
newsnoid.com, Malang – Semangat olahraga tenis meja di wilayah Malang Utara semakin membara. Hal ini ditandai dengan peresmian Persatuan Tenis Meja (PTM) Ken Arok yang dibarengi dengan gelaran turnamen Tenis Meja dengan sistem beregu di Balai Desa Ardimulyo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, pada Kamis (14/05/2026).
Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri langsung oleh Camat Singosari, Wellem, S.Sos., M.Ling., Kepala Desa Ardimulyo, Riyanto didampingi jajaran perangkat desa, serta puluhan atlet tenis meja dari berbagai wilayah seperti Singosari, Lawang, hingga Purwosari.
Ketua PTM Ken Arok, Budiono, S.Kep., Ners., MM., dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas terealisasinya wadah olahraga ini setelah direncanakan selama dua bulan terakhir.
“PTM Ken Arok hadir untuk meningkatkan persaudaraan dan kemampuan tenis meja di Singosari. Kami ingin memacu adrenalin dan hormon kebahagiaan masyarakat melalui olahraga, sehingga kesehatan warga terus terjaga,” ujar Budiono yang kemudian membakar semangat hadirin dengan yel-yel khas: “PTM Ken Arok! Jaya Bersama, Sehat Bersama!”
Budiono juga menjelaskan filosofi di balik pemilihan diksi ‘pertandingan’ dalam ajang ini. “Berbeda dengan lomba yang bersifat searah seperti lari, tenis meja adalah pertandingan karena kita saling berhadapan. Di sini, strategi dan mental diuji secara langsung,” tambahnya.
Camat Singosari, Wellem, S.Sos., M.Ling., meresmikan PTM Ken Arok dan membuka acara Turnamen dengan gaya yang sangat akrab dan penuh humor. Menggunakan pantun bahasa Jawa dan prinsip hidup “4O” (Olahraga, Olah Vokal, Olah Tawa, dan Olah Makan), ia mengapresiasi kemandirian panitia dalam menghidupkan iklim olahraga di Ardimulyo.
Namun, di balik candaannya, Wellem membawa pesan serius terkait masa depan atlet lokal. Ia menyayangkan fenomena atlet berprestasi yang seringkali “nyebrang” membela wilayah lain dalam berbagai turnamen karena kurangnya wadah pembinaan di daerah asal.
“Apabila kita bisa membina, mewadahi, dan memfasilitasi, para atlet kita akan merasa di rumah sendiri. Kita harus membentuk penguatan di bidang olahraga sejak dini agar mereka bisa mewakili wilayah kita sendiri di ajang yang lebih tinggi,” tegas Wellem.
Ia juga menambahkan bahwa ajang seperti ini memiliki manfaat ganda. Selain sebagai sarana “Mens Sana in Corpore Sano” (di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat), turnamen ini juga menjadi ruang diskusi sosial bagi warga untuk bertukar informasi dan menyelesaikan permasalahan masyarakat secara kekeluargaan.
Turnamen perdana ini diikuti oleh 84 peserta yang terbagi ke dalam 42 pasangan kelompok. Setelah melalui persaingan sengit di atas meja tenis, berikut adalah daftar para pemenang yang berhak mendapatkan piala serta uang pembinaan:
* Juara 1: Pasangan Jajang & Khoiri (Hadiah: Piala + Rp500.000)
* Juara 2: Pasangan Darwi & Heru S. (Hadiah: Piala + Rp400.000)
* Juara 3 Bersama:
* Pasangan Hertab & Hananto (Hadiah: Rp250.000)
* Pasangan Sugianto & Harnawi (Hadiah: Rp250.000)
Peresmian PTM Ken Arok ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru bagi kembalinya kejayaan olahraga tenis meja di Singosari, sekaligus memperkuat posisi Singosari sebagai barometer prestasi olahraga di Kabupaten Malang.(*/red)
