
newsnoid.com, Malang– Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Malang menggelar Turnamen Tenis Meja Piala Wali Kota Malang 2026 sebagai langkah awal menjaring bibit-bibit atlet potensial yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Kejuaraan yang digelar pada Minggu (5/7/2026) ini menjadi bagian dari upaya membangun regenerasi sekaligus meningkatkan prestasi cabang olahraga tenis meja di Kota Malang.
Ketua PTMSI Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan turnamen tersebut merupakan tahapan awal seleksi atlet yang nantinya akan dibina secara berkelanjutan untuk memperkuat kontingen Kota Malang pada Porprov Jatim 2027.
“Kami memang mencari atlet tenis meja melalui Turnamen Piala Wali Kota ini. Ini merupakan salah satu tahapan seleksi untuk menemukan bibit-bibit atlet yang nantinya dipersiapkan menuju Porprov Jawa Timur 2027,” ujar Eko.
Turnamen perdana yang digelar oleh kepengurusan PTMSI Kota Malang itu diikuti 147 peserta yang seluruhnya berasal dari Kota Malang. Para peserta bertanding pada kategori kelompok usia 12 tahun dan kelas B.
Menurut Eko, PTMSI akan terus menggelar berbagai program pembinaan dan kompetisi secara berkelanjutan agar proses seleksi atlet semakin terarah dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi.
“Ke depan kami akan terus melakukan pembinaan melalui berbagai program dan kejuaraan sehingga proses seleksi atlet semakin matang menuju Porprov 2027,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Malang menegaskan Turnamen Tenis Meja Piala Wali Kota 2026 memang dirancang sebagai wadah pencarian atlet potensial yang diproyeksikan memperkuat kontingen Kota Malang pada ajang Porprov Jawa Timur 2027.
Menurutnya, selama ini cabang olahraga tenis meja di Kota Malang belum memiliki kompetisi rutin yang diselenggarakan PTMSI sebagai sarana pembinaan atlet.
Karena itu, penyelenggaraan turnamen ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan prestasi tenis meja Kota Malang.
“Turnamen ini memang kami arahkan untuk menjaring atlet-atlet potensial menuju Porprov 2027. Harapan kami, pada Porprov nanti cabang olahraga tenis meja mampu menyumbangkan medali bagi Kota Malang,” ujarnya.
Wali Kota juga mengaku optimistis setelah menyaksikan langsung jalannya pertandingan.
Ia menilai banyak atlet muda Kota Malang yang memiliki kemampuan serta prospek untuk berprestasi di tingkat provinsi.
Salah satu atlet yang menarik perhatian adalah Kenta, seorang atlet cilik yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK). Meski menjadi peserta termuda, Kenta berhasil tampil sebagai juara setelah mengalahkan lawan-lawan yang usianya lebih tua.
“Tadi saya melihat ada atlet yang masih TK, tetapi mampu menjadi juara dan mengalahkan peserta yang usianya lebih tinggi. Ini menunjukkan bahwa Kota Malang memiliki potensi atlet yang luar biasa,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi, selain menerima medali dan hadiah, Wali Kota juga meminta orang tua Kenta agar memanfaatkan jalur prestasi saat mendaftarkan putranya ke sekolah dasar.
“Saya minta nanti ketika Kenta masuk SD dapat menggunakan jalur prestasi dan memilih sekolah yang diinginkan. Prestasinya sudah sangat luar biasa untuk anak seusianya,” tuturnya.
Ia menegaskan keberhasilan Kenta menjadi bukti bahwa pembinaan atlet sejak usia dini sangat penting.
Karena itu, PTMSI Kota Malang diharapkan terus memberikan pendampingan, pelatihan, dan pembinaan secara berkesinambungan agar potensi atlet-atlet muda dapat berkembang menjadi prestasi yang membanggakan.
“Potensinya sudah terlihat. Tinggal bagaimana PTMSI melakukan pembinaan secara serius dan berkelanjutan agar atlet-atlet muda seperti Kenta dapat menjadi kader terbaik dan mengharumkan nama Kota Malang di masa mendatang,” pungkasnya.(yun)