
NEWSNOID.COM, MALANG — Arema FC mematangkan persiapan menghadapi Persik Kediri dalam laga derbi Jawa Timur yang akan berlangsung di Stadion Kanjuruhan. Meski hanya memiliki waktu singkat setelah menghadapi PSM Makassar, tim Singo Edan memastikan kondisi mental dan taktik pemain tetap terjaga.
Head Coach Arema FC, Marcos Santos, mengakui padatnya jadwal serta perjalanan jauh membuat tim tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan persiapan.
Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi fokus pemain untuk menghadapi Persik.
“Kami memiliki waktu yang sangat singkat setelah pertandingan melawan PSM Makassar karena perjalanan yang jauh dan kelelahan.
Tetapi para pemain sangat fokus dan mempersiapkan diri dengan baik,” ujar Marcos dalam konferensi pers di Kantor Arema FC, Kamis (17/9/2026).
Marcos menyebut pertandingan melawan Persik tidak akan mudah. Menurutnya, Macan Putih merupakan tim yang memiliki kekuatan cukup komplet karena mempertahankan pelatih dan sebagian besar komposisi skuad, sekaligus mendatangkan sejumlah pemain baru.
Persik juga dinilai tidak hanya mengandalkan serangan balik. Mereka mampu memainkan penguasaan bola serta membangun serangan secara terorganisasi.
“Kami tahu pertandingan besok akan sulit. Persik adalah tim yang kuat. Mereka mempertahankan pelatih dan mayoritas pemainnya, kemudian menambah beberapa pemain berkualitas,” jelasnya.
Karena itu, Marcos meminta anak asuhnya memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah pemain Persik yang dinilai memiliki peran penting. Di antaranya Jose Henrique di lini depan, Careca di sektor tengah, serta pemain sayap yang memiliki kecepatan dan kelincahan.
“Kami harus disiplin, tetap fokus dan menjalankan gaya permainan kami. Targetnya tentu mengamankan tiga poin,” tegas Marcos.
Terkait kondisi skuad, Marcos juga memberikan perkembangan mengenai sejumlah pemain Arema FC.
Gustavo Henrique masih menjalani proses pemulihan dari cedera serius. Untuk saat ini, tim medis dan manajemen memberikan kesempatan kepada pemain tersebut untuk berkonsentrasi penuh terhadap proses pemulihan.
Sementara itu, striker anyar Arema FC, Samuel Otusanya, masih membutuhkan waktu untuk mengembalikan kebugaran dan sentuhan bermain.
Pemain tersebut disebut sekitar dua bulan tidak menjalani latihan dengan bola maupun pertandingan resmi.
“Samuel Otusanya bekerja keras untuk mengembalikan ritme dan kondisi fisiknya. Tetapi jika memang dibutuhkan, dia sudah siap,” kata Marcos.
Berbeda dengan Gustavo, Alfeanda Dewangga disebut telah pulih sepenuhnya dari cedera. Pemain tersebut juga telah mendapatkan lampu hijau dari tim medis untuk kembali tampil.
Untuk lini depan, Marcos belum menentukan komposisi akhir. Mauro Zistra yang baru kembali setelah menjalani pemulihan sekitar enam pekan masih dalam proses mengembalikan kondisi fisiknya.
Di sisi lain, Samuel Otusanya baru mengikuti sesi latihan taktis bersama tim. Fleksibilitasnya menjadi opsi tambahan bagi Arema karena dapat dimainkan sebagai penyerang maupun di sektor sayap.
“Kami belum menentukan komposisi akhir. Yang terpenting bukan hanya siapa penyerangnya. Dalam dua pertandingan awal tanpa penyerang murni, kami juga mampu mencetak banyak gol,” ungkapnya.
Menurut Marcos, efektivitas permainan kolektif lebih penting dibandingkan sekadar menumpuk pemain di lini depan.
“Fokus utama adalah kemenangan tim, bukan sekadar berapa banyak penyerang yang berada di lapangan,” imbuhnya.
Sorotan terhadap lini pertahanan Arema FC setelah kebobolan pada menit-menit akhir pertandingan sebelumnya juga menjadi perhatian Marcos.
Ia menilai gol tersebut tidak serta-merta menunjukkan lemahnya lini belakang Arema. Menurutnya, persoalan lebih berkaitan dengan menurunnya konsentrasi pemain menjelang pertandingan berakhir.
“Saya tidak sepakat jika lini belakang kami dianggap lemah. Pada pertandingan pertama kami menang 1-0 tanpa kebobolan,” ujarnya.
Marcos menyebut Arema sebenarnya memiliki sejumlah peluang untuk mengunci pertandingan sebelumnya dengan margin lebih besar.
Namun, peluang emas yang gagal dikonversi menjadi gol membuat lawan masih memiliki kesempatan untuk memperkecil ketertinggalan.
“Kalau kami bisa memaksimalkan dua peluang emas menjadi gol dan unggul 4-1 atau 5-1, mungkin sorotan terhadap lini pertahanan tidak akan seperti ini,” katanya.
Meski demikian, evaluasi tetap dilakukan. Penurunan konsentrasi menjadi salah satu aspek yang diperbaiki agar kesalahan serupa tidak kembali terjadi saat menghadapi Persik.
Menghadapi atmosfer derbi serta situasi tanpa kehadiran suporter tim tamu, Marcos bersama pemain Arema FC juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan kondusivitas pertandingan.
Pemain Arema FC, Adi Satryo, menegaskan pertandingan melawan Persik memiliki arti penting bagi tim. Karena itu, ia berharap dukungan suporter diberikan secara positif dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi merugikan klub.
“Kami harus menjaga kandang sendiri. Saya mengimbau seluruh suporter untuk tetap menjaga kedamaian, kondusivitas dan keamanan,” ujar Adi.
Menurutnya, rivalitas merupakan bagian dari sepak bola. Namun, persaingan tidak semestinya berkembang menjadi tindakan berlebihan yang dapat berdampak terhadap klub maupun keberlangsungan kompetisi.
Dengan persiapan yang telah dilakukan, Arema FC kini tinggal menerjemahkan strategi tim pelatih ke dalam pertandingan. Marcos menegaskan mental, disiplin, konsentrasi dan permainan kolektif akan menjadi modal penting Singo Edan untuk menghadapi Persik di Stadion Kanjuruhan. (red)