
newsnoid.com, Malang – Pembangunan Yayasan Peduli Berkah Nusantara untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Turen #006 resmi dimulai dengan peletakan batu pertama di Desa Talangsuko, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jumat (15/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat di Kabupaten Malang.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi menyampaikan bahwa perkembangan program SPPG di Kabupaten Malang terus menunjukkan progres signifikan.
“Dari target 275 SPPG, saat ini sudah berdiri 241 unit dan yang sudah operasional sebanyak 201,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jumlah penerima manfaat hingga saat ini mencapai 507.631 orang atau mendekati 90 persen dari target yang ditetapkan pemerintah.
“Alhamdulillah sudah hampir 90 persen. Insya Allah seluruh wilayah sudah terjangkau, hanya ada beberapa daerah di Malang Selatan yang masih membutuhkan perhatian khusus,” katanya.
Menurutnya, wilayah terpencil, tertinggal, dan terluar (3T) masih memerlukan tambahan kuota layanan karena belum seluruh calon penerima manfaat dapat terakomodasi.
“Sudah ada SPPG di wilayah sana, tetapi belum mencakup semua penerima. Diperkirakan masih membutuhkan tambahan hampir 20 SPPG lagi,” terangnya.
Untuk memenuhi target tersebut, Pemkab Malang bersama Satgas terkait akan mengajukan tambahan kuota kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
“Nanti Pak Sekda akan bersurat dengan kriteria-kriteria yang ada agar Kabupaten Malang bisa mendapatkan tambahan kuota,” imbuhnya.
Selain membahas pengembangan SPPG, Mahlia juga menyinggung kondisi stok beras di Kabupaten Malang yang hingga kini masih dinilai aman meski terdapat kendala pada proses pengemasan akibat kenaikan harga plastik.
“Untuk beras masih mencukupi. Memang saat ini Bulog belum melakukan packaging karena pengaruh harga plastik,” jelasnya.
Ia juga menginformasikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemkab Malang akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) tingkat provinsi di Kecamatan Dau pada 21 Mei mendatang.
“Kegiatan GPM tetap kami lakukan untuk menjaga stabilitas dan memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (yun)
