
newsnoid.com, Malang – Suasana halaman apel Mapolresta Malang Kota, Jumat pagi 3 Juli 2026, tampak berbeda dari hari biasanya.
Ratusan warga dari berbagai latar belakang memadati lokasi untuk mengikuti Bakti Kesehatan (Bakkes) gratis yang digelar Polresta Malang Kota Polda Jatim. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian menyambut Hari Bhayangkara ke-80.
Sekitar 200 peserta tercatat hadir sejak pukul 07.30 WIB. Mereka datang dari berbagai komunitas, mulai dari driver ojek online, relawan kemanusiaan, mahasiswa, komunitas sepeda, pekerja informal, hingga warga umum Kota Malang. Antrean panjang di tenda pemeriksaan menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan kesehatan yang diberikan Polri.
Tim Kesehatan Polresta Malang Kota menurunkan personel medis lengkap untuk melayani warga.
Pemeriksaan yang dibuka secara gratis meliputi skrining kesehatan umum, pengukuran tekanan darah, pengecekan kadar gula darah, hingga konsultasi medis langsung dengan dokter dan tenaga kesehatan.
Tidak hanya berhenti di pemeriksaan, warga juga mendapat edukasi kesehatan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Mulai dari pola makan sehat untuk penderita hipertensi, tips menjaga gula darah tetap stabil, sampai cara mencegah kelelahan bagi pekerja lapangan dan driver ojol yang aktivitasnya padat.
“Ini sangat membantu. Kami ojol tiap hari keliling, jarang sempat cek kesehatan. Sekalian bisa tanya langsung ke dokternya,” ujar Dwi, 34, salah satu driver ojol yang ikut antre sejak awal.
Setelah rangkaian pemeriksaan selesai, panitia menyiapkan jamuan makan bersama untuk seluruh peserta. Suasana semakin cair dan kekeluargaan terasa kuat. Menu yang disajikan sengaja dipilih menu khas Malang dan menu favorit warga, yaitu rawon, soto, bubur ayam, pecel, mi, ditambah kopi panas dan air mineral.
Warga bebas memilih hidangan sesuai selera dan duduk lesehan bersama anggota Polri maupun peserta lain. Momen ini menjadi ruang interaksi yang tidak kaku, antara petugas dan masyarakat.
“Kegiatan makan bersama ini sengaja kami buat. Biar tidak hanya formalitas, tapi benar-benar ada kedekatan emosional,” jelas Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Shobikin di sela kegiatan.
Ipda Lukman menegaskan, Bakti Kesehatan ini bukan kegiatan seremonial satu kali. Polresta Malang Kota menjadikan program ini sebagai bentuk kepedulian berkelanjutan kepada masyarakat, khususnya kelompok yang jarang terjangkau layanan kesehatan.
“Kami ingin pelayanan Polri bisa dirasakan langsung. Lewat bakti kesehatan gratis dan makan bersama, kami ingin membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat,” ungkap Ipda Lukman.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga difungsikan sebagai ruang dialog terbuka. Warga diberi kesempatan menyampaikan aspirasi, keluhan, maupun persoalan sehari-hari yang mereka hadapi. Masukan dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi internal Polresta Malang Kota untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan strategi menjaga kamtibmas.
“Kami terus membuka ruang dialog agar masyarakat merasa dekat dengan Polri. Harapan masyarakat menjadi bahan evaluasi kami untuk terus berbenah,” tambah Ipda Lukman.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari berbagai elemen. Perwakilan komunitas sepeda Malang menyebut kegiatan seperti ini penting karena banyak anggotanya yang aktif secara fisik namun jarang cek kesehatan rutin.
Sementara relawan kemanusiaan menilai sinergi Polri dengan masyarakat sipil melalui kegiatan sosial seperti ini perlu diperluas.
Dengan selesainya Bakti Kesehatan, Polresta Malang Kota berharap semangat Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya dimaknai sebagai peringatan, tetapi juga aksi nyata yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
Rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara di wilayah hukum Polresta Malang Kota sendiri masih akan berlanjut dengan berbagai bakti sosial dan pengabdian masyarakat lainnya sepanjang Juli 2026. (Gih)