
NEWSNOID.COM, MALANG— Meja pertandingan ORADO berubah jadi ruang pertemuan yang tak biasa bagi Partai Golkar Kota Malang.
Ketua DPD Golkar Kota Malang Djoko Prihatin, S.M., turun langsung bertanding bersama Ketua BNPM Jawa Timur H. Mohammad Ali Yasin, S.E., dan Gus Toha, Minggu (13/9/2026).
Momen itu terjadi dalam turnamen ORADO yang digelar sebagai bagian dari pesta karya Di balik suasana santai pertandingan, Golkar menyelipkan agenda serius: memperkenalkan ORADO, memperluas kaderisasi, sekaligus mencari bibit atlet muda Kota Malang.
“Bagaimana Partai Golkar ini bisa kembali dikenal oleh masyarakat melalui satu cabang olahraga yang baru, yaitu ORADO,” kata Djoko Prihatin di sela pertandingan.
Bagi Golkar, ORADO tidak akan berhenti sebagai hiburan. Cabang olahraga yang kini sudah diakui KONI itu akan didorong masuk ke lingkungan kader dan masyarakat melalui kompetisi berstruktur.
Djoko menyiapkan skema turnamen berjenjang. Bertepatan dengan HUT Partai Golkar pada 20 Oktober mendatang, pihaknya berencana menggelar fun games ORADO tingkat kecamatan. Setelah itu baru dinaikkan ke level Kota Malang.
“Kami ingin memperkenalkan cabang olahraga ini kepada kader-kader kami. Nanti level kecamatan, kemudian kita naikkan ke level kota,” ujarnya.
Target Golkar tak hanya konsolidasi kader. Pengurus ORADO Kota Malang Sholeh mendorong momentum ini dipakai untuk membangun regenerasi atlet.
“Jangan sampai berhenti di sini. Kita harus memiliki tim junior untuk persiapan Porprov,” tegas Sholeh.
Ia berharap jaringan kader dan anggota Fraksi Golkar di masyarakat bisa dipakai untuk menjaring anak-anak muda yang punya minat dan kemampuan di ORADO.
Menurutnya, sebagai cabang olahraga baru, persaingan ORADO belum setinggi cabang lain. Ini membuka peluang bagi atlet muda Malang menembus level Jawa Timur.
Sholeh meminta pembinaan tidak berhenti di kegiatan seremonial. Turnamen harus jadi pintu masuk menemukan pemain potensial, membentuk tim junior, lalu membawa mereka ke kompetisi yang lebih tinggi.
ORADO diarahkan menjadi lebih dari sekadar permainan. Ia menjadi ruang olahraga, pembinaan atlet, sekaligus medium mempertemukan partai dengan masyarakat.
Turunnya Djoko Prihatin ke meja pertandingan bersama Mohammad Ali Yasin dan Gus Toha menjadi simbol pendekatan baru itu.
Politik tidak harus selalu dari podium. Di meja olahraga, komunikasi bisa berlangsung lebih cair, dekat, dan tanpa sekat.
Golkar Kota Malang mencoba menjadikan ORADO sebagai salah satu pintu untuk membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus menemukan generasi baru yang berpotensi mengharumkan nama Kota Malang di arena olahraga prestasi. (win)
