereka harus memiliki kesempatan untuk berkembang, meningkatkan kualitas, dan mendapatkan akses pasar. Karena itu, pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Regenerasi Lewat Chef Muda dan Kawan Gizi APJI
Selain penguatan UMKM, Hananta juga menyiapkan program regenerasi tenaga profesional. Melalui program Chef Muda, APJI akan membuka ruang pengembangan keterampilan bagi siswa SMK agar sesuai dengan kebutuhan industri kuliner.
Sementara melalui program Kawan Gizi APJI, organisasi ini akan membangun sinergi antara mahasiswa, akademisi, ahli gizi, dan pengusaha jasa boga. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas makanan, pemenuhan gizi, dan kesadaran akan pentingnya keamanan pangan.
Bangun 500 Anggota Ekosistem
Tidak kalah ambisius, kepengurusan baru APJI Kota Malang memasang target membangun jaringan 500 anggota ekosistem. Jaringan ini akan melibatkan pengusaha catering, UMKM pangan, supplier, distributor, chef, praktisi food safety, ahli gizi, akademisi, hingga mitra industri lainnya.
“Harapannya, APJI bisa menjadi tempat bertemunya berbagai kebutuhan dan peluang. Anggota tidak hanya mendapatkan jaringan pertemanan, tetapi juga kesempatan membangun kemitraan, memperluas pasar, dan mengembangkan bisnis,” tambah Hananta.
Untuk merealisasikan agenda tersebut, Hananta akan didampingi Hendi Suryo Leksono sebagai Sekretaris dan Elsy Arifa Wulandini sebagai Bendahara. Ketiganya memiliki latar belakang usaha yang saling melengkapi.
Hananta sendiri aktif di industri kuliner dan susu serta memiliki kompetensi dalam keamanan pangan dan pengelolaan kitchen. Hendi Suryo Leksono berpengalaman di bidang catering, coffee, dan penyediaan makanan. Sementara Elsy merupakan pemilik Tobaku Harmoni, usaha penyedia kebutuhan bahan baku bagi pelaku catering.
Keterlibatan kalangan muda dalam kepengurusan ini menjadi modal penting untuk mendorong pembaruan organisasi sekaligus membuka ruang regenerasi industri jasa boga.
Rumah Bersama Industri Pangan
Hananta menegaskan, keanggotaan APJI tidak dibatasi hanya untuk pengusaha catering. Seluruh pelaku usaha dan profesi yang terkait dengan industri pangan dipersilakan bergabung.
“Ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi pengurus. Ini tentang bagaimana kita membangun kekuatan bersama. Kami mengajak seluruh pelaku industri pangan untuk bergabung, berkolaborasi, dan menjadikan APJI sebagai rumah bersama,” katanya.
Terpilihnya Hananta dalam musyawarah pembentukan kepengurusan di Malang Creative Center (MCC) pada Senin (2/11/2026) menjadi awal konsolidasi organisasi di tingkat Kota Malang. Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 35 pelaku industri jasa boga, perwakilan KADIN dan HIPMI Kota Malang, serta Ketua DPD APJI Jawa Timur yang hadir secara daring.
Penguatan organisasi ini juga sejalan dengan agenda APJI nasional di bawah kepemimpinan Ketua Umum DPP APJI Tashya Megananda Yukki. Pelantikan kepengurusan DPC APJI Kota Malang dijadwalkan berlangsung pada 12 November 2026.
Dengan semangat _From Association to Ecosystem_, Hananta kini menghadapi tantangan untuk menerjemahkan target organisasi menjadi kerja nyata. Bukan sekadar memperbesar jumlah anggota, melainkan membangun jaringan usaha yang produktif, meningkatkan kapasitas UMKM, dan memperkuat daya saing industri jasa boga Kota Malang.(yun)




















