
newsnoid.com, Malang– Program Studi Sarjana Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (PSSAB FIA UB) resmi menjalin kerja sama dengan RSUD dr. Soegiri Lamongan.
Kerja sama ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk mendukung penyelenggaraan program Magang Berdampak dan Magang Reguler bagi mahasiswa.
Penandatanganan ini menjadi langkah strategis PSSAB FIA UB memperluas jejaring kemitraan dengan dunia kerja, khususnya di sektor pelayanan publik.
Diawali Audiensi 19 Juni 2025. Kerja sama bermula dari audiensi antara PSSAB FIA UB dan RSUD dr. Soegiri Lamongan pada Jumat, 19/6/2025. Forum tersebut membahas peluang kolaborasi magang mahasiswa sekaligus potensi kerja sama lain dalam rangka implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Meski berfokus pada layanan kesehatan, RSUD dr. Soegiri memiliki sejumlah unit nonmedis yang sejalan dengan bidang Administrasi Bisnis.
Unit tersebut meliputi keuangan, sumber daya manusia, pemasaran, hingga sistem informasi manajemen. Kondisi ini menjadi dasar kedua institusi membangun kerja sama yang saling menguntungkan.
Dua Skema Magang Mulai Agustus 2026. Dalam PKS disepakati dua skema magang yang akan dijalankan: Magang Reguler dan Magang Berdampak. Program dijadwalkan mulai Agustus 2026 dengan durasi 4 hingga 6 bulan.
Kedua belah pihak juga sepakat menerapkan mekanisme monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan capaian pembelajaran mahasiswa tercapai selama magang di rumah sakit.
Selain magang, ruang lingkup kerja sama diperluas. PSSAB FIA UB mengusulkan kolaborasi berupa penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, pelatihan, workshop, hingga pendampingan tenaga administrasi rumah sakit. Usulan tersebut disambut positif RSUD dr. Soegiri dengan prinsip _mutual benefit_.
Dukungan Akademik dan Pendampingan Lapangan. FIA UB berkomitmen menyediakan narasumber, pelatihan, seminar, dan dukungan akademik lain sesuai kebutuhan rumah sakit. Sementara itu, RSUD dr. Soegiri akan menyediakan pendamping bagi mahasiswa selama magang agar proses pembelajaran di dunia kerja berjalan optimal.
Kedua institusi juga menekankan luaran magang tidak hanya berupa laporan akademik.
Mahasiswa diharapkan menghasilkan proyek atau inovasi yang memberi kontribusi nyata bagi pengembangan sistem administrasi rumah sakit.
Soal pembiayaan, kedua institusi akan menyusun skema yang sesuai regulasi, sehingga mahasiswa tetap memiliki akses belajar di dunia kerja tanpa mengabaikan aturan rumah sakit.
Dampak bagi Mahasiswa dan Rumah Sakit. Melalui kerja sama ini, mahasiswa Administrasi Bisnis UB akan belajar langsung di lingkungan profesional sektor kesehatan. Mereka dapat mengasah kemampuan analisis, manajerial dan pemecahan masalah berbasis pengalaman nyata.
Di sisi lain, RSUD dr. Soegiri diuntungkan melalui kolaborasi akademik. Bentuknya meliputi penelitian terapan, kajian administrasi, pendampingan organisasi, pelatihan SDM, hingga inovasi administrasi untuk meningkatkan mutu pelayanan.
Ketua Program Studi Sarjana Administrasi Bisnis FIA UB menyebut kerja sama ini tidak berhenti pada magang.
“Ini menjadi fondasi kolaborasi lebih luas di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Kerja sama ini juga selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yaitu SDG 4 _Quality Education_, SDG 8 _Decent Work and Economic Growth_, dan SDG 17 _Partnerships for the Goals_ melalui penguatan pendidikan, peningkatan kompetensi mahasiswa, dan kemitraan berkelanjutan antara perguruan tinggi dan institusi publik.
Dengan semangat kemitraan yang saling menguatkan, kolaborasi PSSAB FIA UB dan RSUD dr. Soegiri Lamongan diharapkan memberi dampak positif berkelanjutan bagi dunia pendidikan, dunia kerja, dan masyarakat. (*)
