
newsnoid.com, Malang– Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait meninjau Perumahan Lawang Park Residence di Kabupaten Malang, Rabu (1/7/2026).
Dalam kunjungannya, Menteri memberikan apresiasi terhadap kualitas hunian yang dibangun pengembang sekaligus mendorong percepatan pembangunan rumah subsidi di Jawa Timur.
Dalam dialog bersama Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, Menteri mengungkapkan bahwa kuota rumah subsidi di Jawa Timur pada tahun 2026 mencapai sekitar 40 ribu unit.
Hingga awal Juli, realisasi penyaluran rumah subsidi telah mencapai sekitar 8.600 unit, menempatkan Jawa Timur di peringkat keempat secara nasional setelah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan.
Menteri menegaskan, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah.
Di antaranya pembebasan BPHTB dan PBG, uang muka (DP) hanya 1 persen, suku bunga tetap 5 persen, serta tenor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang diperpanjang hingga 40 tahun.
“Demand rumah di Jawa Timur masih sangat tinggi. Karena itu saya berharap pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dapat mendorong percepatan pembangunan rumah subsidi agar semakin banyak masyarakat yang memiliki hunian layak,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri juga meninjau langsung beberapa unit rumah di Lawang Park Residence. Ia mengaku puas dengan kualitas bangunan yang dinilai memenuhi standar.
“Saya cek langsung beberapa rumah. Airnya bagus, bangunannya juga bagus, temboknya rapi, tidak ada retak, lingkungannya juga tidak banjir. Saya beri nilai 8,5. Ini bisa menjadi contoh pengembang yang menjaga kualitas rumah subsidi,” katanya.
Selain kualitas bangunan, Menteri juga mengapresiasi tingkat kelancaran pembayaran angsuran KPR para penghuni yang dinilai sangat baik berdasarkan informasi dari pihak perbankan.
Ia menyebut capaian Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) terus meningkat.
Jika sebelumnya rekor tertinggi penyaluran rumah subsidi mencapai 224 ribu unit pada 2023, maka pada 2025 meningkat menjadi 278 ribu unit.
Pemerintah pun menargetkan penyaluran yang lebih besar lagi melalui berbagai agenda nasional hingga akhir tahun.
Sementara itu, Direktur Utama sekaligus Owner Lawang Park Residence, Afwan Syahid atau yang akrab disapa Pak Iwan, mengaku bersyukur atas apresiasi yang diberikan Menteri PKP.
Menurutnya, pihaknya telah membangun sekitar 2.000 unit rumah subsidi yang tersebar di Kabupaten Malang, Pasuruan, dan Mojokerto.
Khusus di Lawang Park Residence, kawasan yang dikembangkan memiliki luas sekitar lima hektare dengan total 380 unit rumah, dimana sekitar 250 hingga 300 unit telah dihuni masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini Pak Menteri hadir dan memberikan apresiasi terhadap kinerja kami. Insya Allah tahun ini kami menargetkan pembangunan sekitar 1.000 unit rumah subsidi,” ujar Afwan.
Ia menjelaskan seluruh rumah di Lawang Park Residence merupakan rumah FLPP yang dibangun dengan menjaga kualitas material, spesifikasi bangunan, serta didukung proses KPR dari berbagai perbankan seperti BTN, BRI, Mandiri, BNI, hingga bank syariah nasional.
Afwan juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Malang yang dinilai memberikan kemudahan dalam proses perizinan sehingga pembangunan dapat berjalan lancar.
Menurutnya, meski pasar properti sempat mengalami penurunan sekitar 20 persen dibandingkan tahun lalu akibat kondisi ekonomi, minat masyarakat terhadap rumah subsidi masih cukup tinggi.
Dalam satu bulan terakhir, pihaknya mampu merealisasikan penjualan sekitar 50 unit rumah dan dalam kurun dua hingga tiga bulan mencapai sekitar 100 unit.
Untuk menjaga minat masyarakat, pihaknya terus mengedepankan legalitas, kualitas bangunan, serta meningkatkan promosi agar semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki rumah layak huni melalui program FLPP.(yun).
