• Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com
Newsnoid
No Result
View All Result
No Result
View All Result
newsnoid.com
No Result
View All Result
Home Jawa Timur

Aksi Mahasiswa Malang, Tolak MBG dan Koperasi Desa Merah Putih

15 Juni 2026
in Jawa Timur, newsnoid.com, Terbaru
Bagikan

 

Aksi Mahasiswa Malang, Tolak MBG dan Koperasi Desa Merah Putih

newsnoid.com, Malang – Aksi mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Malang menggelar unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Malang, Jawa Timur, Senin 15/6/2026 pukul 15.00 WIB.

RelatedPosts

Satpol PP dan Bea Cukai Gencarkan Edukasi, Warga di Ajak Jadi Garda Terdepan Berantas Rokok Ilegal.

Kuliner Hemat di Batu: Ayam Bontotan “Ayam Remuk Pedas” Rp10 Ribu Bikin Ketagihan Warga & Wisatawan

Polres Batu Hadirkan Layanan On the Spot di CFD di Hari Bhayangkara ke – 80

Aksi ini menjadi bentuk penolakan mereka terhadap sejumlah program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai belum jelas arah kebijakannya.

Aksi dimulai dengan long march dari kawasan Universitas Brawijaya menuju Bundaran Tugu Balai Kota Malang. Sepanjang rute, massa berjalan tertib sambil membawa bendera organisasi dan atribut kampus. Orasi silih berganti menggema dari mobil komando. Kritik terhadap kebijakan pemerintah pusat menjadi isi utama yel yel yang diteriakkan peserta.

Kedatangan massa membuat arus lalu lintas di sekitar Jl. Tugu dan Jl. Merdeka Timur melambat. Polisi lalu lintas mengatur arus kendaraan agar tidak lumpuh total. Meski ramai, aksi berjalan tertib dan tidak ada bentrokan yang terjadi.

Simbol Perlawanan Serba Hitam, setibanya di Bundaran Tugu Balai Kota Malang, massa langsung memenuhi area publik. Mayoritas peserta mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol perlawanan. Poster dan spanduk rentang dibentangkan. Beberapa tulisan yang mencuri perhatian antara lain “MBG Maling Berkedok Gizi”, “Tolak MBG”, “FIB Melawan”, dan “Indonesia Darurat”.

Presiden Eksekutif Mahasiswa UB, Muhammad Azhar Zidane, tampil sebagai juru bicara Aliansi Mahasiswa Resah Brawijaya atau AMARAH. Dalam orasinya ia menyebut Indonesia saat ini berada dalam kondisi “Gawat Darurat”.

“Kami dari AMARAH menyampaikan bahwa Indonesia saat ini dalam kondisi gawat darurat. Kami menuntut efisiensi dan transparansi APBN karena melihat kenaikan harga kebutuhan pokok dan BBM akibat pengelolaan anggaran yang tidak tepat sasaran,” tegas Azhar di hadapan massa.

Menurutnya, APBN adalah uang rakyat sehingga pengelolaannya harus akuntabel. Mahasiswa menyoroti alokasi anggaran ke program yang belum terukur efektivitasnya di lapangan.

“Tolak MBG, Tolak Koperasi Desa Merah Putih, tolak program yang tidak jelas,” lanjut Azhar. Ia menambahkan, gelombang aksi serupa yang terjadi di berbagai daerah menunjukkan keresahan publik makin luas.

“Jika rakyat sudah tidak didengarkan, maka potensi krisis sosial bisa terjadi. Kami minta evaluasi total, bukan hanya kasus kecil, tetapi sistemnya juga harus diperbaiki,” ujarnya.

Tuntutan dan Tenggat Waktu. Dalam pernyataan sikap, mahasiswa mengajukan tiga poin utama: evaluasi menyeluruh program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, transparansi penggunaan APBN, serta penundaan program yang dinilai belum siap dijalankan.

Massa juga memberi tenggat kepada pemerintah dan DPRD Kota Malang untuk merespons tuntutan. Mereka mengancam menggelar aksi lanjutan dengan jumlah lebih besar jika aspirasi tidak ditindaklanjuti.

Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menemui massa di pagar kantor DPRD. Ia mengakui keresahan mahasiswa mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat saat ini.

“Kami bisa merasakan keresahan yang disampaikan teman mahasiswa. Wajar jika ini menjadi perhatian bersama di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil,” kata Amithya.

Terkait kewenangan, Amithya menjelaskan sebagian besar kebijakan yang dikritik adalah ranah pemerintah pusat. Karena itu DPRD Kota Malang akan meneruskan seluruh tuntutan ke DPR RI. Untuk program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, ia menilai perlu evaluasi agar sasaran lebih tepat dan efisien.

“Kalau masih seperti ini perlu dievaluasi. Bisa diperbaiki dari sisi segmentasi sasaran agar lebih efektif,” ujarnya.

Kondisi Akhir Aksi hingga aksi berakhir sekitar sore hari, situasi terpantau kondusif. Massa membubarkan diri secara bergelombang setelah perwakilan diterima DPRD. Kepadatan lalu lintas di pusat Kota Malang berangsur normal setelah konsentrasi massa berkurang.

Aksi ini menambah daftar panjang unjuk rasa mahasiswa di Malang yang menolak kebijakan nasional. Kedepan, arah respons pemerintah pusat terhadap evaluasi program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi perhatian publik, terutama di kalangan kampus.
(Gih).

ShareSend

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Aksi Mahasiswa Malang, Tolak MBG dan Koperasi Desa Merah Putih
  • Satpol PP dan Bea Cukai Gencarkan Edukasi, Warga di Ajak Jadi Garda Terdepan Berantas Rokok Ilegal.
  • Kuliner Hemat di Batu: Ayam Bontotan “Ayam Remuk Pedas” Rp10 Ribu Bikin Ketagihan Warga & Wisatawan
  • Polres Batu Hadirkan Layanan On the Spot di CFD di Hari Bhayangkara ke – 80
  • COFFEE SYNCOPE ‘Rock Reborn ‘91’ Siap Guncang Kopi Henseme Himalaya, Mboiys Band hingga Abid Seiya Tampil Gratis 16 Juni 2026

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025

Categories

  • Jawa Timur
  • Musik
  • newsnoid.com
  • Olahraga
  • Terbaru
  • Uncategorized
  • Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.