
newsnoid.com, Malang – Kota Malang bersiap menjadi lautan doa pada pelaksanaan Mujahadah Kubro dalam rangka Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Stadion Gajayana, 7–8 Februari 2026. Seluruh elemen NU di Kota Malang dikerahkan secara maksimal untuk melayani lebih dari 100 ribu jamaah yang dipastikan hadir.
Ketua Panitia Lokal Harlah 1 Abad NU PCNU Kota Malang, H. Edy Hayatullah, menyampaikan bahwa persiapan Mujahadah Kubro saat ini telah memasuki tahap akhir dan terus dimatangkan oleh para relawan di lapangan.
“Persiapan Mujahadah Kubro terus kami maksimal dengan koordinasi semua pihak. Relawan bekerja siang malam. Ini bukan kerja satu-dua kelompok, tapi kerja bersama seluruh elemen NU,” ujar Edy Hayatullah, Jumat (6/2/2026).
PCNU Kota Malang menerjunkan ribuan relawan dari berbagai unsur badan otonom dan lembaga NU, mulai dari LPBI NU, GP Ansor, Banser, PMII, IPNU, IPPNU, Pramuka Ma’arif NU hingga para muhibbin NU.
“Setiap relawan punya peran. Ada yang di posko, membagikan konsumsi, mengatur arus jamaah, sampai pasukan semut yang fokus kebersihan. Semua bergerak dengan semangat khidmah,” jelasnya.
Untuk menunjang pelayanan jamaah, panitia menyiapkan 100 tenda posko yang tersebar di berbagai titik strategis di Kota Malang. Posko tersebut berfungsi sebagai pusat informasi, layanan konsumsi, kesehatan ringan, serta tempat singgah jamaah.
Dari sisi konsumsi, PC Muslimat NU Kota Malang memegang peran penting melalui pengoperasian dapur umum milik Dinas Sosial Jawa Timur di dua titik utama. Selain itu, seluruh anggota Muslimat NU juga diarahkan untuk berdonasi minimal dua bungkus nasi per orang.
“Insyaallah ratusan ribu paket konsumsi, mulai nasi, makanan ringan hingga minuman, bisa dinikmati jamaah Mujahadah Kubro,” kata Gus Edy.
Panitia juga menyiapkan relawan khusus untuk memandu jamaah sejak memasuki pintu-pintu masuk Kota Malang. Relawan ini bertugas mengarahkan bus, kendaraan pribadi, hingga rombongan pejalan kaki agar tidak terjadi penumpukan di satu titik.
Sementara itu, Ketua PCNU Kota Malang, Dr. KH Israqunnajah, menegaskan kesiapan panitia sudah memasuki tahap matang. Seluruh unsur NU di Kota Malang disebut bergerak dalam satu irama.
“Alhamdulillah, persiapan semakin matang. PCNU Kota Malang siap menyambut ratusan ribu tamu dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Ia menambahkan, PCNU Kota Malang juga telah melakukan rapat koordinasi lintas instansi, termasuk TNI, Polri, Pemerintah Kota Malang, serta unsur pengamanan lainnya. Koordinasi tersebut juga mencakup skenario penyambutan apabila Presiden RI Prabowo Subianto hadir pada puncak acara.
“Rakor sudah dilakukan, termasuk persiapan kedatangan Presiden. Semua disiapkan secara serius dan profesional,” tegasnya.
KH Israqunnajah menyebut Mujahadah Kubro tahun ini memiliki keistimewaan tersendiri yang ia sebut sebagai momentum “serba 100”.
“Ini istimewa. 100 tahun usia NU kalender Masehi, 100 tahun Stadion Gajayana, 100 ribu jamaah, dan 100 posko relawan. Serba 100, penuh makna,” katanya.
Dukungan juga datang dari Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang. Direktur Utama Perumda Tugu Tirta, Priyo Sudibyo, menyatakan pihaknya menyiapkan total 200 titik layanan air untuk mendukung kenyamanan jamaah.
Rinciannya meliputi 50 titik suplai air untuk MCK, 50 titik kran wudhu di dalam Stadion Gajayana, serta 100 titik anjungan air siap minum dan kran wudhu di area luar stadion.
“Kami menyiapkan total 200 titik layanan air untuk mendukung kelancaran dan kenyamanan jamaah,” ujar Priyo.
Ketua PCNU Kota Malang bahkan meninjau langsung lokasi tempat wudhu dan anjungan air siap minum. “Semua sudah disediakan, semoga tidak kurang. Ada juga air siap minum dari PDAM, airnya segar,” ucapnya.
Dari sisi jumlah peserta, antusiasme jamaah tercatat sangat tinggi. Hingga H-2 pelaksanaan, Jumat (6/2/2026), jumlah peserta terdaftar mencapai 104.541 orang atau sekitar 105 ribu jamaah.
Sekretaris PWNU Jawa Timur, DR HM Faqih, menyebut jumlah tersebut berasal dari 77.541 jamaah PCNU se-Jawa Timur dan 27.000 warga Muslimat NU. Para jamaah tersebut datang menggunakan 1.183 bus, 6.465 mobil, serta 5.413 sepeda motor yang terbagi dalam sembilan zona kedatangan dengan sistem penanggung jawab (PIC) berlapis.
Dengan kesiapan relawan, logistik, layanan dasar, serta dukungan lintas sektor, Kota Malang kini siap menjadi pusat doa nasional melalui gelaran Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama.(PCNU/yun)