
newsnoid.com, Malang— Upaya modernisasi pasar tradisional terus didorong Pemerintah Kota Malang melalui kolaborasi dengan Bank Negara Indonesia (BNI). Salah satunya diwujudkan lewat peluncuran program branding Pasar Sawojajar yang digelar pada Kamis (16/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Regional CEO BNI Soesetyo Priharjanto, serta perwakilan pedagang.
Dalam sambutannya, Soesetyo Priharjanto menegaskan bahwa pasar tradisional memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda perekonomian, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Oleh karena itu, BNI menghadirkan berbagai inovasi guna mendorong daya saing pasar, salah satunya melalui digitalisasi transaksi.
“Pasar tradisional memiliki potensi besar. Melalui program ini, kami ingin menghadirkan kemudahan transaksi, meningkatkan transparansi, serta mendorong penggunaan sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, BNI turut menyediakan sejumlah fasilitas penunjang di Pasar Sawojajar. Di antaranya stasiun air minum (SPAM), bantuan troli untuk memudahkan distribusi barang, serta pembaruan papan nama kios guna meningkatkan kenyamanan dan daya tarik pasar.
Tak hanya itu, pada momentum peluncuran ini, BNI juga memberikan kemudahan bagi pedagang berupa penghapusan biaya Merchant Discount Rate (MDR) untuk transaksi QRIS selama hari pelaksanaan.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyambut baik sinergi antara Pemkot Malang dan BNI. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menciptakan pasar tradisional yang bersih, nyaman, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Kami berharap Pasar Sawojajar bisa berkembang seperti Pasar Klojen dan Pasar Oro-Oro Dowo yang kini tidak hanya menjadi pusat transaksi, tetapi juga destinasi masyarakat, termasuk generasi muda,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penerapan sistem pembayaran non-tunai diyakini mampu meningkatkan efisiensi dan transparansi, sekaligus memberikan kemudahan bagi pedagang maupun konsumen.
Program branding ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi digital di Kota Malang, sekaligus mendukung gerakan transaksi non-tunai yang terus digalakkan.
Dengan langkah ini, Pasar Sawojajar diharapkan mampu bertransformasi menjadi pasar tradisional modern yang lebih tertata, bersih, dan kompetitif, serta berdampak pada peningkatan kesejahteraan para pedagang. (yun)
