
NEWSNOID.COM | MALANG – Anggota DPRD Kota Malang, Djoko Prihatin, menggelar kegiatan serap aspirasi masyarakat sebagai bagian dari tugas dan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat.bertempat di Bon Surya (2/11/2026)
Jl. Bromo No.5A, Kauman, Kec. Klojen, Kota Malang.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai masukan, usulan, serta persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah daerah.
Melalui kegiatan serap aspirasi ini, Djoko Prihatin diharapkan dapat menghimpun berbagai kebutuhan masyarakat yang nantinya menjadi bahan pertimbangan dalam memperjuangkan kebijakan dan program pembangunan di Kota Malang.
Aspirasi masyarakat memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan agar kebijakan yang diambil pemerintah dapat menjawab kebutuhan warga secara nyata.
Sebagai anggota DPRD Kota Malang periode 2024–2029
Djoko Prihatin yang juga ketua DPD Partai Golkar Kota Malang mengemban tanggung jawab untuk menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan, sekaligus menjembatani kepentingan masyarakat dengan pemerintah daerah.
Djoko Prihatin Serap Aspirasi Pemuda Malang, Dorong Generasi Muda Aktif Kawal Pembangunan Kota
Kepedulian terhadap masa depan generasi muda menjadi perhatian anggota DPRD Kota Malang dari fraksi partai Golkar, Djoko Prihatin S.M.
Melalui kegiatan serap aspirasi di Bon Surya Malang, Senin malam (2/11/2026), Djoko membuka ruang dialog bersama kalangan pemuda untuk menyerap berbagai persoalan sekaligus mendorong keterlibatan mereka dalam pembangunan daerah.
Bagi Djoko yang saat ini duduk sebagai Wakil Ketua Komisi A, pemuda bukan sekadar objek pembangunan, melainkan kekuatan strategis yang harus dilibatkan dalam menentukan arah masa depan Kota Malang.
Dalam dialog tersebut, ia menyoroti tantangan perkembangan Kota Malang menuju kawasan metropolitan, terutama menyangkut perubahan gaya hidup, maraknya hiburan malam, dan peredaran minuman beralkohol yang dinilai perlu mendapat pengawasan serius.
Menurutnya, kemajuan kota harus tetap berpijak pada karakter Malang sebagai kota pendidikan yang menjunjung budaya dan kearifan lokal.
“Metropolitan boleh datang, tetapi jangan sampai gaya hidupnya yang kita tarik. Pembangunannya yang kita ambil, sementara budaya dan kearifan lokal Malang harus tetap dijaga,” tegas Djoko.
Ia mengingatkan, keberadaan lebih dari 200 ribu mahasiswa menjadi potensi besar sekaligus tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan Kota Malang tetap kondusif.
Generasi muda harus memiliki ruang untuk berkembang, berprestasi, dan berkontribusi tanpa terjebak pada pengaruh pergaulan yang merugikan masa depan.
Djoko juga mendorong evaluasi perizinan tempat hiburan malam, penegakan Perda terkait ketentuan jarak minimal 500 meter, serta penguatan pengawasan oleh Satpol PP dan DPMPTSP.
Ia bahkan mengusulkan kepada Wali Kota Malang agar aktivitas hiburan malam dipusatkan dalam kawasan khusus untuk memudahkan pengendalian.
Melalui serap aspirasi tersebut, Djoko berharap komunikasi antara wakil rakyat dan generasi muda semakin kuat. Ia ingin pemuda berani menyampaikan persoalan, memberikan kritik, sekaligus menghadirkan gagasan nyata bagi kemajuan Kota Malang.
“Jangan sampai Kota Malang hanya menjadi kota yang tiba-tiba naik, kemudian tiba-tiba turun. Kita ingin Malang memiliki identitas yang kuat dan bisa everlasting,” pungkasnya.
Kegiatan serap aspirasi juga menjadi salah satu upaya memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat, sehingga berbagai persoalan di lingkungan warga dapat disampaikan dan diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan aspirasi yang dihimpun dapat menjadi masukan bagi DPRD Kota Malang dalam mendorong pembangunan yang lebih merata, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat.(win)




















