
newsnoid.com, Malang- Universitas Brawijaya (UB) resmi melepas 33 mahasiswa yang akan mewakili kampus pada Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Jawa Timur 2026.
Pelepasan berlangsung di Hall Lantai 1 Gedung Rektorat UB, Senin (6/7/2026), sebagai bentuk dukungan dan pemberian semangat kepada para delegasi sebelum berlaga di ajang seni tingkat provinsi.
Kepala UPT Manajemen Pengembangan Talenta Mahasiswa UB, Prof. Dr. Eng. Abu Bakar Samba, S.Pi., M.T., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelepasan delegasi merupakan agenda rutin universitas setiap kali mahasiswa mengikuti kompetisi sebagai representasi institusi.
Tahun ini, UB mengirimkan 33 mahasiswa yang akan berkompetisi pada 15 cabang lomba Peksimida Jawa Timur 2026.
“Keberhasilan mahasiswa dalam kompetisi dibangun melalui sistem pembinaan talenta yang berjenjang. Prosesnya dimulai dari Pekan Seni Mahasiswa Universitas (Peksima), kemudian para juara mendapatkan pembinaan dan pelatihan intensif sebelum mengikuti Peksimida. Kami berharap seluruh delegasi mampu menampilkan kemampuan terbaik dan membawa prestasi bagi Universitas Brawijaya,” ujar Prof. Abu Bakar Samba.
Adapun 15 cabang lomba yang diikuti meliputi baca puisi putra dan putri, desain poster, fotografi jurnalistik, komik strip, lukis, menyanyi dangdut putra dan putri, menyanyi keroncong putra dan putri, menyanyi pop putra dan putri, menyanyi seriosa putra dan putri, monolog, penulisan cerpen, penulisan lakon, penulisan puisi, tari, dan vokal grup.
Selain 33 peserta utama, UB juga memberangkatkan 22 mahasiswa sebagai tim pendukung, yakni sembilan orang untuk cabang monolog, sebelas orang untuk tari, dan dua orang untuk vokal grup. Dengan demikian, total kontingen UB yang berangkat mencapai sekitar 56 orang.
Seluruh delegasi telah menjalani pembinaan intensif bersama pelatih dan pendamping di masing-masing cabang. Khusus tim tari, latihan rutin dilakukan setiap malam di Gazebo Raden Wijaya sebagai bagian dari persiapan akhir sebelum keberangkatan.
Peksimida Jawa Timur 2026 akan dibuka pada 7 Juli 2026 di Universitas Negeri Malang (UM). Rangkaian perlombaan berlangsung hingga 10–12 Juli 2026 di sejumlah perguruan tinggi di Jawa Timur.
Universitas Brawijaya juga dipercaya menjadi tuan rumah dua cabang lomba, yakni Menyanyi Pop yang digelar di Auditorium Pandita Majapahit Gedung Merah UB serta Menyanyi Dangdut di Gedung Widyaloka pada 8–9 Juli 2026.
Sementara itu, cabang lomba lainnya diselenggarakan di Universitas Jember, Universitas Trunojoyo Madura, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (UPN Veteran Jatim), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan Universitas Kristen Petra.
Dari sisi asal fakultas, delegasi UB terdiri atas 11 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), sembilan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB), tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran, masing-masing dua mahasiswa dari Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Administrasi, dan Fakultas Hukum, serta masing-masing satu mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Biosains, Pertanian dan Kehutanan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), serta Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM).
Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa UB, Dr. Setiawan Noerdjajasakti, S.H., M.H., mengapresiasi seluruh mahasiswa yang telah melalui proses seleksi hingga terpilih menjadi delegasi universitas. Ia menjelaskan bahwa Peksimida merupakan agenda dua tahunan yang menjadi jalur seleksi menuju Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) yang akan diselenggarakan pada September 2026.
“Kami berharap pada Peksimida tahun ini Universitas Brawijaya kembali meraih prestasi terbaik sehingga dapat mengirimkan wakil ke Peksiminas dan terus mempertahankan posisi UB sebagai salah satu perguruan tinggi berprestasi di Indonesia,” ujarnya.
Menurut Prof. Abu Bakar Samba, pola pembinaan berjenjang tersebut menjadi strategi UB dalam membangun ekosistem prestasi yang berkelanjutan.
Seluruh juara Peksima kembali dibina melalui pelatihan intensif bersama pelatih dan pendamping sebelum diberangkatkan ke tingkat provinsi sebagai bekal menghadapi persaingan di Peksimida.
Ketua Kelompok Kerja Jabatan Fungsional (KKJF) Bidang Seni dan Olahraga, Dr. Bambang Dwi Prasetyo, S.Sos., M.Si., menambahkan bahwa seluruh peserta telah memiliki bakat dan minat di bidang seni.
Universitas kemudian memfasilitasi pengembangannya melalui Peksima sebagai ajang pencarian talenta sebelum dipersiapkan untuk berkompetisi di tingkat daerah dan nasional.
Ia mengakui pembinaan masih menghadapi tantangan karena UPT Manajemen Pengembangan Talenta Mahasiswa merupakan unit yang relatif baru. Namun, melalui koordinasi, pembinaan, dan pelatihan yang berkelanjutan, pihaknya optimistis sistem pengembangan talenta seni di UB akan semakin kuat sehingga mampu bersaing meski UB tidak memiliki fakultas seni.
Melalui pelepasan ini, Universitas Brawijaya berharap seluruh delegasi mampu memberikan penampilan terbaik, mengharumkan nama universitas di tingkat Jawa Timur, serta melangkah ke Peksiminas 2026 sebagai wakil Provinsi Jawa Timur.(Humas UB)