
newsnoid.com, Batu- Perkumpulan Pecinta Alam Batu Ijo Royo Royo (PPA_BIRR) hadiri undangan audensi ke DPRD Batu bersama Komisi C, pada Rabu (26/11/2025).
Materi pembahasan terkait maraknya penebangan pohon di sentral jantung kota Batu. Pemotongan pohon tersebut dampak dari pembangunan pendistrian jalan serta pemasangan box culvert.
Pemotongan pohon sesuai rapat bersama antara Komisi C dan PPA_BIRR, menyoroti banyak pohon yang sudah umur puluhan tahun ada puluhan pohon yang di tebang oleh dinas PUPR Batu. Disisi lain, tanaman bunga berbagai jenis sebagai penyeimbang naiknya emisi karbon, turut jadi korban pembangunan taman baru berganti asesoris besi di jalan Sultan Agung.
“Sekretaris PPA BIRR, dalam keterangannya menegaskan bahwa, hasil rapat bersama PPA_BIRR, menyoroti di bebergai titik yang lain. Seperti pekerjaan DLH Batu, adanya pemasangan asesoris di atas jalan trotoar jalan, berupa pemasangan pipa besi, ,bangunan beton atau asesoris lain yang dirasa kurang bermanfaat bagi masyarakat,”terang Heru.
Asesoris di atas trotoar itu sangat menganggu utamanya para penyandang berkebutuhan khusus, yang akan berjalan di trotoar jalan, Tronojo, Sultan Agung. Karena posisi asesoris tersebut berada di tengah -tengah trotoar jalan yang diperuntukan bagi pengguna jalan kaki atau orang berkebutuhan khusus.
Kesempatan itu Ketua Komisi C Dewi Kartika mengatakan, kami selaku fungsi kontrol kebijakan maupun pembangunan di Pemerintahan Kota Batu. Merespon dan mengapresiasi pada PPA_BIRR, atas maraknya penebangan pohon maupun asesoris yang ada di berbagai titik di wilayah Kota Batu.
” Hal itu mestinya pihak Dinas PUPR maupun DLH ketika membangun di lingkup sarana umum ,seperti pembangunan asesoris di jalan trotor, maupun penebangan pohon, maupun menghilangkan taman-taman bunga. Sebaiknya perencenaannya harus direncanakan jangka panjang,” sebut Kartika.
Kami sendiri mengetahui dan melihat secara langsung dengan adanya pembangunan pendistrian trotoar jalan, pemasangan box culvert, memiliki perencanaan detail dan berpihak pada masyarakat yang rentan dengan sekala panjang. Semisal pemotongan pohon di jantung kota, pohon pengganti harusnya agar besar dan mudah hidup. Bukanya berdiameter 5 cm dengan tinggi 2 meter.
“Ketika di paksakan pengganti pohonya hanya kecil, terus butuh waktu berapa tahun pohon tersebut bisa besar. Di satu sisi habis di tanam disayangkan tidak ada kelanjutan pemiliharaanya. Maka kasihan teman-teman PPA-BIRR sudah peduli dengan alam dan lingkungan kota Batu, namun penebangan pohon terus sering dilaksanakan dan belum ada keseimbanganya,” tegas Kartika.
Di sisi lain, pembangunan asesoris di taman jalan Sultan Agung yang melalui dana CSR, juga dilakukan penggantian model maupun motif buah apel yang sudah di bongkar pasang hingga sampai tiga kali pembongkaran dan tak kunjung selesai. Selanjutnya taman bunga sepanjang jalan Sultan Agung yang jadi magnet ikon Batu juga di habiskan diganti dengan lampu hias dan berganti ornamen besi.
” Hal senada dari 7 anggota Komisi yang hadir dalam audensi dengan PPA_BIRR, tanggal 21 November 2025, menyimpulkan akan dilanjutkan rapat kedua terkait pembahasan yang dilaksanakan bersama PUPR,DLH dan PPA_BIRR. Dengan pembahasan penegasan atau akan munculnya Perda Lingkungan hidup serta membahas keterlibatan organisasi PPA_BIRR dalam perumusan Perda Lingkungan kedepannya bersama-sama DPRD, serta dinas terkait,”pungkasnya.(win)
