
Semangat menyambut Karnaval Desa Sumbersekar semakin terasa di lingkungan RT 06 RW 03, Dusun Krajan. Menjelang pelaksanaan karnaval yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Juli mendatang, puluhan warga dari berbagai kalangan terus menggelar latihan rutin demi memberikan penampilan terbaik.
Setiap sore hingga malam hari, halaman dan jalan lingkungan dipenuhi aktivitas latihan tari. Mulai dari anak-anak, remaja, ibu-ibu hingga bapak-bapak tampak antusias mempelajari setiap gerakan, menyusun formasi, dan mempersiapkan berbagai kebutuhan penampilan.
Suasana latihan berlangsung penuh semangat dan kebersamaan, mencerminkan kuatnya budaya gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat.
Pada karnaval tahun ini, RT 06 RW 03 mengangkat tema kisah sejarah Bali yang dikemas dalam sebuah pertunjukan tari kolosal.
Konsep tersebut dipilih untuk menghadirkan tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung nilai budaya. Penampilan itu nantinya akan dipadukan dengan iringan sound horeg, sehingga diharapkan mampu menghadirkan atraksi yang meriah dan memukau ribuan penonton yang hadir.
Ketua pelaksana sekaligus Ketua Tim Karnaval RT 06 RW 03, Budi Santoso, mengatakan seluruh persiapan dilakukan secara maksimal sejak beberapa pekan terakhir.
Menurutnya, kekompakan warga menjadi modal utama dalam menghadirkan penampilan yang berbeda dibandingkan peserta lainnya.
“Kami ingin memberikan penampilan yang menarik sekaligus berkesan. Tema sejarah Bali dipilih karena memiliki nilai budaya yang kuat, kemudian kami kemas dengan kreativitas warga agar tampil lebih hidup dan menghibur. Semoga saat tampil nanti bisa memberikan hiburan terbaik bagi masyarakat,” ujar Budi Santoso di sela-sela latihan.
Ia menjelaskan, latihan dilakukan secara rutin agar setiap penari mampu menguasai koreografi dan menjaga kekompakan selama tampil di arena karnaval. Meski sebagian besar peserta harus membagi waktu dengan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari, semangat mereka tidak pernah surut.
Selain mempersiapkan tarian, warga juga bergotong royong membuat kostum, properti, serta berbagai ornamen pendukung yang akan digunakan saat pawai berlangsung. Seluruh perlengkapan dibuat bersama-sama sebagai bentuk kebersamaan sekaligus untuk menekan biaya produksi.
Tidak hanya itu, sejumlah warga lainnya juga mengambil peran di balik layar. Ada yang bertugas menyiapkan konsumsi bagi peserta latihan, mengatur perlengkapan teknis, hingga membantu dekorasi.
Semua bekerja secara sukarela demi menyukseskan penampilan RT 06 RW 03 pada ajang karnaval desa.
Budi Santoso menilai, keikutsertaan warga dalam karnaval bukan hanya soal mengikuti perlombaan atau menampilkan hiburan semata.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, membangun kekompakan, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan.
“Karnaval ini menjadi momentum untuk menyatukan warga. Semua ikut berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing. Dari sinilah rasa kebersamaan semakin kuat,” katanya.
Pelaksanaan Karnaval Desa Sumbersekar yang akan digelar pada 25 Juli mendatang diperkirakan kembali menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan masyarakat.
Berbagai peserta dari masing-masing RT akan menampilkan beragam kreativitas dan atraksi budaya yang telah dipersiapkan sejak jauh hari.
Dengan persiapan yang semakin matang, warga RT 06 RW 03 Dusun Krajan optimistis mampu menyuguhkan penampilan yang spektakuler.
Perpaduan tarian bertema sejarah Bali, kostum yang menarik, serta iringan sound horeg diharapkan menjadi daya tarik tersendiri sekaligus menghibur masyarakat yang memadati jalur karnaval.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan seluruh warga menjadi bukti bahwa tradisi karnaval bukan sekadar pesta rakyat tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, melestarikan seni budaya, dan menunjukkan kekompakan masyarakat Desa Sumbersekar.
Dengan tekad dan kerja sama yang solid, RT 06 RW 03 siap memberikan penampilan terbaik pada puncak kemeriahan karnaval yang akan digelar pada 25 Juli mendatang.(Leg)
