
newsnoid.com, Malang – Yayasan Peduli Berkah Nusantara (YPBN) resmi memulai pembangunan Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Turen melalui prosesi peletakan batu pertama yang digelar di Desa Talangsuko, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jumat (15/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden RI.
Acara dihadiri langsung oleh Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, Wakil Ketua Satuan Tugas Badan Gizi Nasional Imam Prijantoro, jajaran Forkopimda Kabupaten Malang, Ketua HIPMI Kabupaten Malang, perwakilan perbankan, serta tokoh masyarakat setempat.
Ketua Yayasan Peduli Berkah Nusantara, Muhammad Reynald, menyampaikan bahwa pembangunan yayasan dan dapur SPPG tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bentuk komitmen sosial untuk membantu masyarakat melalui penyediaan makanan bergizi gratis.
“Yayasan Peduli Berkah Nusantara hadir sebagai wadah kolaborasi dan pengabdian untuk menyukseskan program Bapak Presiden dalam pembangunan dapur makan bergizi gratis. Kami ingin menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, yayasan akan menjalankan program dengan mengedepankan profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas agar mampu menjadi lembaga yang dipercaya masyarakat.
“Batu pertama yang kita letakkan hari ini bukan sekadar awal pembangunan fisik, tetapi simbol dimulainya komitmen besar untuk hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari upaya membangun kesejahteraan,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Malang, Sanusi mengapresiasi keterlibatan masyarakat dan berbagai pihak dalam mendukung program MBG di Kabupaten Malang.
Menurutnya, keberadaan SPPG sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah, balita, ibu menyusui hingga lansia.
“Di Kabupaten Malang nanti total ada 274 SPPG dengan target penerima manfaat mencapai lebih dari 507 ribu orang. Saat ini sudah hampir 90 persen terpenuhi,” ungkap Sanusi.
Ia juga meminta seluruh pengelola SPPG menjaga standar operasional, terutama terkait kualitas makanan dan keamanan pangan bagi para penerima manfaat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, Mahlia Surya Dewi, menjelaskan bahwa hingga kini telah berdiri 241 SPPG, dengan 201 di antaranya sudah beroperasi. Namun, masih terdapat sejumlah wilayah terpencil di Malang Selatan yang belum sepenuhnya terjangkau layanan.
“Masih dibutuhkan tambahan sekitar 20 SPPG untuk menjangkau wilayah 3T, yakni tertinggal, terdepan, dan terpencil,” jelasnya.
Pembina Yayasan Peduli Berkah Nusantara, Muhammad Zidan, menambahkan bahwa pembangunan dapur SPPG Turen ditargetkan selesai dalam waktu 45 hari dan mulai beroperasi pada 1 Juli 2026.
Menurutnya, dapur tersebut nantinya mampu melayani hingga 3.500 penerima manfaat dengan sistem pengawasan ketat terhadap keamanan pangan.
“Kami menyediakan food safety kit untuk memastikan seluruh makanan diuji sebelum didistribusikan, sehingga keamanan dan kebersihan makanan benar-benar terjamin,” katanya.
Di akhir kegiatan, panitia juga menggelar santunan bagi anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dan rasa syukur atas dimulainya pembangunan Yayasan Peduli Berkah Nusantara dan SPPG Turen. (yun)
