
newsnoid.com, Malang- Dalam rangka memperingati HUT ke-112 Kota Malang, Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang resmi membuka Lomba Video Konten Literasi 2026. Kompetisi ini terbuka untuk masyarakat umum usia 17 hingga 35 tahun dan mengajak warga berpartisipasi aktif dalam mengampanyekan literasi melalui karya kreatif.
“Kami mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk ikut berperan dalam gerakan literasi melalui karya kreatif yang relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Kepala Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah, Ir. Yayuk Hermiati, MH, Selasa (14/4/2026).
Lomba yang digelar melalui Bidang Preservasi dan Pengolahan Bahan Perpustakaan ini menghadirkan delapan tema pilihan, yakni:
gedung Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang, Buku dan koleksi perpustakaan, Layanan inklusif perpustakaan, Digital library, Layanan untuk masyarakat, Naskah kuno, Sinergi literasi sekolah, Masyarakat peduli literasi
“Kami menyediakan beragam tema agar peserta bisa bebas mengekspresikan ide dan sudut pandang tentang literasi,” tambahnya.
Peserta diminta membuat video berdurasi 5–7 menit dan mengunggahnya ke YouTube. Pengumpulan karya cukup dengan melampirkan tautan video yang telah dipublikasikan.
“Format pengumpulan yang sederhana ini diharapkan memudahkan peserta sekaligus membuka peluang karya mereka dikenal lebih luas,” jelasnya.
Penilaian lomba akan dilakukan oleh dewan juri yang kompeten di bidang media dan kreatif, yakni Achmad Faris praktisi profesional di bidang komunikasi dan kreatif yang kini aktif sebagai ketua YouTuber Malang. Kemudian Nurlayla Ratri yang merupakan Pemimpin Redaksi media online Jatim Times Network, serta Syaiful Arif, Redaktur media online Javasatu.com.
“Kami berharap karya yang masuk tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menyampaikan pesan literasi yang kuat dan inspiratif,” ujarnya.
Dispussipda Kota Malang mengajak masyarakat untuk tidak melewatkan kesempatan ini sebagai ajang berkarya sekaligus berkontribusi dalam membangun budaya literasi.
“Jangan ragu untuk ikut. Satu karya video bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang dan menggerakkan literasi di Kota Malang,” pungkasnya. (win).