• Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com
Newsnoid
No Result
View All Result
No Result
View All Result
newsnoid.com
No Result
View All Result
Home Jawa Timur

Bambang Suryanto Dorong UMKM, AI dan PMI Jadi Mesin Ekonomi Malang Raya Menuju Megapolitan

4 September 2026
in Jawa Timur, newsnoid.com, Terbaru
Bagikan

 

Bambang Suryanto Dorong UMKM, AI dan PMI Jadi Mesin Ekonomi Malang Raya Menuju Megapolitan

NEWSNOID.COM, MALANG, – Gagasan Malang Raya menuju kawasan megapolitan mulai diarahkan pada pembahasan yang lebih substansial.

RelatedPosts

Bupati Sidoarjo Minta Kebutuhan 31 Puskesmas Dipetakan, Pelayanan Kesehatan Harus Nyaman.

DPRD Kota Malang Soroti APBD Perubahan 2026, Dari Pasar hingga 197 Jabatan Kosong

Liga Jawara 2026 di Balongbendo: Sepak Bola Kampung, Budaya, dan Ekonomi Kreatif Berpadu

Bukan hanya menyangkut pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah, tetapi juga bagaimana membangun mesin ekonomi yang mampu memberi dampak langsung bagi masyarakat.

Ketua Kadin Kabupaten Malang, Bambang Suryanto, menilai transformasi Malang Raya tidak cukup hanya dengan membangun jalan dan memperkuat konektivitas. Dibutuhkan ekosistem ekonomi yang mampu mempertemukan pemerintah, dunia usaha, UMKM, tenaga kerja, perguruan tinggi hingga sektor produktif lainnya.

Menurut Bambang, setidaknya ada sejumlah kekuatan yang harus dipersiapkan agar konsep Malang Raya Megapolitan tidak berhenti sebagai proyek pembangunan fisik.

Di antaranya penguatan UMKM, pemanfaatan artificial intelligence (AI), pengembangan potensi Pekerja Migran Indonesia (PMI), serta penguatan jaringan bisnis lintas sektor.

Gagasan tersebut akan disampaikan Bambang saat menjadi salah satu panelis dalam forum “Bincang Bisnis Bersama Dahlan Iskan: Kolaborasi Bisnis Menuju Malang Raya Megapolitan” yang digelar Disway Malang bersama Bakorwil III Jatim.

Bambang menyiapkan lima fokus utama yang dinilai penting untuk membangun fondasi ekonomi Malang Raya yang lebih terintegrasi.

Pertama, memperkuat kolaborasi antarpemerintah daerah. Menurutnya, Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu harus memiliki program yang saling terhubung.

Dengan begitu, potensi ekonomi masing-masing wilayah tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling melengkapi.

Kedua, mendorong UMKM naik kelas. Kemudahan perizinan, akses pembiayaan, pemasaran hingga perluasan jaringan menjadi hal penting agar pelaku usaha kecil tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan menembus pasar yang lebih luas.

“UMKM harus menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi Malang Raya. Mereka tidak boleh hanya menjadi penonton ketika kawasan ini berkembang,” ujarnya.

Ketiga, mempercepat transformasi teknologi, termasuk pemanfaatan AI. Bambang menilai perkembangan teknologi tidak dapat dihindari.

Karena itu, pendidikan dan pelatihan harus diperkuat agar pelaku usaha dan tenaga kerja tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Keempat, mengembangkan konsep Migrantpreneur.

Bambang melihat PMI memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi baru ketika kembali ke daerah. Pengalaman, keterampilan, pengetahuan serta jaringan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri dapat menjadi modal untuk membangun usaha.

Dengan konsep tersebut, PMI yang kembali ke daerah diharapkan tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja melalui kewirausahaan.

Kelima, memperkuat jaringan bisnis lintas sektor. Pertemuan rutin antarpelaku usaha dinilai dapat membuka peluang kolaborasi, mempertemukan kebutuhan bisnis dengan potensi daerah, sekaligus mendorong investasi dan kerja sama baru.

“Kolaborasi lintas sektor dan adaptasi terhadap teknologi seperti AI serta pemberdayaan ekonomi kerakyatan adalah kunci utama jika kita ingin benar-benar bertransformasi menjadi kawasan Megapolitan yang berdaya saing,” kata Bambang.

