
newsnoid.com, Sidoarjo– Pemerintah Kabupaten Sidoarjo (Pemkab) terus memperkuat komitmen membangun budaya hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat melalui penerapan lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Upaya tersebut diwujudkan dengan pelaksanaan verifikasi lapangan oleh Tim Verifikator Provinsi Jawa Timur di 12 desa yang menjadi lokasi sampling, Rabu (23/7/2026).
Verifikasi lapangan ini menjadi bagian penting untuk memastikan penerapan lima pilar STBM tidak hanya terpenuhi secara administratif tetapi benar-benar telah menjadi perilaku sehari-hari masyarakat. Program tersebut juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan sekaligus menekan risiko berbagai penyakit berbasis sanitasi.
Kegiatan verifikasi dilaksanakan di enam kecamatan, yakni Buduran, Waru, Sedati, Tanggulangin, Porong dan Prambon. Sebanyak 12 desa dipilih sebagai lokasi sampling, yaitu Desa Sidokepung dan Wadungasih, Desa Tambak Sumur dan Tambak Sawah, Desa Pabean dan Sedati Agung, Desa Ketapang dan Putat, Desa Candipari dan Glagaharum serta Desa Jati Alun-alun dan Desa Temu.
Dalam setiap desa, tim melakukan penilaian terhadap satu sekolah dan 25 kepala keluarga (KK).
Penilaian dilakukan melalui observasi, wawancara, serta pemeriksaan langsung terhadap penerapan lima pilar STBM, yaitu stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga serta pengelolaan limbah cair rumah tangga.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakshmi Herawati Yuwantina, menegaskan bahwa verifikasi lapangan merupakan upaya untuk memastikan perubahan perilaku masyarakat benar-benar telah terjadi.
“Verifikasi ini bukan hanya mengecek administrasi tetapi memastikan lima pilar STBM telah menjadi kebiasaan masyarakat. Sanitasi yang baik dimulai dari rumah tangga. Jika seluruh warga konsisten menerapkannya, lingkungan akan semakin bersih, risiko penyakit dapat ditekan, dan kualitas hidup masyarakat akan meningkat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan mewujudkan STBM lima pilar hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Sanitasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau tenaga kesehatan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah desa hingga dunia usaha. Partisipasi seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Verifikasi Lapangan Provinsi Jawa Timur, drg. Sulvy Dwi Anggraini, menjelaskan bahwa proses verifikasi dilakukan secara acak agar dapat menggambarkan kondisi riil di lapangan.
Menurutnya, selain menilai kondisi sarana sanitasi, tim juga menggali kebiasaan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui wawancara langsung dengan warga dan pihak sekolah.
“Kami akan memilih rumah secara acak untuk melihat apakah masyarakat benar-benar telah menerapkan lima pilar STBM. Yang kami nilai bukan hanya fasilitasnya, tetapi juga perilaku dan kebiasaan sehari-hari masyarakat,” jelasnya.
Selama proses verifikasi, tim turut menguji pemahaman masyarakat mengenai tata cara mencuci tangan yang benar menggunakan sabun, pemilahan sampah rumah tangga, pengelolaan makanan dan air minum yang aman, hingga memastikan septic tank yang digunakan telah memenuhi standar kesehatan.
Hasil verifikasi lapangan ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan strategi penguatan program sanitasi di Kabupaten Sidoarjo agar pelaksanaannya semakin efektif dan berkelanjutan.
Sebelumnya, Kabupaten Sidoarjo telah mencatatkan berbagai prestasi di bidang sanitasi.
Pada 2024, Sidoarjo berhasil meraih status Open Defecation Free (ODF) sekaligus memperoleh STBM Award Tingkat Pratama Nasional.
Prestasi tersebut berlanjut pada 2025 dengan diraihnya STBM Award Tingkat Madya Nasional.
Melalui verifikasi lapangan ini, Pemkab Sidoarjo berharap budaya hidup bersih dan sehat semakin mengakar di tengah masyarakat sehingga mampu mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh warga Kabupaten Sidoarjo.(Shadra)