• Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com
Newsnoid
No Result
View All Result
No Result
View All Result
newsnoid.com
No Result
View All Result
Home Jawa Timur

Kota Malang Jadi Tuan Rumah Rembug Fiskal APEKSI

6 November 2025
in Jawa Timur, newsnoid.com, Terbaru
Bagikan

 

Kota Malang Jadi Tuan Rumah Rembug Fiskal APEKSI

newsnoid.com, Malang – Kota Malang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rembug Fiskal yang mengangkat tema ‘PAD Kota Kita: Bukan Sekadar Angka’ yang digelar oleh Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Hotel Mercure, Kamis (6/11/2025).

RelatedPosts

Serius Berantas Narkoba, Polresta Malang Kota Amankan 1,3Kg Sabu dan 20 Tersangka

BRI Region 13 Malang Kembali Berbagi di Panti Asuhan, Griya Lansia dan Pesantren Tahfidz di Bulan Suci

Wabup Sidoarjo Percepat Perbaikan Jalan Rusak dan Jembatan Rampung Sebelum Lebaran

Forum ini menjadi wadah pembelajaran bersama bagi pemerintah kota se-Indonesia dalam menghadapi tantangan sekaligus berbagi praktik baik pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Mewakili Wali Kota Malang, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan yang juga menjabat Plh. Asisten Administrasi Umum Setda Kota Malang, M. Sailendra, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan APEKSI kepada Kota Malang sebagai tuan rumah kegiatan nasional tersebut.

Sailendra menegaskan bahwa di era otonomi daerah, kemandirian fiskal menjadi indikator utama kemampuan pemerintah kota dalam membiayai pembangunan secara mandiri, tanpa terlalu bergantung pada transfer dari pemerintah pusat.

Kebijakan efisiensi anggaran nasional menuntut daerah untuk semakin kreatif dalam mengoptimalkan PAD melalui pajak, retribusi, serta penguatan BUMD.

“Kemandirian fiskal bukan sekadar target angka, melainkan proses membangun tata kelola keuangan daerah yang kuat dan berkelanjutan. Ini mencerminkan sejauh mana daerah mampu mengandalkan potensinya sendiri, menggerakkan ekonomi lokal dan mengoptimalkan sumber pendapatan tanpa membebani masyarakat,” tuturnya.

Sailendra juga mengajak seluruh peserta forum untuk menjadikan Rembug Fiskal sebagai sarana kolaborasi dan pertukaran gagasan dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah.

“Melalui sinergi, inovasi, dan komitmen, kita dapat mewujudkan daerah yang mandiri, kuat secara fiskal, dan maju secara berkelanjutan,” tambahnya.

Terpisah, Wali Kota Malang yang menjabat Ketua Komisariat Wilayah IV APEKSI, menegaskan pentingnya memandang PAD secara lebih luas.

“PAD bukan hanya soal pendapatan, tapi juga soal kemandirian, kreativitas dan ketangguhan daerah dalam membiayai pembangunan kotanya sendiri,” tuturnya.

Penyelenggaraan Rembug Fiskal di Kota Malang ini menurutnya sekaligus menjadi momentum berbagi praktik baik antara anggota APEKSI dari berbagai kota di Indonesia.

Kota Malang sendiri menjadi contoh daerah yang berhasil memperkuat kemandirian fiskal melalui optimalisasi aset daerah, penyehatan BUMD, serta inovasi kebijakan dan komunikasi publik melalui berbagai kanal digital.

Melalui forum ini diharapkan semakin banyak daerah yang mampu mengembangkan strategi fiskal inovatif untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan kemandirian pembangunan di wilayahnya masing-masing.

Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah peluncuran buku seri praktik baik berjudul ‘PAD Kota Kita: Bukan Sekadar Angka’. Buku ini memotret berbagai strategi pengelolaan dan peningkatan PAD di sejumlah kota anggota APEKSI dalam empat klaster besar, yakni inovasi digital, reformasi kelembagaan, pemanfaatan aset dan pengelolaan kekayaan daerah, serta klaster tambahan yang menyoroti kota dengan basis fiskal rendah namun progresif, yang disebut klaster kota dengan lompatan besar.

Tak hanya berbagi dalam ruang diskusi, peserta juga diajak menyelami praktik nyata melalui kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi, antara lain Command Center Bapenda sebagai pusat kendali digital layanan pajak daerah, area Gajayana dan Galeri Mbois sebagai contoh pengelolaan aset kota yang produktif, serta Malang Creative Center (MCC) yang menjadi ekosistem kolaboratif bagi pelaku ekonomi kreatif.

Kunjungan ini memperlihatkan bagaimana kolaborasi antarsektor dapat menghadirkan inovasi fiskal yang berkelanjutan, sekaligus memperkenalkan Malang sebagai satu dari 58 kota yang masuk dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2025 serta kota pertama di Jawa Timur yang meraih pengakuan dunia di bidang media arts. (*/win)

ShareSend
Next Post
Pemilihan Duta Santri Nasional 2025, Mahasiswa Sastra Arab UIN Malang Raih Juara Favorit

Pemilihan Duta Santri Nasional 2025, Mahasiswa Sastra Arab UIN Malang Raih Juara Favorit

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Serius Berantas Narkoba, Polresta Malang Kota Amankan 1,3Kg Sabu dan 20 Tersangka
  • BRI Region 13 Malang Kembali Berbagi di Panti Asuhan, Griya Lansia dan Pesantren Tahfidz di Bulan Suci
  • Wabup Sidoarjo Percepat Perbaikan Jalan Rusak dan Jembatan Rampung Sebelum Lebaran
  • Polsek Balongbendo dan Bhayangkari Bagikan 400 Paket Takjil ke Pengguna Jalan
  • Pengaruh Bahasa Hukum dan Pandangan Sosial Oleh : Dr Yoyok Ucuk Suyono SH.M.Hum Dosen Pasca Sarjana fakultas Hukum Universitas Dr Soetomo, Surabaya

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025

Categories

  • Jawa Timur
  • Musik
  • newsnoid.com
  • Olahraga
  • Terbaru
  • Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.