
NEWSNOID.COM | MALANG – Garda Pemberdayaan UMKM Malang Raya menggelar diskusi publik bertajuk “Refleksi 2 Tahun Asta Cita: Hilirisasi dan Masa Depan Industri di Jawa Timur” di Gedung Kastil NK Café, Jalan Raya Kasin, Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Senin (26/10/2026).
Diskusi tersebut membahas arah pembangunan nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya terkait hilirisasi industri, penguatan ekonomi daerah, serta peluang pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk naik kelas.
Garda UMKM Malang Raya sekaligus penggagas kegiatan, Ahmad Fuad Rahman, mengatakan UMKM perlu mendapatkan ruang lebih besar dalam rantai industri nasional. Salah satunya melalui kemitraan dengan industri pengolahan agar produk lokal memiliki nilai tambah.
“Kami berharap program pemerintah mampu mendorong UMKM naik kelas, dari industri rumahan menjadi industri menengah yang bisa bermitra dengan industri besar. Contohnya, petani jeruk perlu didekatkan dengan industri pengolahan agar produknya memiliki nilai tambah,” ujar Fuad.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, UMKM, dan pelaku industri menjadi faktor penting agar kebijakan pembangunan mampu memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat.
Sementara itu, narasumber R. Djoni Sudjatmoko, SE., MM., menilai arah kebijakan Presiden Prabowo sudah tepat. Namun, implementasinya membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dan organisasi untuk mengawal program pemerintah.
“Arah kebijakan Presiden Prabowo sudah benar, tetapi tantangannya adalah menghadapi kepentingan oligarki dan status quo. Karena itu, masyarakat dan organisasi harus aktif mengawal kebijakan melalui usulan yang konkret dan terperinci,” ungkap Djoni.
Ia juga menekankan pentingnya memberikan kesempatan lebih luas kepada UMKM dalam pelaksanaan program pembangunan, termasuk Koperasi Merah Putih.
“Apa yang bisa dikerjakan UMKM harus diberikan kepada UMKM agar ekonomi daerah bergerak, lapangan kerja tercipta, dan manfaat pembangunan dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Dalam diskusi tersebut, hilirisasi dinilai menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam.
Pengolahan bahan mentah menjadi produk jadi atau setengah jadi diharapkan mampu memperkuat industri daerah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Jawa Timur dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan industri nasional. Namun, upaya tersebut perlu didukung kesiapan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, iklim investasi yang kondusif, serta keterlibatan pelaku usaha lokal.
Selain pertumbuhan ekonomi, pemerataan manfaat pembangunan dan keberlanjutan lingkungan juga menjadi perhatian. Pengembangan industri diharapkan mampu melibatkan tenaga kerja lokal serta memberikan peluang bagi UMKM untuk masuk dalam rantai pasok industri berskala besar.
Melalui forum ini, Garda Pemberdayaan UMKM Malang Raya berharap muncul gagasan dan rekomendasi konkret untuk memperkuat sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Dengan demikian, agenda hilirisasi dan pembangunan industri tidak hanya meningkatkan nilai tambah ekonomi, tetapi juga menjadi pendorong UMKM naik kelas serta memperluas kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur. (win)




















