
NEWSNOID.COM | SIDOARJO – Profesionalisme pengelolaan keuangan menjadi salah satu faktor penentu keberlangsungan koperasi. Untuk memastikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dikelola secara sehat, transparan, dan akuntabel, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mulai memperkuat kapasitas sumber daya manusia, khususnya para bendahara koperasi.
Sebanyak 225 bendahara KDKMP di Kabupaten Sidoarjo dijadwalkan mengikuti pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang dilaksanakan secara bertahap. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pengelola koperasi dalam menjalankan administrasi, menyusun laporan, serta mempertanggungjawabkan seluruh aktivitas keuangan.
Tahap pertama pelatihan berlangsung di Quest Hotel Surabaya, Selasa (3/11/2026), dengan melibatkan 45 bendahara dari Kecamatan Sedati, Waru, Taman, dan Sukodono.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, Mochammad Hudori, menegaskan bahwa bendahara memegang posisi strategis dalam menjaga kesehatan organisasi koperasi. Tanggung jawab mereka tidak sebatas mencatat transaksi pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga memastikan setiap aktivitas keuangan tercatat secara tertib, akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut Hudori, prinsip kekeluargaan yang menjadi landasan koperasi tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan profesionalisme dalam pengelolaannya. Sebaliknya, tata kelola yang baik justru menjadi fondasi penting untuk membangun kepercayaan anggota sekaligus menjaga keberlangsungan usaha koperasi.
“Koperasi yang berlandaskan asas kekeluargaan tetap harus dikelola secara profesional, yaitu dengan tertib administrasi dan transparan dalam mengelola keuangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seorang bendahara koperasi harus memiliki pemahaman memadai mengenai prinsip pengelolaan keuangan, penyusunan laporan, administrasi perpajakan, hingga berbagai ketentuan dan standar yang berlaku.
Karena itu, pelatihan dan sertifikasi kompetensi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan persyaratan administratif. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta harus benar-benar diterapkan dalam kegiatan operasional koperasi sehari-hari.
Hudori menilai, peningkatan kompetensi bendahara merupakan bagian penting dalam membangun KDKMP yang sehat dan profesional. Pengelolaan keuangan yang tertib akan memudahkan pengawasan, meminimalkan potensi kesalahan administrasi, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi.
“Kompetensi yang diperoleh melalui kegiatan ini hendaknya dapat diterapkan secara nyata dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga koperasi semakin sehat, profesional, transparan, dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat, khususnya para anggotanya,” tegasnya.
Pelaksanaan program tersebut dibagi dalam beberapa tahap dengan total 225 peserta. Pada tahap berikutnya, peserta akan mengikuti kegiatan dalam pembagian kelas sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Pemkab Sidoarjo berharap peningkatan kualitas sumber daya manusia ini dapat menjadi salah satu pijakan bagi pengembangan KDKMP di seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo. Dengan pengelolaan keuangan yang semakin profesional dan akuntabel, koperasi diharapkan tidak sekadar berdiri sebagai organisasi ekonomi di tingkat desa dan kelurahan, tetapi juga mampu menjalankan usaha secara berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi anggotanya dan masyarakat.
“Harapan saya, pelatihan ini dapat menjadikan KDKMP lebih bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi koperasi yang sehat,” pungkas Hudori. (Shadra)




















