• Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com
Newsnoid
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Newsnoid
No Result
View All Result

Bedah Buku “Suluh Pancasila Bung Karno”, Akademisi UM Soroti Krisis Identitas Generasi Muda di Era Globalisasi

21 Mei 2026
in Jawa Timur, newsnoid.com, Terbaru
Bagikan

 

Bedah Buku “Suluh Pancasila Bung Karno”, Akademisi UM Soroti Krisis Identitas Generasi Muda di Era Globalisasi

newsnoid.com, Malang– Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Pancasila Universitas Negeri Malang menggelar kegiatan “Diskusi Pancasila #4” dengan agenda bedah buku Suluh Pancasila Bung Karno: Berdaulat, Berdikari, Berkepribadian, Selasa (19/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung B31 UM tersebut menghadirkan penulis buku, Angga Sukmara C. Permadi, serta pembedah buku, Zulfikar Waliyuddin Fattah.

Dalam forum tersebut, para akademisi menyoroti tantangan kebangsaan di tengah derasnya arus globalisasi, terutama terkait krisis identitas nasional dan mulai melemahnya nilai budaya lokal di kalangan generasi muda.

Penulis buku, Angga Sukmara C. Permadi, menyampaikan bahwa bangsa Indonesia saat ini menghadapi ancaman serius berupa krisis identitas akibat pengaruh modernisasi dan budaya global yang semakin kuat. Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat perlahan menjauh dari akar budaya dan nilai-nilai kebangsaan.

“Pancasila harus kembali ditempatkan sebagai kompas moral bangsa. Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga ruh dalam membangun karakter masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan,” ujarnya.

Angga juga menekankan pentingnya menjaga keterhubungan sejarah dengan para leluhur bangsa. Ia menilai hilangnya identitas nasional dapat membuat masyarakat mudah terpengaruh budaya asing tanpa proses penyaringan nilai secara kritis.

Dalam pemaparannya, Angga turut menyinggung filosofi Aji Saka dan aksara Jawa Ha-Na-Ca-Ra-Ka sebagai simbol perjalanan hidup manusia. Filosofi tersebut, kata dia, mengajarkan nilai kebijaksanaan, pengendalian diri, serta penyelesaian konflik tanpa kekerasan.

Sementara itu, pembedah buku Zulfikar Waliyuddin Fattah menilai karya Angga berhasil menghadirkan sudut pandang historis dan filosofis mengenai lahirnya Pancasila. Ia menyebut buku tersebut membuka narasi tentang Shaka-Dvipa yang menggambarkan Nusantara sebagai pewaris peradaban luhur.

“Buku ini mengajak pembaca memahami Pancasila sebagai hasil perenungan mendalam para pendiri bangsa, bukan sekadar adopsi ideologi asing,” jelas Zulfikar.

Ia juga menyoroti gagasan Pancasila sebagai ideologi penyeimbang yang menawarkan nilai perdamaian di tengah konflik global. Menurutnya, relevansi buku semakin terasa pada era digital dan perkembangan kecerdasan buatan saat ini.

Zulfikar menambahkan, prinsip Trisakti yang diwariskan Bung Karno penting diterapkan untuk menjaga kedaulatan data, memperkuat kemandirian ekonomi nasional, serta mengatasi krisis identitas generasi muda di tengah dominasi budaya global.(yun)

Archives

  • Oktober 2026
  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025

Categories

  • Hukum dan kriminal
  • Jawa Timur
  • Malang
  • Musik
  • newsnoid.com
  • Olahraga
  • Sidoarjo
  • Terbaru
  • Uncategorized

Arsip

  • Oktober 2026
  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.