• Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com
Newsnoid
No Result
View All Result
No Result
View All Result
newsnoid.com
No Result
View All Result
Home Jawa Timur

Cegah HIV Sejak Dini Pemkab Sidoarjo Edukasi Pelajar Bangun Karakter dan Tolak Perilaku Berisiko.

6 Agustus 2026
in Jawa Timur, newsnoid.com, Terbaru
Bagikan

 

Cegah HIV Sejak Dini Pemkab Sidoarjo Edukasi Pelajar Bangun Karakter dan Tolak Perilaku Berisiko.

newsnoid.com, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memperkuat upaya pengendalian Human Immunodeficiency Virus (HIV) tidak hanya melalui skrining dan deteksi dini, tetapi juga lewat edukasi kepada generasi muda.

RelatedPosts

Jambore PKK Sidoarjo 2026, Sriatun Subandi Perkuat Peran Kader Kawal Stunting, Ketahanan Pangan dan Ekonomi Keluarga.

Ekonomi Pancasila Harus Diterjemahkan ke Kebijakan, Bukan Sekadar Konsep

Api Karhutla Bromo Merembet ke Poncokusumo, Polres Malang Kerahkan Tim Gabungan

Bersama Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) dan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Pemkab menggelar Sidoarjo Youth Safeguard 2026 untuk membekali pelajar dengan pengetahuan yang benar mengenai HIV sekaligus membangun karakter agar terhindar dari perilaku berisiko.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan Umsida, Rabu (5/8/2026), diikuti pelajar SMA dan SMK se-Kabupaten Sidoarjo.

Program tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo, IKA Unair dan Umsida.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, mengatakan edukasi kesehatan reproduksi, pengenalan diri dan pemahaman tentang HIV menjadi langkah penting dalam melindungi generasi muda sejak dini.

“Dengan pengetahuan yang benar, para pelajar diharapkan mampu menjaga diri dari perilaku berisiko sekaligus tidak memberikan stigma kepada Orang dengan HIV (ODHIV),” ujarnya.

Menurutnya, pengendalian HIV tidak cukup mengandalkan penemuan kasus melalui skrining. Edukasi sejak usia remaja menjadi salah satu kunci utama untuk mencegah munculnya kasus baru.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, sejak 2001 hingga Juni 2026 tercatat secara kumulatif 60 kasus HIV pada kelompok usia 11–17 tahun.

Dari jumlah tersebut, tujuh orang meninggal dunia, sedangkan 53 lainnya masih menjalani kehidupan dengan HIV.

Namun, dr. Lakhsmie menegaskan data tersebut tidak dimaksudkan untuk menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.

Sebaliknya, data itu menjadi dasar memperkuat upaya pencegahan. Bahkan meningkatnya temuan kasus menunjukkan semakin luasnya cakupan skrining dan keberhasilan deteksi dini sehingga penderita dapat segera memperoleh pengobatan.

Ia menjelaskan, kelompok usia di atas 24 tahun masih menjadi penyumbang terbesar kasus HIV yang berkaitan dengan perilaku berisiko.

Sementara itu, kasus pada anak usia 0–10 tahun umumnya terjadi melalui penularan dari ibu ke anak.

Karena itu, Dinkes Sidoarjo terus memperkuat layanan skrining HIV berdasarkan siklus hidup, mulai dari pemeriksaan ibu hamil melalui program triple eliminasi HIV, sifilis dan hepatitis B hingga pemeriksaan dini pada bayi guna mencegah penularan sejak awal.

Dr. Lakhsmie juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang keliru mengenai HIV.

Ia menegaskan HIV tidak menular melalui berjabat tangan, berpelukan, belajar bersama, berbagi makanan, menggunakan toilet yang sama, maupun gigitan nyamuk.

Penularan HIV, jelasnya, dapat terjadi melalui hubungan seksual berisiko tanpa pengaman, penggunaan jarum suntik secara bergantian, transfusi darah yang tidak aman serta penularan dari ibu kepada bayi apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat selama kehamilan, persalinan, maupun menyusui.

Dalam kegiatan tersebut, para pelajar tidak hanya mendapatkan edukasi mengenai HIV, tetapi juga pembekalan penguatan karakter.

Psikolog Pendidikan dan Keluarga Widji Lestari menekankan pentingnya rasa percaya diri dan keberanian remaja untuk menolak berbagai ajakan yang berpotensi mengarah pada perilaku berisiko.

“Percaya diri dan berani berkata ‘tidak’ merupakan benteng penting bagi remaja untuk menjaga diri, karakter tersebut harus dibangun melalui peran keluarga, sekolah dan lingkungan agar mereka mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab,” pungkas dr. Lakhsmie.
(Shadra)

ShareSend
Next Post
Jambore PKK Sidoarjo 2026, Sriatun Subandi Perkuat Peran Kader Kawal Stunting, Ketahanan Pangan dan Ekonomi Keluarga.

Jambore PKK Sidoarjo 2026, Sriatun Subandi Perkuat Peran Kader Kawal Stunting, Ketahanan Pangan dan Ekonomi Keluarga.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Jambore PKK Sidoarjo 2026, Sriatun Subandi Perkuat Peran Kader Kawal Stunting, Ketahanan Pangan dan Ekonomi Keluarga.
  • Cegah HIV Sejak Dini Pemkab Sidoarjo Edukasi Pelajar Bangun Karakter dan Tolak Perilaku Berisiko.
  • Ekonomi Pancasila Harus Diterjemahkan ke Kebijakan, Bukan Sekadar Konsep
  • Api Karhutla Bromo Merembet ke Poncokusumo, Polres Malang Kerahkan Tim Gabungan
  • Yonarmed 11/GG dan Yonarmed 1/Roket Kostrad Asah Kesiapan Prajurit Jaga Kedaulatan NKRI

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025

Categories

  • Jawa Timur
  • Musik
  • newsnoid.com
  • Olahraga
  • Terbaru
  • Uncategorized
  • Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.