• Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com
Newsnoid
No Result
View All Result
No Result
View All Result
newsnoid.com
No Result
View All Result
Home Jawa Timur

Single “Relakan Kepergianku” Princess Fitria, Dari Ambyar Jawa ke Pop Melayu

15 Mei 2026
in Jawa Timur, newsnoid.com, Terbaru
Bagikan

 

Single “Relakan Kepergianku” Princess Fitria, Dari Ambyar Jawa ke Pop Melayu

newsnoid.com, Malang– Princess Fitria membuka babak baru dalam perjalanan musiknya. Penyanyi yang selama ini identik dengan lagu-lagu ambyar bernuansa Jawa itu resmi merilis single terbaru berjudul _Relakan Kepergianku_ pada Jumat, 15 Mei 2026. Lagu ini menjadi penanda pergeseran musikalitasnya menuju pop Melayu yang lebih luas jangkauannya.

RelatedPosts

SPPG Turen #006 Dibangun, Pemkab Malang Ajukan Tambahan Kuota untuk Wilayah 3T

Peletakan Batu Pertama SPPG Turen #006, Yayasan Peduli Berkah Nusantara Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Turnamen Tenis Meja Perdana PTM Ken Arok, Camat Singosari Ajak Masyarakat Sehat dan Berprestasi

Lewat _Relakan Kepergianku_, Princess Fitria mencoba keluar dari zona nyaman. Jika sebelumnya ia dikenal lewat karya-karya galau berbahasa Jawa yang melekat dengan sebutan “Putri Galau”, kini ia membawa warna baru yang lebih universal tanpa meninggalkan karakter vokal emosionalnya.

“Awalnya saya itu genre pop, terus lihat genre ambyar bagus dan banyak disukai. Akhirnya saya coba masuk ke musik ambyaran,” ungkap Princess Fitria saat ditemui awak media di Malang, Kamis 14 Mei 2026.

Dari Ambyar Jawa ke Pop Melayu, Perjalanan Princess Fitria di industri musik dimulai sejak 2021. Dalam kurun waktu lima tahun, ia sudah merilis sekitar 10 lagu dengan ciri khas lirik patah hati dan aransemen pop Jawa. Beberapa judul yang cukup melekat di telinga pendengar antara lain _Sabar Sayang_, _Sehidup Semati_, _Bakso Malang Remix_, hingga _Salam Satu Jiwa (Arema)_.

Karakter lagu-lagu tersebut membuat namanya cepat dikenal, terutama di kalangan penikmat musik ambyar dan pop Jawa. Julukan “Putri Galau” pun melekat karena setiap kali membawakan lagu sedih, ia kerap terbawa emosi hingga menangis di atas panggung.

“Kalau nyanyi lagu galau saya sering sampai menangis sendiri. Mungkin karena saya benar-benar masuk ke lirik lagunya,” katanya sambil tertawa.

Meski begitu, Princess Fitria merasa perlu memperluas warna musiknya. _Relakan Kepergianku_ menjadi titik tolaknya masuk ke ranah pop Melayu. Menurutnya, genre ini dipilih karena memiliki melodi yang mudah diterima pasar luas, baik di dalam maupun luar Jawa.

“Lewat single ini saya ingin menunjukkan sisi lain. Pop Melayu punya sentuhan yang universal, tapi tetap bisa saya bawakan dengan karakter vokal yang saya punya,” ujarnya.

Lagu Lahir dari Pengalaman Pribadi, Konsistensi Princess Fitria menulis lagu berdasarkan pengalaman pribadi menjadi kekuatan tersendiri. Ia mengaku sebagian besar karya yang ia bawakan lahir dari kisah percintaan dan patah hati yang pernah dialaminya.

Salah satu lagu yang paling membekas adalah _Sabar Sayang_. Lagu itu bercerita tentang hubungan asmara yang tidak mendapat restu orang tua, tema yang dekat dengan banyak pendengar muda.