Gagasan dunia usaha tersebut sejalan dengan arah yang tengah didorong Bakorwil III Jatim dalam membangun konsep Malang Raya Megapolitan.

Kepala Bakorwil III Malang, Asep Kusdinar, sebelumnya menegaskan bahwa konsep megapolitan bukan sekadar memperluas kawasan perkotaan.

Lebih jauh, kawasan tersebut harus mampu membangun ekosistem yang menghubungkan sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi masing-masing wilayah.

“Kami mulai menancapkan fondasi pembangunan Malang Raya yang terkoneksi dengan Jalur Lintas Selatan, arahnya sudah selaras dengan kebijakan nasional maupun provinsi,” ujar Asep.

Menurutnya, konektivitas antarwilayah harus diikuti dengan sinergi yang kuat. Dengan demikian, potensi Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu dapat saling menopang.

Keberadaan Jalur Lintas Selatan juga dinilai dapat membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan Malang Raya.

Di sinilah keterlibatan dunia usaha menjadi penting. Sebab, pembangunan kawasan tanpa penguatan pelaku ekonomi berpotensi hanya menghasilkan konektivitas fisik.

Sebaliknya, ketika infrastruktur terintegrasi dengan UMKM yang kuat, pemanfaatan teknologi, tenaga kerja terampil, jaringan bisnis dan investasi, konsep megapolitan akan memiliki dampak ekonomi yang lebih nyata bagi masyarakat.

Bambang menyatakan siap membawa perspektif dunia usaha dalam forum yang akan digelar Kamis, 10 September 2026, di Gedung Arjuno Bakorwil III Malang.

Dalam forum tersebut, Bambang akan berdiskusi bersama Ketua PHRI Kota Malang Agoes Basoeki dan CEO COOSAE Rakhmad Hardiyanto.

Forum juga dijadwalkan menghadirkan Kepala Bakorwil III Jatim Asep Kusdinar, kepala daerah se-Malang Raya, pimpinan perguruan tinggi, asosiasi usaha serta kalangan bisnis.

Tokoh pers sekaligus pengusaha, Dahlan Iskan, dijadwalkan menjadi moderator dalam forum tersebut.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan ulang tahun ke-2 Disway Malang sekaligus menjadi ruang pertemuan berbagai unsur strategis, mulai dari pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi hingga organisasi bisnis.

Rangkaian kegiatan dijadwalkan dimulai sejak pukul 06.00 WIB melalui olahraga bersama yang dipimpin Dahlan Iskan.

Sekitar 100 peserta dari Perwosi Malang Raya dan Bakorwil III Jatim dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut sebelum dilanjutkan dengan forum bisnis.

Forum Malang Raya Megapolitan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembahasan mengenai konsep dan istilah megapolitan.

Tantangan yang jauh lebih penting adalah bagaimana UMKM benar-benar naik kelas, bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas, bagaimana PMI dapat kembali ke daerah dengan semangat kewirausahaan serta bagaimana jaringan bisnis antardaerah dapat saling terhubung.

Jika konektivitas wilayah merupakan jalannya, maka UMKM, teknologi, tenaga kerja, investasi dan kolaborasi bisnis adalah mesinnya.

Kini, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah Malang Raya siap menjadi kawasan megapolitan.

Lebih dari itu, siapkah seluruh elemen di Malang Raya mengubah konektivitas tersebut menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan bersaing di tingkat yang lebih luas (yun)

ShareSend

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Bambang Suryanto Dorong UMKM, AI dan PMI Jadi Mesin Ekonomi Malang Raya Menuju Megapolitan
  • Bupati Sidoarjo Minta Kebutuhan 31 Puskesmas Dipetakan, Pelayanan Kesehatan Harus Nyaman.
  • DPRD Kota Malang Soroti APBD Perubahan 2026, Dari Pasar hingga 197 Jabatan Kosong
  • Liga Jawara 2026 di Balongbendo: Sepak Bola Kampung, Budaya, dan Ekonomi Kreatif Berpadu
  • Ratusan Santri Diduga Keracunan di Sidoarjo, Subandi Pastikan Tidak Ada Korban Meninggal.

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025

Categories

  • Jawa Timur
  • Musik
  • newsnoid.com
  • Olahraga
  • Terbaru
  • Uncategorized
  • Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.