“Daripada cuma dipendam sendiri, akhirnya saya tuangkan lewat lagu,” tuturnya.

Pendekatan personal ini membuat lagu-lagunya terasa jujur dan mudah terhubung dengan pendengar. Hal yang sama juga ia terapkan pada _Relakan Kepergianku_. Meski aransemennya bergeser ke pop Melayu, emosi yang dibangun tetap kental dan menyentuh.

Membawa Nama Malang ke Panggung Nasional, Sebagai penyanyi asal Malang, Princess Fitria tidak pernah lepas dari unsur daerah dalam karya-karyanya. Ia secara sadar memasukkan identitas lokal, baik lewat lirik, dialek, maupun tema lagu.

“Karena saya orang Malang, saya ingin mengangkat daerah sendiri lewat lagu,” tegasnya.

Langkah ini sejalan dengan upaya melestarikan dan mempopulerkan budaya lokal di tengah arus musik nasional yang semakin beragam. Lagu _Bakso Malang Remix_ dan _Salam Satu Jiwa (Arema)_ menjadi contoh bagaimana ia mengemas unsur daerah menjadi karya yang ringan dan mudah diterima.

Strategi Manajerial: Isi Kekosongan Penyanyi Perempuan Pop Melayu

Manajer Princess Fitria, Roni Hamzah, menjelaskan bahwa keputusan beralih ke pop Melayu bukan sekadar coba-coba. Menurutnya, pasar penyanyi perempuan di genre ini masih terbuka lebar.

“Selama ini yang menonjol kebanyakan penyanyi laki-laki, jadi kami ingin menghadirkan warna baru dari penyanyi perempuan,” kata Roni.

Ia menilai Princess Fitria memiliki karakter vokal dan identitas musik yang cukup kuat untuk bersaing di level nasional. Dengan warna vokal yang khas dan pengalaman membawakan lagu-lagu emosional, Roni optimistis single terbaru ini bisa diterima lebih luas.

“Kami 100 persen yakin bisa bersaing karena punya warna sendiri dan karakter suara yang kuat,” tegasnya.

Tersedia di Platform Digital, Single _Relakan Kepergianku_ sudah bisa dinikmati melalui kanal YouTube resmi Princess Fitria sejak 15 Mei 2026. Lagu ini juga dirilis di berbagai platform musik digital seperti Spotify, Apple Music, dan TikTok, untuk menjangkau pendengar yang lebih luas, terutama generasi muda yang aktif di media sosial.

Rilis ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Princess Fitria tidak ingin terjebak pada satu genre. Ia membuka ruang eksplorasi baru sambil tetap menjaga identitas emosional yang selama ini menjadi ciri khasnya.

Bagi pendengar yang sudah terbiasa dengan nuansa ambyar Jawa, _Relakan Kepergianku_ mungkin terasa berbeda. Tapi di situlah letak daya tariknya: Princess Fitria mencoba menunjukkan bahwa seorang penyanyi bisa tumbuh, berubah, dan tetap relevan tanpa kehilangan jati diri. (win).

ShareSend

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Single “Relakan Kepergianku” Princess Fitria, Dari Ambyar Jawa ke Pop Melayu
  • SPPG Turen #006 Dibangun, Pemkab Malang Ajukan Tambahan Kuota untuk Wilayah 3T
  • Peletakan Batu Pertama SPPG Turen #006, Yayasan Peduli Berkah Nusantara Dukung Program Makan Bergizi Gratis
  • Turnamen Tenis Meja Perdana PTM Ken Arok, Camat Singosari Ajak Masyarakat Sehat dan Berprestasi
  • Penataan Fasum Pondok Mutiara di Mulai, Kejati Jatim Ingatkan Konsekuensi Hukum Penyalahgunaan Aset.

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025

Categories

  • Jawa Timur
  • Musik
  • newsnoid.com
  • Olahraga
  • Terbaru
  • Uncategorized
  • Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.